Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 104. Tak Terhubung


Setelah mengambil hand phone nya, Alexandria melihat di layar hand phone nya tertera nama kontak nama Sang Mama William. Alexandria segera menggeser tombol hijau.


“Al, kamu sudah tahu kan kalau dulu di pulau Alexandria ada kerajaan Asasta. Al, aku dan Mama Jo itu ingin juga ikut ke sana. Aku mau melihat Aca dan Aya menemukan apa di sana.. Pasti banyak cangkir cangkir antik yang antiknya melebihi cangkir nenek buyut. Al kamu bilang ke suami mu agar mengizinkan pilot menjemput aku dan Mama Jo.. please.. Al..” suara Nyonya William sambung menyambung saat Alexandria sudah menerima panggilan video nya.


“Mama, kondisi saat ini berbeda dengan dari seperti hari hari kemarin, yang kita bisa tenang berlibur di sini. Informasi dari bang Bule banyak orang yang menginginkan pulau ini Ma. Mama jangan menambah pekerjaan pada kami. Kalau kondisi sudah tenang dan aman seperti kemarin kemarin. Silahkan Mama dan Mama Jo berada di sini sampai kapan pun.” Ucap Alexandria dengan nada dan ekspresi wajah serius menatap wajah Sang Mama.


“Apa Mama ingin diculik lagi untuk dijadikan tawanan?” tanya Alexandria mengingatkan lagi pada kasus diculiknya sang Mama oleh Tuan Tambun. (cerita ini bisa dilihat di novel Ixora Gadisnya Bang *)


“Ih ya enggak lah Al, amit amit cukup sekali saja aku diculik.. ihhh.” Ucap Nyonya William dengan bibir mencibir dan kedua bahu terangkat, kepala bergeleng geleng.. karena mengingat kejadian waktu dia diculik oleh Tuan Tambun .


“Ya sudah makanya jangan sampai lagi terjadi tragedi Mama yang diculik mafia obat obatan. Apa mau sekarang diculik mafia benda antik? Mama berdoa saja agar kita semua selamat dan pulau Alexandria akan tetap menjadi milik kita.” Ucap Alexandria dengan nada serius lagi. Dan akhirnya Nyonya William pun mau mengerti dan karena tidak mau tragedi penculikan pada dirinya terjadi lagi.


Akan tetapi tiba tiba...


“Al, wajahmu kenapa tampak pucat dan lelah seperti itu?” tanya Nyonya William sambil menatap tajam wajah Alexandria yang ada di layar hand phone nya.


“Mana Aca dan Aya? Mana suamimu? Kok sepi aku tidak mendengar suara anak kucing?” tanya Nyonya William lagi secara beruntun di saat Alexandria belum juga menjawab pertanyaan pertama nya.


Alexandria pun mengatakan hal yang sebenarnya kalau dia dari ikut ke bukit pohon asam karena penasaran dengan bukit itu. Akan tetapi dia dan Ixora disuruh kembali ke rumah lebih dulu, sebab ada urusan penting Vadeo, Bang Bule juga si kembar. Alexandria pun juga mengatakan pada Sang Mama jika baru saja di celana nya ada flek darah. Dan belum juga Sang Mama berkomentar karena masih serius mendengarkan suara Alexandria. Pintu kamar Alexandria terdengar suara ketukan..


TOK TOK TOK TOK


TOK TOK TOK TOK


“Kak Al... apa kamu baik baik saja.. cepat buka pintu nya!” suara Ixora dengan nada khawatir dari balik pintu kamar Alexandria.


“Iya Ix, bentar..” teriak Alexandria agar suaranya didengar oleh Ixora.


“Ma sudah dulu ya.. Aku mau diperiksa oleh Ixora.” Ucap Alexandria


“Al jangan jangan kamu ...” suara Nyonya William namun tidak berlanjut sebab sambungan telepon sudah diputus oleh Alexandria.


Alexandria lalu berjalan menuju ke pintu kamar untuk membukakan pintu buat Ixora. Dengan segera Alexandria memutar kunci dan memutar handel pintu, lalu menarik daun pintu itu. Tampak sosok Ixora dengan tangan membawa tas peralatan medisnya. Alexandria lalu membalikkan tubuhnya dan kembali melangkah masuk, Ixora pun melangkah mengikuti langkah kaki Kak Kakak setelah dia menutup kembali pintu kamar.


“Bagaimana hasil test pack nya Kak?” tanya Ixora sambil berjalan mengikuti langkah kaki Sang Kakak.


“Kakak berbaring di tempat tidur saja, Kakak tampak pucat.” Ucap Ixora dan Alexandria pun menurut lalu me langkah menuju ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di sana. Ixora pun lalu memeriksa kesehatan Sang Kakak dan menanyakan hal hal yang dirasakan pada tubuh Sang Kakak.


“Tekanan darah Kak Al naik nih.. “ ucap Ixora setelah memeriksa tekanan darah Alexandria.


“Capek dan mungkin juga karena pikiran masalah pulau ini Ix. Kalau pekerjaan sudah bisa dialih tugaskan pada orang orang yang bisa dipercaya.” Ucap Alexandria sambil membetulkan lengkap bajunya.


“Kakak, istirahat dulu. Nanti aku kasih vitamin.” Ucap Ixora yang sudah bisa membuat vitamin dari bahan bahan alami dan organik siap telan.


Sesaat Alexandria bangkit dari tidurnya dan dengan tergesa gesa berjalan menuju ke kamar mandi, karena dia merasakan ingin mengeluarkan air dari kandung kemih nya. Dan setelah mengeluarkan air seninya yang dia tadah dalam gelas. Alexandria segera berjalan keluar dari kamar mandi lalu mengambil test pack dan mencelupkan pada gelas yang sudah berisi air seni itu.


Alexandria membawa gelas itu lalu ditaruh di atas meja dan dia pun duduk di sofa untuk menunggu hasilnya. Ixora yang sudah mengemasi alat alat medisnya pun berjalan menuju ke sofa. Dia pun duduk di sofa tidak jauh dari Kakaknya. Dan bibir tersenyum menanti hasil dari test pack.


Dan beberapa waktu kemudian...


Alexandria dan Ixora mengambil test pack dan segera melihat hasilnya. Alexandria tadi menaruh tiga test pack ke dalam gelas berisi air seninya itu. Dan selanjutnya...


“Kak selamat ya... Aku yakin ada baby di perut Kakak...” ucap Ixora yang melihat ada garis biru dua di alat test pack yang dilihatnya.


“Yang benar saja Ix, ini cuma satu garis yang aku lihat.” Ucap Alexandria karena alat test pack yang dia ambil hasilnya hanya ada satu garis yang terlihat.


“Coba ambil yang satunya lagi.” Ucap Ixora sambil tersenyum. Alexandria lalu mengambil lagi satu alat test pack yang masih ada di gelas dan saat dilihat.


“Benar Ix, dua garis tapi yang satu samar...” ucap Alexandria sambil tersenyum akan tetapi masih ada rasa belum yakin. Ixora pun lalu menunjukkan pada Alexandria akan alat test pack yang menunjukkan garis dua. Alexandria pun tersenyum bahagia dan mengucapkan syukur atas rejeki yang diterimanya. Dua kakak beradik itu berpelukan untuk menumpahkan rasa bahagianya.


“Kakak harus banyak istirahat dan jangan berpikir terlalu keras. Dan jangan banyak banyak makan durian yang lezat itu he.. he....” ucap Ixora sambil tertawa kecil karena Vadeo dan Bang Bule Vincent sejak tadi juga sudah melarang mereka berdua untuk makan durian dengan banyak banyak.


“Aku akan menghubungi mereka Ix, akan memberi kabar bahagia ini sekaligus untuk berpesan agar mereka segera pulang.” Ucap Alexandria sambil meraih hand phone miliknya yang juga berada di atas meja. Alexandria segera mengusap usap layar hand phone nya untuk melakukan panggilan video pada sang suami tercinta dia akan menunjukkan alat test pack yang bergaris dua.


Akan tetapi tiba tiba ekspresi wajah Alexandria tampak kecewa dan khawatir.


“Ix hand phone Kak Deo, tidak bisa dihubungi.” Suara Alexandria dengan nada khawatir dan masih berusaha lagi untuk menghubungi kontak nama sang suami akan tetapi berulang kali menghubungi tidak juga ada nada sambung.


...