Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 112. Ada Apa Dengan Si Kembar


“Bagus dan megah sekali kerajaan Asasta ya Pa..” ucap Alexandria saat Vadeo yang masih memakai bath robe itu duduk di dekatnya. Alexandria masih mengamati lukisan hitam putih yang ada di dalam lembar buku besar itu.


“Iya di halaman belakang ada lukisan Raja, permaisuri dan kedua puterinya. Raja sangat gagah dan ganteng. Permaisuri sangat cantik dan anggun. Kedua puteri kerajaan juga sangat cantik tidak kalah cantik dari ibunda Ratu. Dan kalau melihat di lukisan itu sepertinya mereka kembar seperti anak kita.” Ucap Vadeo lalu tangan Vadeo membantu membuka lembar terakhir yang ada lukisan keluarga Sang Raja Mahadiraja. Alexandria pun berdecak kagum.


“Sudah kita simpan buku ini. Suatu saat aku akan membersihkan bangunan kerajaan, merenovasi dan mengembalikan keindahan dan kemegahannya lagi.” Ucap Vadeo lalu menutup buku besar tua itu.


“Kamu tadi akan mengatakan apa?” tanya Vadeo sambil menoleh ke arah Alexandria. Alexandria tampak tersenyum lalu dia bangkit berdiri dan berjalan menuju ke tempat lemari untuk mengambil test pack nya. Vadeo yang sudah meletakkan kembali buku besar tua itu, menatap wajah Sang istri dengan tatapan penasaran. Alexandria masih terus berjalan lagi menuju ke sofa sambil menggenggam test pack yang bergaris dua tebal.


“Kita dapat hadiah lagi Pa..” ucap Alexandria yang sudah kembali duduk di samping Vadeo sambil menunjukkan test pack.


“Ma... jadi Perkiraanku benar kan? Ada anak kita lagi di perutmu?” ucap Vadeo dengan mata berbinar binar minta keyakinan sambil menerima test pack itu. Vadeo tampak mengamati hasil dadi test pack itu. Lalu mulut dia mengucapkan puji syukur pada Allah pencipta segala makhluk di alam semesta. Dan selanjutnya Vadeo memeluk Alexandria menciumi wajah Sang istri sebagai tanda cinta dan ucapan terima kasih.


“Jaga baik baik anak kita ya Ma...” bisik Vadeo. Lalu Vadeo menduduk dan mencium perut sang istri yang masih datar.


“Selamat datang di perut Mama Sayang... yang kuat ya... jangan rewel..” ucap Vadeo yang masih mencium perut Alexandria. Alexandria tersenyum sambil mengusap usap rambut kepala Vadeo.


“Sudah, Papa ganti baju.. katanya mau makan lagi. “ ucap Alexandria yang masih mengusap usap rambut kepala Vadeo.


“Aku sudah tidak sabar menunggu yang ada di perut ini segera besar.” Gumam Vadeo lalu menegakkan kepalanya. Dan sesaat kemudian terdengar suara dering hand Vadeo yang ada di atas nakas.


“Hmmm itu pasti Bang Bule Vincent.” Gumam Vadeo lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke tempat hand phone nya berada. Dan setelah mengambil hand phone nya dan benar Bang Bule Vincent yang melakukan panggilan suara. Setelah Vadeo menggeser tombol hijau, Bang Bule Vincent mengajak Vadeo untuk bertemu di ruang kerja Vadeo untuk memantau keadaan berdua.


“Okey Bro, kita turun ke ruang makan dulu.. Kita makan lagi. Alexandria sedang hamil pasti tadi dia belum makan dengan baik karena menunggu kita.” Ucap Vadeo lalu menutup sambungan teleponnya, sebelum Bang Bule Vincent berkomentar.


Setelah sudah memakai pakaian Vadeo dan Alexandria berjalan keluar dari pintu kamar, sesaat mereka berdua kaget melihat dua pengasuh Valexa dan Deondria, duduk di sofa di depan kamar mereka, yang merupakan ruang baca Alexandria. Dua pengasuh itu tampak mengusap usap layar hand phone nya masing masing.


“Nanny di mana Aca dan Aya? Kenapa Nanny di sini?” tanya Alexandria sambil menatap dua pengasuh anak anaknya, sebab tidak biasanya mereka duduk sofa itu, jika mereka mau santai santai bisa di dalam kamar Aca dan Aya, sambil menjaga dua anak itu.


“Ajak Aca dan Aya makan lagi. Katakan pada mereka , adik yang dinanti nanti sudah ada di perut Mama. Adik minta ditemani makan.” Ucap Vadeo sambil memeluk pinggan ramping Alexandria. Dua pengasuh itu pun tampak bahagia mendengar kabar berita lalu bangkit berdiri dan akan memberi kabar berita itu pada Valexa dan Deondria.


Sedangkan Vadeo dan Alexandria terus melangkah untuk turun ke lantai bawah. Saat Alexandria akan terus melangkah menuju ke ruang lift. Vadeo menarik pelan tangan Alexandria dan berhenti di depan pintu kaca. Setelah Vadeo membuka pintu kaca itu Vadeo langsung menggendong tubuh Alexandria ala bridal.


“Kan bisa lewat lift Pa..” ucap Alexandria yang malu jika nanti dilihat oleh Bang Bule Vincent dan Ixora.


“Aku ingin menggendong kamu.” Bisik Vadeo sambil tersenyum. Vadeo terus melangkah pelan pelan menuruni anak tangga. Alexandria pun mengalungkan tangannya pada leher sang suami.


Dan benar saat mereka sampai di anak tangga terakhir bersamaan dengan itu pintu lif terbuka dan muncul sosok Bang Bule Vincent dan Ixora.


“Mau pamer Bro.” Ucap Bang Bule Vincent yang tampak sedih sebab dia sudah kalah lagi karena Ixora belum juga hamil.


“Siapa yang pamer aku kan memberikan kabar benar dan ini demi menjaga anakku yang ada di perut isteriku.” Ucap Vadeo sambil terus menggendong tubuh Alexandria dibawa ke ruang makan. Tidak mau kalah Bang Bule Vincent pun juga menggendong tubuh istrinya dan dibawa melangkah ke ruang makan. Ixora dan Alexandria tampak tertawa dan minta diturunkan tapi suami suami itu masih saja berjalan menggendong mereka.


“Kayak lomba tujuh belasan saja ha.... ha....ha...” ucap Ixora sambil tertawa yang kini sudah didudukkan oleh Bang Bule Vincent di kursi makan.


Mereka berempat pun sudah duduk di kursi. Ibu pelayan sudah menyiapkan lagi menu makanan di meja . Mereka berempat masih menunggu datangnya Valexa dan Deondria. Tampak di meja makan ada menu sup jagung manis organik kesukaan dua bocah itu yang sudah dibuatkan oleh Alexandria tadi.


Sesaat kemudian muncul dua pengasuh Valexa dan Deondria. Dua pengasuh itu mengatakan kalau kedua Nona kecil mereka sudah kenyang dan tidak mau diganggu.


“Apa mereka cemburu karena ada adiknya?” gumam Vadeo yang heran karena kedua anak perempuannya tidak mau turun.


“Tidak mungkin mereka sangat mengharapkan adik. Mungkin sedang capek atau gelisah karena ada alarm bahaya.” Ucap Alexandria sambil tangannya mengambilkan menu makanan pada piring suaminya.


Mereka berempat makan malam bersama tanpa banyak bicara. Dan setelah selesai Alexandria dan Ixora kembali ke kamar mereka masing masing. Sedangkan Bang Bule Vincent dan Vadeo menuju ke ruang kerja Vadeo untuk memantau keadaan.


“Bro, ada apa dengan Aca dan Aya? Apa mereka berdua juga memantau keadaan seperti kita?” tanya Bang Bule Vincent yang penasaran dengan kedua keponakan itu. Apalagi saat mendengar ucapan Deondria yang akan menenggelamkan kapal.


“Coba kita lihat di CCTV mereka sedang apa, dua pengasuh juga disuruh keluar dari kamar mereka.” Ucap Vadeo. Dan ucapan Vadeo itu semakin membuat penasaran Bang Bule Vincent. Vadeo pun membuka layar lap topnya untuk melihat tangkapan layar kamera CCTV di kamar kedua anaknya. Bang Bule Vincent meskipun penasaran dengan kedua keponakan akan tetapi tetap memantau keadaan dan memastikan anak buahnya siap siaga dan menyebar ke segala pintu masuk seperti yang diperintahkan oleh Valexa.


Dan betapa kaget Vadeo saat melihat layar lap topnya.


..