
Pagi itu, ketiga anak Pak Erlangga ikut melakukan perjalanan Umroh. Dan Ayra hanya satu-satunya menantu yang ikut. Bahkan Ammar, Qiya dan Ibrahim beserta Intan ikut dalam perjalanan Umroh itu.
Laila akan membuat keputusan apa yang akan ia lakukan kedepan setelah pulang dari tanah suci, apakah terjun ke dunia politik atau tetap bergerak di komunitasnya dan organisasi yang telah memberikannya banyak ilmu sedari duduk di bangku kuliah.
Ia dan Bram sudah mendaftar untuk ibadah Haji. Hanya saja mereka masih menunggu daftar tunggu yang beberapa tahun lagi. Pak Erlangga memilih paket perjalanan selama 14 hari untuk umroh ketiga nya ini. Namun bagi Ayra ini adalah yang pertama. Dan Untuk Bram ini adalah yang kedua.
Dalam perjalanan Umroh itu. Selama di Mekkah, Ayra merasakan sesuatu yang berbeda. Dia merasa Mekkah seperti suasana siang di Indonesia. Saat berada dihadapan Ka'bah, ia Menangis di depan Ka'bah.
Ayra yang sudah tak mampu membendung rasa bahagia di hatinya saat ia bisa menginjakkan kakinya ke tanah suci. Terlebih hal itu bersama Suami dan anak-anaknya. Ayra terharu, Dia menangis tersedu saat melakukan tawaf.
Meskipun jemaah umroh yang sedang tawaf, Bram dan Ayra menunggu Askar mengamankan lokasi Multazam khusus untuk rombongan mereka.
Ayra pun dengan mudah merengkuh Kabah. Ayra tempelkan tubuhnya di dindingnya. Ayra dengan menahan Isak tangis. Ia menciuum kiswah seraya merentangkan kedua tangan dan 10 jari menyentuh kain penutup Kabah. Ayra berdoa di sana. Dengan berlinang air mata.
"Ya Allah. Jadikan keluarga ku Sakinah mawadah warahmah. Jadikan anak-anak keturunan ku, umat yang kelak akan membanggakan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam di hari akhir nanti. Dan kumpulkan kami di surga mu Rabb. Semoga umur kami di dunia ini bisa kami manfaatkan untuk kemanfaatan bagi agama, bangsa dan keluarga kami Rabb. Terimakasih atas setiap rezeki yang Engkau berikan Ya Allah. Aamiin."
Sebuah doa tulus dari lubuk hati Ayra. Ia yang terus belajar sedari kecil agar bisa menjadi orang yang berilmu. Karena Ilmu akan menjadi bekal terindah ketika dimana pun kita berada. Di masyarakat, di keluarga. Juga sebuah niat agar menjadi manusia yang bermanfaat dimanapun berada membuat Seorang gadis dan menjadi istri pun semakin memiliki pesona.
Sebuah Pesona yang dimiliki Ayra adalah hasil sinergi antara ikhtiar, Ridho dan doa dari orang tua dan juga Guru. Ayra sedari masih di bangku sekolah, ia hanya fokus mencari ilmu, fokus mengabdi pada sang guru. Sehingga keridhoan itu datang. Sebuah keberkahan di dapat Ayra, ia dengan mudah mempelajari banyak hal. Doa orang tuanya selagi di dalam kandungan hingga ia lahir kedunia. Mempermudah pesona itu mulai tertanam dalam diri Ayra. Namun pesona itu muncul kala ia menikah dengan Bram.
Satu metode dakwah yang Kyai Rohim dan Umi Laila ajarkan kepada anak-anak dan santrinya. Bahwa Islam itu ramah bukan marah. Islam itu merangkul bukan memukul, membuat Pesona Ayra hadir di keluarga Pak Erlangga. Bahkan kecerdasan, kemapanan ekonomi Ayra ia masih gunakan untuk kemanfaatkan. Ia masih terus berjuang untuk agama, keluarga dan bangsa di saat mungkin ibu-ibu lain hanya merasa bahwa waktunya melelahkan mengurus rumah tangga.
Sedangkan Bram, ia yang belum menjalankan syariat agamanya. Tanpa disadari hasil setiap bulan dari perusahaannya yang ia berikan kepada anak yatim membuat hatinya di lembutkan oleh Allah. Ia yang selalu patuh dan taat pada sang Ibu. Rasa cinta yang begitu besar untuk sang ibu. Tanpa ia sadari ia mendapatkan gadis yang nyaris sempurna. Bahkan membawanya menjadi lebih baik lagi menjalankan syariat agama.
Tidak ada kebahagiaan yang akan Ayra dapatkan kalau ia hanya sibuk mencari kesalahan Bram di awal pernikahannya. Tidak akan ia mendapatkan cinta Bram jika saat badai datang di rumah tangganya ia justru meninggalkan Bram seorang diri. Tidak akan dicapai kesusksesan suami jika istri tak memberikan ketenangan hati di dalam rumah tangganya.
Semua orang bisa menjadi Ayra. Yang Sulit adalah mempersiapkan atau melewati proses agar bisa menjadi Ayra. Karena itu tidak mudah dan tidak seindah mata melihat karakter Ayra yang telah di penuhi pesona.
...~The End~...
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pertama izinkan author mengucapkan terimakasih kepada kalian semua Readers Setia Pesona Ayra Khairunnisa.
Tanpa pembaca setia siapalah Auhtor. Buat kalian yang dari awal mensupport karya ku, yang masih banyak kekurangan ini. Terdapat typo disana dan sini. Namun kalian masih tetap support Author. Terutama buat kalian yang dukung, saat Ayra masih sepi pembaca. Saat Masih belum sering nongol di beranda.Buat semua pembaca yang ga bisa aku sebutkan satu persatu. Aku ucapkan terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
Kedua, izinkan aku mengucapkan terimakasih kepada Noveltoon terutama kak Stefani di kelas karena sudah memberikan materi di kelas Basic Pemula Satu.
Ketiga, Suami ku yang selalu support aku. Yang awalnya kasih saran untuk bikin novel Ayra ini. Dan selalu menemani proses penulisan ini. Dari malam, siang, sore. Sungguh tanpa Ridho suami tercinta mungkin apa yang aku lakukan ini tak akan di permudah ide-ide untuk menulis. Terimakasih untuk cinta yang begitu besar buat istri mu yang sebutir debu ini 🥰🥰🥰.
Dan teruntuk guru ku. Sungguh siapalah kami tanpa bimbingan mu wahai guru. Sungguh hanya cinta yang kami miliki. Dari dirimu wahai guru kami dapat menjalankan syariat agama. Kami dapat mengenal seperti apa akhlaknya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Karena jika ada semboyan kembali ke Al Qur'an dan Sunnah bukan mengikuti ulama. Maka kami yang umat di akhir zaman ini, Kami butuh bimbingan dari para ulama kami, guru kami. Karena kami ini fakir, fakir ilmu. Tanpa para ulama/ guru bagaiamana diri ini beribadah dan mengenal rosul.
Ke empat. Kepada Kak Shasavinta ❤️ Kamu adalah orang pertama yang bimbing aku, yang mau berbagi ilmu pada aku yang masih newbie di Noveltoon. Yang selalu jawab setiap pertanyaan aku sampe detail. Yang ngajarin aku GC. jika di Agama aku punya seorang guru. Dirimu guru pertama aku di Noveltoon ini kak ❤️. Silahkan mampir ke karya beliau (Menikahi Pembunuh Kekasih ku). Sukses selalu untuk dirimu kak Shasavinta.
Buat kalian pembaca Ayra yang selalu japri aku, aku ucapkan terimakasih. Mudha2an tetap bisa jaga silahturahim melalui media ini.
Aku cuma pesan satu juga buat diriku. Terus berjuang dan belajar. Mumpung masih ada waktu, mumpung masih muda, sehat. Mumpung jiwa belum terpisah dari badan.
Buat yang belum ketemu jodoh. Terus perbaiki kualitaa diri untuk memantaskan diri dengan jodoh yang diharapkan. Yakinlah jodoh tak akan tertukar.
Terakhir, Author hanya manusia biasa yang tak luput dari salah, khilaf. Maka dari itu apabila ada yang salah mohon dikoreksi. Dan jika ada kata tidak pantas, cerita yang tak pantas diambil hikmahnya. mohon diabaikan. Semoga kita bisa belajar banyak dari tokoh Ayra Khairunnisa ini. Author pribadi banyak belajar selama menulis novel ini lewat tokoh Ayra.
Berat hati berpisah dengan Ayra. Tapi apalah daya suatu pertemuan pasti ada perpisahan.
Jangan lupa bahagia untuk para istri dimanapun kalian berada. Kunci bahagia rumah tangga salah satunya ibu atau istri yang bahagia. Semoga kita bisa menjadi salah satu faktor suksesnya suami, anak dan bahagia nya mereka. Dan semoga rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Aamiin Allaahumma Aamiin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
...#Silahkan ke Pesona The Twins, kisah cinta Ammar dan Qiya. 🙏🙏🙏🙏#...
...~SebutirDebu~...
Note.
Silahkan mampir ke karya ku yang lain.
Pesona The Twins(tamat)
Laila Untuk Kang Rohim(otw tamat)
The Tears Of Wedding (on going)
Berujung Cinta (tamat)
Because, I'm Your Wife (tamat)
love of Bad Boy (on Going)
Istri yang dianggap buta (otw ending)
Belenggu Cinta Istri Gila (on going ending)