
Tok … tok … tok
Suara ketukan pintu terdengar dari luar, seorang pria yang tengah asik menikmati sentuhan liar oleh seroang wanita cantik dan seksi tampak kesal karena suara itu. “Hufthh! Mengganggu saja!” gumamnya.
Karena tidak menerima aba-aba untuk berhenti dari pria itu, maka wanita yang sedang melakukan aktivitas di celah kangkang pria itu masih terus melanjutkan permainan brutalnya.
“Tuan Kaisar, maaf mengganggu Anda, namun ada tamu penting yang ingin bertemu dengan Tuan,” tutur seorang pria dari balik pintu itu.
Kesenangan Kaisar terhenti. Ia memejamkan matanya dengan penuh amarah. Kai mendorong kepala wanita itu mengartikan jika wanita itu harus menghentikan permainannya. Dengan kesal Kaisar merapikan setelan dan celananya. “Sialan kau! Sudah ku katakan kalau hari ini aku tidak mau menerima tamu. Walaupun sepenting apa pun itu!” teriak Kaisar lantang.
Pria yang berbicara di balik pintu itu gemetaran mendengar kemarahan Kaisar. Namun ia juga tidak berani mengusir tamu wanita yang sudah berdiri di sampingnya.
“Suruh tamu yang tidak penting itu pulang! Aku tak bisa diganggu!” ketus Kaisar. “Pasti Samantha!” gumamnya dengan nada kesal.
Samantha memanglah selalu berkunjung di kantor Kaisar. Ia sering mengaku pada asisten Kaisar jika ia adalah tamu penting agar Kaisar mau bertemu dengannya. Namun kali itu Kaisar sudah tidak mau lagi bertemu dengan wanita yang bernama Samantha itu.
Mendengar ucapan Kaisar, seorang wanita yang sedari tadi menunggu di luar, akhirnya menerobos masuk ke ruangan CEO stasiun penyiaran terkemuka itu. Asisten Kaisar pun tak bisa menghalangi wanita itu karena ia takut bermasalah dengan keluarganya.
Kaisar menjadi sangat marah saat pintu ruangannya di buka tanpa ijin. “Keparat! Sudah ku katakan jika aku ti... ” Kai seketika terbelalak saat melihat seorang gadis cantik dan imut yang sedang berdiri di pintu ruangannya dengan raut yang masam. Tatapan gadis itu sangat tajam ke arah Kaisar.
“Kau bilang aku apa?!” celutuk gadis itu.
“Zoey!” lirih Kai.
“Kakak, kau bahkan telah membuatku menunggu di luar!” berjalan ke arah Kaisar.
“Zoey, tu—tumben kau kemari? Ada apa?” Kai menatap sebuah bekal di tangan Zoey. “Apa yang kau bawa?”
“Hmm, tadinya aku mau marah pada Kakak, tapi karena Kakak telah bertanya mengenai apa yang ku bawa, jadi kemarahanku berkurang nol koma satu persen!”
Kaisar menepuk jidatnya. “Kau sangat lucu, hahaa!”
Deg!
Kalimat itu seolah membekukan badan Zoey. Pujian Kaisar membuat pipi Zoey memerah. “Memangnya aku pelawak apa?!” Mata Zoey beralih menatap seorang wanita yang berdiri di samping Kaisar. “Siapa wanita jelek ini?” tanyanya menaikkan alis setengah.
Apa? Je—jelek! Batin wanita itu.
“Hahaa, apa menurutmu Kenya jelek, hah?” Kaisar terkekeh pelan.
“Oh jadi namanya Kenya!” tukas Zoey. “Oh kalau begitu, bisakah tante Kenya keluar dari sini?”
Tante?! Aku di panggil tante oleh gadis peranggang ini? Siapa sih gadis tepos ini?!
“Maaf, anak kecil! Tapi aku bukan Tantemu! Panggil aku Nona Kenya!”
“Hahahaha! Maafkan kelancanganku, tapi kau memang terlihat seperti tante-tante yang pantat dan dadanya gemuk! Hahaha! Ohya aku lebih nyaman memanggilmu Tante,” menjulurkan lidahnya meledek Kenya.
Kenya menjadi kesal. Ia menatap Kaisar berharap pria itu mau membelanya. Tapi sayangnya Kaisar tidak melakukan apa-apa. “Heh gadis tepos?! Ini bukan gemuk, tapi seksi!” menatap tubuh Zoey dengan seksama. “Cihh! Tubuh bak papan triplek kayak gitu, tahu apa?!!”
“WHAT?!” teriak Zoey.
Kaisar menggeleng kepala dan mengerjapkan mata. Ia tahu jika situasi pasti akan memburuk. “Cukup Kenya! Lebih baik kau keluar!”
“Tapi Sayang …”
“Kau tuli? Sana keluar,” ucap Zoey menuju pintu dengan ujung matanya.
“Sialan kau gadis triplek! Memangnya kau siapa yang beraninya menyuruhku keluar?!”
“Kau bertanya siapa aku?! Aku Zoey Winston! Karena aku sudah memperkenalkan diriku, jadi pergilah dari sini! Muak aku melihat dada gemukmu itu!”
Marganya Winston? Sial, rupanya dia adik Tuan Arsen! Persetan dengan kau papan triplek! Batin Kenya. “Baiklah! Karena kau masih bocah, aku tak akan meladenimu! Kau bukan sainganku!” berjalan dengan angkuh menuju pintu.
“Ya, tepat sekali! Aku bukan sainganmu, karena kau berada di bawahku, Tante Dada Gemuk! Kau sudah Tua dan aku masih fresh!” menyunggingkan bibir.
Arghhhh! Harga diriku benar-benar telah diinjak-injak oleh bocah ingusan ini. Kalau saja kau bukan berasal dari keluarga Winston, sudah ku cabik-cabik bocah arogan ini!
Kenya hanya menatap Zoey dengan sinis karena tidak ingin menambah masalah di tempat itu. Wanita itu meninggalkan ruangan Kaisar dengan amarah yang menggebu.
"Cihh!" Zoey mendengus sembari menatap wanita itu.
"Zoey, tenangkan dirimu. Ada apa kau kemari?" tanya Kai.
"Kakak, aku sudah membuatkan kau makanan ini, tapi kau malah berbuat mesum dengan Tante Dada Gemuk itu!"
"Aku akan buktikan kalau aku juga wanita dewasa!"
Deg!
Apa maksud dari ucapannya itu?! Jangan bilang ...
Zoey berjalan mendekat ke arah Kaisar dengan tatapan beringas.
"Zoey, apa yang akan kau lakukan?" tanya Kaisar gugup.
Gadis itu tak menggubris. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Kaisar, sehingga pria itu dapat merasakan deru napas Zoey yang menyapu permukaan kulitnya. Detak jantung Kaisar berdebar tak karuan.
Tidak ... Jangan lakukan itu! Aku bisa saja kehilangan kendali dan menerkammu!
"Bagaimana perasaanmu, Kakak? Apa kau berdebar-debar?" bisik Zoey menyeringai.
Kaisar tak dapat berucap lagi. Bibirnya seolah bungkam dan tak dapat digerakan karena jarak antara bibir keduanya sangat dekat. Hanya tinggal tiga senti saja maka bibir keduanya akan saling bertemu.
Kaisar menjadi salah tingkah dan gagal fokus. Sebagai pria dewasa yang menganggap seks sebagai suatu hal yang tabu, ia ingin sekali menerkam Zoey. Apalagi tubuh gadis itu sangat menggiurkan. Meski Kenya menjulukinya sebagai papan Triplek, tapi bagi Kaisar tubuh Zoey adalah sempurna yang belum tercelah.
Tidak Kaisar! Kau boleh mencicipi semua gadis yang kau suka! Tapi ... Tidak dengan Zoey! Gadis yang ada di depanmu adalah gadis yang seharusnya kau jaga!
Kaisar pun mendorong pundak Zoey dan membuat gadis itu bertukar posisi dengannya. Kini Zoey yang tampak gugup karena Kaisar telah menindih tubuhnya di sofa.
"Dasar anak nakal! Kau tau, kalau sikapmu tadi, hampir membuat Lintah penghisap darahku aktif! Jika itu terjadi ... "
"Apa maksud ucapan Kak Kaisar? Apa di ruangan ini ada hewan menjijikkan seperti itu?"
Apa? Dia bilang menijijikkan! Ahhh sudahlah Kaisar! Bocil mana paham?!
Zoey menatap lekat wajah Kaisar yang sangat tampan. Di tambah lagi wajah Kaisar yang begitu tegas dan berkarisma membuat jantung Zoey tak berhenti berdetak.
Walau pria dewasa ini menganggapku hanya sebagai anak kecil saja, tapi aku akan berusaha meyakinkannya kalau aku bukan lagi bocah berumur dua belas tahun!
Tok ... tok ... tok
Lagi-lagi suara ketukan pintu itu merusak suasana menegangkan yang telah terjadi di dalam ruangan Kaisar. Kali ini bukan Kaisar yang kesal melainkan Zoey.
"Permisi Tuan Kaisar, Tuan Arsen dan Tuan Mark ingin menemuimu."
Deg!
Kedua orang itu sontak kaget dan terbelalak. Manik keduanya terasa mau keluar dari tempatnya saat mendengar nama Arsen. Tubuh keduanya menjadi kaku dan sulit digerakan.
"Kak Arsen?!" ketus Zoey.
Tamatlah riwayatku! Arsen pasti akan membunuhku, jika dia melihat Zoey ada di sini. Apalagi dengan posisi seperti ini Arghhhhh, shitttttt!
Kaisar dan Zoey sangat gugup. Tak ada waktu lagi bagi Kaisar untuk menyembunyikan Zoey karena pastilah Arsen dan Mark akan menerobos masuk tanpa mendengar perintah Kaisar.
Mark mulai membuka pintu untuk Arsen. Matanya melebar saat ia mendapati Kaisar sedang menindih tubuh Zoey. Dengan sigap Mark berputar dan memeluk tubuh Arsen dengan erat. Kini tubuh Arsen membelakangi Zoey dan Kaisar.
"MARK! APA KAU SUDAH TIDAK WARAS?!" teriak Arsen dengan amarah yang telah berkobar.
"Tuan, maafkan aku! Tapi kali ini aku ingin sekali memelukmu!" tutur Mark sembari memberi kode pada Kaisar dan Zoey untuk saling menjauh.
"Jodi sinting!! Menjauhlah dari tubuhku!" mendorong tubuh Mark dan meninju wajah pria itu.
Bukkkk!
OHH GOSSHH! Pembunuhan brutal akan terjadi!" lirih Mark.
Tbc ...
LIKE, KOMEN, VOTE, RATE :*
.
.
.
Follow akun ig resmi Author @syutrikastivani