Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 23. Atikah Lulus Test


Waktu pun terus berlalu. Atikah sudah mendapat panggilan untuk datang test ke Mansion Jonathan dan semua test praktek dari pak sopir senior sudah dilalui dengan baik. Dan oleh Pak Sopir senior Atikah dinyatakan lulus, sebab Atikah sudah lihai dalam mengemudikan mobil dan tampak tenang saat menjalankan mobil nya.


“Neng tunggu ya, masih ada test wawancara dengan Kepala pelayan.” Ucap Sopir senior pada Atikah.


Atikah yang masih duduk di kursi di dalam ruang kerja Pak Sopir senior itu tampak mengangguk senang. Dia tadi sudah melakukan test praktek dengan mengemudikan mobil keluarga Jonathan sambil di dampingi oleh Pak Sopir senior. Dia yang sudah terbiasa mengemudikan mobil nya di jalanan ibu kota tidak mendapatkan masalah apa pun juga dalam test tadi yang dia lakukan.


Beberapa menit kemudian terdengar bunyi dering hand phone di saku kemeja Pak Sopir senior. Pak sopir senior pun segera mengambil hand phone nya, tampak dia menggeser tombol hijau dan mendengarkan suara di balik hand phone nya itu. Dan selanjutnya tampak beliau mengangguk anggukkan kepalanya, lalu dia menaruh hand phone ke dalam saku kemejanya lagi karena komunikasi lewat hand phone nya telah selesai.


“Neng silahkan menuju ke ruang samping ya, ruang kepala pelayan.” Ucap Pak Sopir senior yang sudah di hubungi oleh kepala pelayan yang sudah siap berada di dalam ruang kerja nya.


“Baik Pak.” Ucap Atikah dengan sopan dan selanjutnya dia bangkit berdiri dan keluar dari ruang kerja Pak Sopir senior itu. Atikah lalu berjalan menuju ke ruang sebelah ruang an yang berdampingan dengan ruang kerja Pak Sopir senior. Para pimpinan bagian yang bekerja di Mansion Jonathan memang memiliki ruang kerja. Ruang kerja mereka berada di gedung di lantai bawah satu lokasi dengan gedung tempat tinggal para pelayan yang menginap di mansion Jonathan. Dan terpisah dengan Mansion utama tempat tinggal keluarga Jonathan.


Atikah pun mengetuk ngetuk pintu ruang kerja kepala pelayan.


TOK TOK TOK


“Masuk.” Suara seorang perempuan yang agak serak serak basah. Atikah pun memutar handel pintu itu dengan pelan pelan dan dengan pelan pelan juga dia mendorong daun pintu itu.


Tampak seorang perempuan setengah baya dengan tubuh gemuk memakai baju seragam pelayan, duduk di kursi di belakang meja kerja nya. Dia tampak membaca berkas berkas lamaran kerja Atikah dengan memakai kaca mata plus nya.


“Duduk.” Suara ibu kepala pelayan itu lagi saat melihat Atikah sudah berada di dekat nya. Atikah pun segera mendudukkan pantat nya di kursi di depan meja Ibu kepala pelayan itu.


“Namamu Atikah?” tanya Ibu kepala pelayan itu dan Atikah menjawab dengan satu patah kata iya dengan menganggukkan kepalanya dengan sopan.


“Informasi dari Pak Sopir senior kamu sudah lihai dalam mengemudikan mobil apa kerjamu sebelumnya?” tanya Ibu kepala pelayan itu sambil menatap wajah Atikah.


“Saya membantu mengantar ngantar di sebuah yayasan di desa saya Bu.” Jawab Atikah dengan bohong tentunya.


“Yayasan apa dan desamu di mana? Ini kartu identitas mu alamat mu di kota.” Ucap Ibu kepala pelayan sambil membenarkan letak kaca mata plus nya di wajah nya.


“Ooo itu karena saya kecopetan waktu di bis menuju ke kota, Bu. Terus saya mencari kartu identitas di domisili kost saudara saya.” Jawab Atikah tanpa grogi.


“Hmmm. Di mana desa mu?” tanya Ibu kepala pelayan lagi.


“Hmmm bagus..” ucap Ibu kepala pelayan sambil tersenyum dan benar Ibu kepala pelayan pun terpesona dengan apa yang Atikah katakan.


“Kamu di sini ikut saudara?” tanya Ibu kepala pelayan itu minta keyakinan dan Atikah pun menganggukkan kepalanya. Dia pun semakin menjadi jadi bohong nya mengatakan kalau orang tua nya sudah meninggal dan tinggal di desa bersama nenek nya dan kini neneknya sudah tidak bisa bekerja maka dirinya yang harus bekerja untuk membalas budi pada sang nenek yang sudah membesarkan diri nya. Ibu kepala pelayan pun semakin trenyuh hati mendengar cerita dari Atikah.


“Baiklah, nanti aku sampaikan semua hasil pada Nyonya Jonathan.” Ucap Ibu kepala pelayan selanjutnya sambil menutup map yang berisi berkas berkas lamaran kerja Atikah.


“Masih harus menunggu lagi ya Bu.” Ucap Atikah dengan tidak sabar.


“Iya haris melewati semua proses dan tahapan. Dan ada tiga orang calon yang lulus test. Nanti tergantung Nyonya Jonathan akan memilih yang mana.” Ucap Ibu kepala pelayan sambil menaruh map Atikah pada tempat file.


“Berdoa saja semoga kamu yang terpilih.” Ucap Ibu kepala pelayan itu kemudian dan selanjutnya beliau mempersilahkan Atikah untuk pulang. Dan Atikah yang sedang melakukan pencitraan sebagai gadis yang baik pun segera patuh untuk pamit pulang. Tidak lupa menjabat tangan Ibu kepala pelayan dan mencium punggung telapak tangan Ibu kepala pelayan itu.


Setelah Atikah keluar dari ruangan nya. Ibu kepala pelayan pun segera menghubungi Nyonya Jonathan. Sebab memang segala urusan tentang domestik alias kerumah tanggaan Mansion Jonathan segala keputusan diserahkan di tangan Nyonya Jonathan, Sedangkan Tuan Jonathan, Vadeo dan Alexandria mengurusi hal hal urusan perusahaan.


“Nyonya sudah ada tiga kandidat sopir buat Nona Nona kecil.” Ucap Ibu kepala pelayan saat Nyonya Jonathan sudah menerima sambungan teleponnya.


“Baiklah kamu segera temui aku di ruang keluarga.” Suara Nyonya Jonathan di balik hand phone ibu kepala pelayan.


Setelah sambungan sudah terputus Ibu kepala pelayan pun lalu bangkit berdiri dan tidak lupa dia mengambil lagi tiga map lamaran kerja pada calon sopir yang akan bertugas untuk mengantar jemput Valexa dan Deondria.


Ibu kepala pelayan itu pun segera berjalan menuju gedung Mansion utama. Setelah sampai di gedung Mansion utama, dia masuk lewat pintu yang khusus untuk lewat para pelayan dan karyawan mansion jika keluar masuk Mansion utama. Ibu kepala pelayan itu pun segera berjalan menuju ke ruang keluarga. Beberapa pelayan yang berpapasan dengan nya tampak mengangguk dengan sopan memberi hormat.


Tidak lama kemudian.


“Selamat Siang Nyonya..” ucap Ibu kepala pelayan itu saat sudah sampai di ruang keluarga tampak Nyonya Jonathan sudah duduk di sofa seorang diri.


“Selamat Siang Ibu, silahkan duduk.” Ucap Nyonya Jonathan sambil tersenyum menatap ibu kepala pelayan. Ibu kepala pelayan pun segera melangkah dan duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat duduk Nyonya Jonathan.


“Coba lihat profil para calon sopir cucu cucu ku.” Ucap Nyonya Jonathan sambil mengulurkan tangannya untuk meminta map map yang berisi berkas berkas pelamar yang dinyatakan lulus oleh Pak Sopir senior dan ibu kepala pelayan.