
Ayra telah tiba di depan Kafe dengan interior yang keren. Pengunjung di kafe tersebut cukup sepi. Ayra masuk kedalam kafe bersama pak Erlangga dan Bambang.
Sampai di dalam Ayra dapat memotret seorang wanita berkacamata hitam berada dilantai dua dan sedang tersenyum ke arah mereka. Ayra menunjuk ke atas saat pak Erlangga mencari dimana Shela berada.
Mereka menaiki anak tangga dengan membiarkan pak Erlangga berjalan lebih dahulu. Saat akan kemari Ayra telah meminta pada pak Erlangga jika mereka tak akan mengedepankan emosi melainkan mereka akan mengulur Shela hingga bisa menangkap apa tujuan pertemuan itu.
"Wow.... Mau main keroyokan nih ceritanya?!"
Shela membuka kaca mata hitam yang cukup besar hingga menutupi matanya. Pak Erlangga mambuang napas dengan kasar mendengar ucapan Shela.
"Kamu! Apalagi mau mu Hah?"
"Hahahaha.... Sabar lah calon papa mertua ku. Silahkan duduk dulu. Kita bicarakan semua masalah kita baik-baik. Jangan sampai anda juga ikut menyusul putra anda di ruang pesakitan."
Shela membalik telapak tangannya dan meminta pak Erlangga untuk duduk terlebih dahulu.
Bambang memilih duduk di meja sebelahnya nya. Ia tak mau duduk di sebelah Shela karena papa dan Ayra telah menarik 2 kursi di depan Shela.
"Aku Disini saja pa. Takut gatel kalau duduk disana."
Shela menatap tajam Bambang.
"Jangan sok suci kamu! Kamu tak jauh berbeda dari kakak mu itu!"
"Kau!!!"
"Bams!"
Pak Erlangga melebarkan sudut matanya ketika Bambang mau mendekati Shela.
"Heh! kalian ternyata sama semua. Sama-sama tak memakai otak untuk menyelamatkan masalah."
Ayra yang telah duduk dihadapan Shela memulai membuat Shela tersulut emosinya.
"Kami atau anda yang tak menggunakan otak Nona Shela?"
"Diam kau! aku tidak berbicara dengan mu.!"
"Lantas siapa yang mengundang saya tadi hingga harus melakukan panggilan puluhan kali. Apakah bukan anda?"
"Kau! Aku heran dimana Bram menemukan wanita lemper seperti mu."
Shela mengucapkan dengan nada sarkas. Salah satu waitreess di kafe itu datang dan menawarkan menu. Ayra memilih teh jus alpocado, pak Erlangga memilih cappucino dan Bambang memilih minuman yang sama dengan papa nya.
"Anda pernah makan lemper hingga dua kali kita bertemu anda selalu mengatakan saya adalah lemper."
"Ya sebutan yang pas buat kamu yang terbungkus sama persis seperti lemper hahahaha."
Shela tertawa terbahak-bahak. Ayra masih dengan mode tenang dan senyum manis ia berikan pada Shela.
"Anda tahu filosofi lemper. Ia adalah makanan yang spesial kalau di tempat saya. Ia hanya akan ada ketika seseorang punya acara besar.
Untuk menikmati lemper, anda harus membuka tusuk bambu dan pembungkusnya terlebih dahulu, dengan maksud jika ingin mencapai kemuliaan hidup, orang harus membersihkan diri dari sifat buruk terlebih dahulu.
Ketan diibaratkan sebagai kehidupan dunia yang dicapai setelah membersihkan diri dari hal-hal buruk. Namun sifatnya hanya sementara, karena masih ada kebahagiaan akhirat sebagai tujuan akhir. Yaitu Bagian paling dalam dari lemper berupa daging atau abon.
Dan rasanya jauh lebih nikmat dari ketan. Ia memiliki makna kebahagian akhirat setelah mengarungi kehidupan dunia.
Inilah kebahagiaan sejati yang dicari manusia. Dan kebahagiaan seperti itu yang aku cari dengan menikah agar bisa menunaikan separuh ibadah ku didunia ini. Lantas kebahagiaan seperti apa yang anda cari nona Shela."
Pembicaraan mereka terhenti karena Seorang waitreess hadir dengan membawa satu nampan yang berisi 3 pesanan. Setelah kepergian waitreess itu Shela menyeruput lemon tea nya. Dan memainkan rambut panjangnya yang bergelombang.
"Heh. Sejak kapan Bram menyukai perempuan yang banyak bicara."
"Sejak aku menjadi istrinya."
"Baiklah istri dari Bramantyo. Aku ingin kebahagiaan dengan menikahi lelaki yang menikah dengan mu tetapi sebagai istri sahnya di mata hukum dan negara. Bukankah kalian hanya menikah di bawah tangan?"
"Gila kau Shela!"
Pak Erlangga tersulut emosinya.
Bambang mendengar itu pun mendengus kesal.
"Perempuan tidak tahu malu. Siapa yang menanam siapa yang disuruh tanggung jawab!"
Ayra tersenyum kembali dan ada tawa kecil disaat ia menjawab pertanyaan Shela.
"Hehehe.... Apakah anda tidak sekolah nona Shela Wilona. Kabarnya anda lulusan dari luar negeri. Aku menikah sah walau belum tercatat di negara. Karena rukun menikah itu ada nya mempelai lelaki dan perempuan, adanya dua saksi, adanya wali dari pihak perempuan. Dan terkahir adanya ijab dan qabul yang diucapkan antara wali atau perwakilannya dengan mempelai pria.
Sedangkan menikah bawah tangan adalah pernikahan yang tidak sah dari sisi agama karena nikah dibawah tangan itu definisi nya tak ada nya wali nikah dari pihak perempuan. Sedangkan saya menikah dengan menjalani rukun-rukun menikah tadi.!"
"Sepertinya anda harus mengenal kan menantu anda pada salah satu produser pak Erlangga agar kalau pas puasa ia bisa jadi artis dadakan yang muncul di layar kaca dengan ceramah-ceramahnya itu."
""Cukup! Diam kau."
Pak Erlangga telah berdiri dari duduknya dengan satu telunjuk mengarah kearah Shela. Ayra cepat menenangkan mertua nya.
"Sabar pa. Tenang lah. Biar Ayra berbicara berdua dengan perempuan ini kalau papa merasa tidak sabar."
Bambang yang melihat wajah sang papa terlihat merah padam akhirnya menyetujui ide Ayra itu.
"Kita tunggu di bawah pa. Ayra pasti bisa menyelesaikan masalah sama ulet berkaki dua ini."
"Berani kau sakiti menantu ku. Aku tidak tinggal diam Shela. Aku sudah cukup bersabar dengan tindakan mu!"
Pak Erlangga meninggalkan Shela dan Ayra menuju lantai satu dan memilih satu meja yang masih bisa mengawasi menantu nya dan perempuan yang menyakiti putra sulung nya itu.
"Saya rasa anda orang alim, kenapa anda masih mau menerima Bram yang jelas-jelas suami anda mengakui bahwa dia sudah menikmati tubuh wanita lain.
Aku ingat betul nada bicara anda yang mengatakan bahwa ia tak halal aku sentuh tapi sayangnya dia sudah menyentuh yang haram ia sentuh ini nona Ayra. Saya rasa anda telah melihat bagaimana ia menggebu-gebu nya."
Shela melipat kedua tangannya di depan dada dan menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi stainless itu.
"Saya seorang istri. Seorang istri harus mampu berlapang dada ketika suaminya ingin bertaubat atas dosa masalalu nya. Apa kamu pikir dengan kamu menyebarkan video itu lantas aku akan meminta cerai!?
Sayang sekali nona. Kamu salah lawan. Aku adalah seorang istri yang akan memperjuangkan rumah tanggaku. Bukan seorang istri yang akan langsung meminta cerai saat masalah datang menghantam biduk rumah tangganya.Aku berterima kasih karena tindakan mu membuat aku dan suami ku makin mesra."
Shela memajukan wajahnya dan menarik gelas lemon tea nya dan mendekatkan kedua bibir seksinya yang terlihat sangat merah karena Baluran lipstik pada dua bibirnya.
"Brengs** Heh. Kenapa dia tidak malu. Perempuan macam apa kamu!"
"Apa kamu dan keluarga mu tidak malu. Orang yang paham agama tetapi menikah dengan pendosa... Hehehe...."
"Kenapa harus malu? Bukankan nanti kita akan mempertanggungjawabkan apa yang kita ukir didunia ini? Termasuk sebuah pertanggungjawaban karena mengganggu rumah tangga orang yang juga sesama muslim.
Justru saya yang sedang ingin bertanya pada anda. Apakah anda tidak malu jika suatu saat anak yang ada di rahim anda itu lahir ke dunia ini dan tumbuh dewasa lalu dia melihat rekam jejak media bahwa ibunya sedang melakukan hal yang tidak senonoh bahkan memfitnah lelaki lain sebagai ayah nya?
Apa anda tidak berfikir jika anak anda Perempuan akan seperti apa lelaki yang menyukainya dan keluarga calon suaminya jika melihat itu? Dan jika anak anda lelaki dan pada posisi mas Bram bagaimana hati anda sebagai perempuan yang melahirkannya?"
"Saya tidak perduli! saya hanya mau Bram menikah dengan saya maka saya akan dengan sangat mudah mengeluarkan dia dari belenggu hukum!"
"Seorang yang menyebarkan virus sudah pasti memiliki anti virus itu. Maka aku yakin anda yang menyebarkan video itu dengan memperalat orang lain. Dan anda bermain cantik dengan seolah anda korban disini?"
Selidik Ayra.
"Ternyata kamu gadis yang pintar. Ya aku merencanakan ini semua dan kamu akan sangat terkejut jika tahu siapa yang memberi ide gila ini pada ku. Hehehe."
Ayra tersenyum bahagia saat kalimat itu meluncur begitu jelas dari mulut model cantik dan terkenal di dunia permodelan tanah air dan luar negeri itu.