Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan
Dog Shit!


Suara air yang menetes dari atap yang bocor menggema memenuhi ruangan itu. Begitu sepi dan gelap, hanya sebuah lampu yang berkedip di ujung lorong yang memberi pencahayaan. Dua orang tampak duduk di dua kursi kayu dengan tubuh yang dililit tali serta mulut yang dibungkam dengan lakban berwarna hitam.


Sekian lama kedua orang itu tak sadarkan diri dan perlahan mata Zoey mulai terbuka. Ia memandangi tempat itu dengan samar-samar karena matanya masih sayu. Beberapa saat kemudian ia melonjak kaget dan meronta. Zoey ketakutan saat melihat tempat yang gelap dan mengerikan itu.


Tak henti-hentinya ia meronta di tempat duduk sampai akhirnya ia merasa lelah dan lemas. Ia tersadar jika ia tidak sendirian di tempat itu. Seorang pria yang tak lain adalah Kaisar sedang berada di sampingnya dengan tubuh yang terikat seperti dirinya.


Kak Kaisar!! Kak bangun! Aku mohon, bangunlah ... ucap Zoey dalam hati karena ia tak bisa membuka mulutnya.


Gadis berumur delapan belas tahun itu mulai menangis. Rambutnya yang acak-acakan serta pakaiannya yang tampak kotor, membuat ia terlihat seperti seorang gembel.


Mendengar isak tangis Zoey yang samar-samar membuat Kaisar membuka matanya. Ia menggelengkan kepalanya dengan kasar, karena merasakan pusing yang teramat sangat. Tengkuknya masih sakit akibat dipukul benda tumpul oleh sopir gadungan itu.


"Emmmm!" ringis Kai dengan paksa. Walaupun ucapannya tak terlalu jelas, namun Zoey langsung mengetahui jika Kaisar memanggilnya.


Zoey memandangi Kaisar dengan berlinang air mata. Ia merasa tak tega melihat Kai kesakitan akibat menyelamatkannya. Yang bisa Zoey lakukan hanya meronta sembari menangis dan berharap suatu mujizat terjadi untuk membebaskan mereka dari tempat mengerikan seperti itu.


Tak lama kemudian Kai dan Zoey mendengar suara langkah kaki. Suara itu semakin lama semakin terdengar.


Brakkk!


Suara pintu terbuka dengan keras. Beberapa orang muncul dari balik pintu. Mata Kai dan Zoey terpejam akibat silau yang dihasilkan dari balik pintu itu. Di luar sana begitu terang sehingga memancarkan cahaya terang sampai di dalam ruangan gelap yang mereka tempati itu.


"Siapa yang dapat menyangka, dua ikan tertangkap sekaligus tanpa umpan, Haha!"


Suara ini?! Milik b*jingan itu! Batin Kaisar.


Rion mengangkat tangan kanannya memberi kode kepada bawahannya untuk membuka lakban yang menutupi mulut keduanya.


"Cuihhh! Inikah Bos Mafia yang ditakuti itu?! Hanya berani di belakang saja?" ledek Kaisar.


"Kak Kaisar! Apa Kakak tidak apa-apa?" tanya Zoey panik.


"Aku tidak apa-apa. Katakan jika kau terluka?"


Zoey menggeleng kepalanya.


"Baguslah. Jika keparat ini melakukan sesuatu yang buruk padamu, aku sendiri yang akan menghabisinya!"


"HAHAHAHA" Rion terbahak.


"Kakak, siapa orang ini?"


"Dia adalah musuh terbesar Arsen. Mr. Collin yang malang!"


"Hah?! Mr. Collin?!" ketus Zoey tak percaya.


Collin menepuk tangannya memberi kode kepada anak buahnya untuk menyalakan lampu. Ia pun segera membuka masker yang menutupi setengah wajahnya. "Yeah! This is me!" (Ya! Ini aku!)


"Lepaskan aku dan kak Kaisar! Kau tidak berhak menyandera kami! Urusanmu dengan kakakku, kenapa aku yang kau culik, hah?!"


"Pef--bwhahahah! Kau bukan hanya lugu tapi kau juga memiliki jiwa penasaran yang tinggi seperti kakakmu yang bodoh itu! Hahahaha! Aku munculikmu karena satu alasan! Dan kau tau apa alasan itu ... ?"


Zoey menatap Rion dengan garang. Ingin sekali gadis itu menonjok wajah Rion, namun apalah daya Zoey tak bisa melakukan itu karena kedua tangannya diikat. Mata Zoey kini beralih menatap lima orang pengawal di belakang Rion yang ikut terbahak bersama Rion. Ku mohon kak Arsen, datanglah di sini dan hajar pria-pria br*ngsek ini!


"Karena aku baik, aku akan memberitaumu, alasan mengapa aku menculikmu," tersenyum kecut. "Aku lakukan ini untuk membalaskan dendamku pada kakak sialanmu itu! Jika Amey tak bisa aku apa-apakan, karena si b*jingan itu selalu menempel padanya bagai parasit, maka kau adik perempuan kesayangannya sebagai ganti dari istrinya! Hahaha!"


"Cuihhhhh! Kau pikir Arsen akan tinggal diam setelah mengetahui Zoey diculik oleh pria rendahan sepertimu?! Kita lihat saja nanti! Kau salah besar telah membangunkan Singa lapar!" tukas Kaisar geram.


Bukkkk!


Rion meninju wajah Kaisar. "Tutup mulutmu!"


"Lakukan sesukamu padaku! Tapi jangan berani kau menyentuh Zoey! Aku sudah memperingatimu, Collin. Jika segores luka terdapat di tubuh Zoey, maka beribu-ribu goresan yang akan kau bayar untuk menebusnya!"


Plakkkkk!


"Argghh!" teriak Zoey saat Rion menancapkan pukulan di pipi gadis itu.


Kaisar terkejut bukan main. Ia meronta-ronta agar dirinya bebas dari ikatan itu dan membalas Rion, namun ikatan tali itu begitu kuat sehingga tangan Kaisar hampir berdarah. "B*ngsattttt kau!" teriaknya naik pitam.


"Hahah! Kau lihat 'kan? Aku telah menamparnya. Sepertinya wajahnya yang mulus itu akan memar!" mengusap lembut pipi Zoey. "Ini belum seberapa Baby Girl! Aku akan menyiksamu sampai kau mati! Dan dari situlah Arsen akan berlutut padaku, meminta ampun agar kau dibebaskan. Setelah itu terjadi, Arsen akan kalah dan harga dirinya akan jatuh dihadapanku! Tapi kau! ... tetap akan mati segera di tanganku! HAHAHAHA! Aku akan membuat b*jingan itu merasakan bagaimana sakitnya saat orang yang disayanginya meninggal secara mengenaskan di depannya!"


Zoey terbelalak. Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Ia tak percaya jika hidupnya akan berakhir tragis seperti itu. Bibirnya gemetar hebat, ia bahkan tak bisa berkata-kata karena terlalu syok mendengar ucapan menakutkan yang keluar dari mulut Rion.


"Bawa pria sialan ini ke ruangan sebelah! Ada yang harus aku lakukan dengan gadis ini! Bukan begitu cantik?" menatap Zoey dengan tatapan menggoda.


Para pengawal itu menyeret Kaisar untuk berpindah ruangan. Dengan sekuat tenaga Kaisar meronta. Namun tenaganya kurang untuk melawan ke empat orang berbadan kekar itu.


"Jangan berani kau sentuh Zoey, bedebah gila! Aku pastikan malam ini adalah akhir dari hidupmu!" ancam Kaisar.


"Aku dan gadis kecil ini akan bersenang-senang. Haha. Kau tenang saja. Aku tidak akan bermain kasar. Perlaham namun pasti, aku akan membuat gadis kecil ini menikmati permainanku!"


"Cuihhhh!" Kaisar membuang liurnya di wajah Rion. "Kau memanglah kotoran anjinggggg!"


Rion memejamkan matanya. Ia mengepalkan tangan dan mengeratkan rahang. "Bawa dia! Siksa dia sampai dia menderita dan jangan beri ampun!"


"Baik, Tuan."


"Dia bagianku! Jangan bunuh dia! Hanya buat dia menderita ... semenderita mungkin!"


"Baik, Tuan!"


Ke empat orang itu membawa Kaisar keluar dari ruangan itu. Kai sesekali memandangi wajah Zoey yang murung dengan tatapan kosong ke arah dinding. "Zoey, bertahanlah! Arsen pasti akan menjemputmu! Melawanlah sebisa mungkin jika kotoran anjing ini melecehkanmu!" teriak Kaisar sembari bayangnya mulai menghilang dari balik pintu.


"Ternyata kau cantik juga," tutur Rion sambil memegang pipi Zoey.


Gadis itu tak menghindar. Ia terdiam kaku sembari matanya tak bergeming menatap dinding. Matanya mengeluarkan cairan bening yang deras. Tangannya bergetar hebat. Apalagi saat Rion mulai menyentuh leher Zoey degan napasnya.


"Sebelum aku membunuhmu, aku ingin mencicipi tubuhmu yang menggiurkan ini," menatap bagian dada Zoey. "Ohya, apa kau masih perawan?"


Deg!


Pandangan Zoey tiba-tiba beralih menatap manik Rion dengan tajam.


"Cuihhhh!" meludah di wajah Rion. "A disgusting man like you doesn't deserve to live in this world! Get out of my sight, dog shit !!!" (Pria menjijikkan sepertimu tidak pantas untuk hidup di dunia ini! Pergi dari pandanganku, kotoran anjing !!!)


"Kau yang memintaku untuk segera menikmati tubuhmu!" mencium dengan kasar leher Zoey.


"Arghhhhhhhhhhh! Tolongggggg! Siapa saja tolong selamatkan aku dari iblis ini!" teriak Zoey sembari meronta dengan hebat.


Bukkkkkkk!


"B*ngsat kau! Kau sendiri yang meminta memperpendek umurmu!"


Zoey terkejut saat Arsen muncul dengan tiba-tiba dan menendang punggung Collin dengan kencang sehingga pria itu terpental ke lantai.


"Kakak!! Hik ... hik ... hik!" Zoey menangis tersedu-sedu.


To be continued ...


LIKE, KOMEN, VOTE, RATE :*