Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Menguak Masa Lalu


“Gina! Lepaskan Nadine”teriak Devara penuh kemarahan


Gina yang melihat Devara juga ada di villa itu kaget setengah mati. Apalagi ada Ayra dan Daniel juga. Gina segera melepaskan Nadine dan berlari ke arah Devara, mencoba membela diri.


“Dev..aku dijebak. Semua ini adalah perangkap mereka bertiga. Aku tak bersalah. Kau harus percaya padaku”rengek Gina sambil merangkul lengan Devara.


Devara yang sudah mengetahui semua kejahatan dan kebusukan Gina, memandang jijik ke arah Gina, dan menghempaskan tangan Gina dengan kasar.


“Jangan sentuh aku! Aku tak sudi disentuh gadis murahan dan jahat sepertimu”ucap Devara ketus


“Apa maksudmu Dev? Aku tak bersalah. Semua ini hanyalah perangkap mereka. Percayalah padaku”rengek Gina.


Tiba-tiba kak Arga datang bersama beberapa pengawal membawa Felix dan Angel di tengah-tengah mereka. Felix yang sudah babak belur dihajar anak buah Devara, diseret menuju ruangan tengah tempat mereka berkumpul.


Gina yang menyadari sudah terpojok, tanpa pikir panjang segera mengeluarkan pisau lipat yang ada di tasnya dan berlari ke arah Nadine sambil mengarahkan pisau lipat itu di leher Nadine.


“Mundur kalian semua..kalau tidak aku akan membunuh Nadine”bentak Gina membuat semua orang mundur.


“Kakak..tolong hentikan semua ini. Jangan membuat masalah menjadi semakin runyam. Kak Dev sudah tahu semuanya. Hentikan kak!”rengek Angel pada kakaknya


“Kau sudah gagal total. Cepat menyerah! Kalau tidak, aku akan membuatmu, Felix, Angel dan keluargamu menanggung semuanya. Ini peringatan dariku! Kalau kau masih ingin hidup sebaiknya kau hentikan semuanya sekarang juga Gin..sebelum aku berubah pikiran”ucap Devara dengan tegas serta tatapan dinginnya yang membunuh.


Gina yang melihat sudah tak ada jalan keluar lagi bagi dirinya, akhirnya terkulai lemas. Gina menyadari jika Devara sudah membalas dendam, bukan hanya dirinya Felix atau Angel yang akan di “habisi” tapi keluarganya pasti akan menerima balasan dari perbuatan yang sudah dilakukannya.


Daniel segera menarik Nadine dari cengkeraman Gina, lalu memeluk kekasihnya itu.


“Kau tak apa-apa?’tanya Daniel pada Nadine


Nadine yang sempat syok karena berada dalam ancaman Gina hanya menganggukkan kepalanya.


“Syukurlah”ucap Daniel lalu memeluk kekasihnya


Gina melihat sekelilingnya. Dengan kaki yang masih lemas, Gina berusaha berdiri.


Tiba-tiba,


“Doooorrr”


“Devaraa”


Terdengar suara tembakan. Felix berhasil merebut sebuah pistol dan ditembakkan ke arah Devara. Tembakan itu sedikit meleset mengenai lengan Devara, hingga darah mengucur dari lengan Devara. Ayra yang melihat Devara terluka segera menghampiri Devara. Tetapi pistol Felix malah diarahkan pada Ayra, membuat Devara dengan cepat berdiri di depan Ayra menghalanginya.


“Jangan ada yang bergerak! Kalau tidak aku akan menembak mereka berdua”ancam Felix pada pengawal Devara.


Gina yang melihat Devara terluka, malah berteriak pada Felix.


“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau melukai Devaraku?”bentak Gina


“Ini semua tak akan terjadi, jika saja Devara mati”ucap Felix


“Kau sudah gila..turunkan senjatamu. Aku bilang turunkan senjatamu”perintah Gina


Melihat situasi yang sedikit lengah, dua pengawal Devara yang tepat berada di belakang Felix segera melumpuhkan Felix. Mereka berhasil merebut kembali senjata yang dipakai Felix.


“Kau berdarah..kita harus ke rumah sakit sekarang”pinta Ayra panik


Devara yang berada di dekat Ayra segera memeluk gadis pujaan hatinya itu tanpa memperdulikan lengannya yang berdarah.


“Syukurlah kau selamat”ucap Devara


“Maafkan aku”ucap Devara tulus membuat Ayra menitikkan air mata.


Pengawal Devara segera mengeluarkan Gina, Felix dan Angel dari villa atas perintah kak Arga. Meninggalkan mereka berempat di dalam villa.


Kini Ayra duduk di sofa ruang tengah di depan Nadine sambil memegang tangan Nadine.


“Maaf Ay..selama ini aku merahasiakan semuanya darimu”ucap Nadine


“Sejak kapan kau tahu bahwa kak Aldo adalah lelaki yang ditabrak Gina?”tanya Ayra


“Sejak awal, aku tahu kak Nadya punya pacar bernama Aldo. Teman sesama pertukaran pelajar ke Jepang. Tapi aku tak tahu bahwa kak Aldo adalah kakakmu. Aku baru tahu, ketika aku main ke rumahmu pertamakali. Saat melihat foto keluargamu. Dari situ aku tahu, kak Aldomu adalah pacar kak Nadya yang meninggal akibat kecelakaan yang dilakukan Gina”ungkap Nadine


“Karena Ayahmu yang melarangku memberitahumu”ucap Nadine


“Ayah? Apa Ayahku juga tahu masalah ini?”tanya Ayra


Nadine mengangguk pelan.


“Di hari pertama aku main ke rumahmu, disitulah aku bertemu Ayahmu. Sebelumnya kami pernah bertemu, ketika Ayahmu sempat menginterogasiku. Rupanya alasan Ayahmu pindah kemari adalah untuk menyelidiki sebab kematian kakakmu”


Nadine mulai menceritakan pada Ayra awal mula pertemuannya dengan Ayah Aldi. Rupanya Ayah Aldi sengaja pindah ke kota itu, untuk menyelidiki sebab kematian putra kesayangannya. Ayah tak percaya, putra kebanggaannya itu meninggal disebabkan karena mengendarai motor dengan kecepatan tinggi.


*


*


*


*


Flashback On


Di sebuah bandara,


Seorang gadis cantik yang baru saja keluar dari bandara, terlihat menelpon seseorang.


“Kau dimana?”tanya Nadya di telepon pada Aldo pacarnya


“Din..din”


Aldo yang sudah menunggu kedatangan Nadya, membunyikan klakson motornya. Nadya yang melihat Aldo datang, segera menghampiri lelaki muda yang jauh-jauh dari luar kota untuk menjemputnya. Nadya sangat senang karena setelah beberapa bulan menjalani LDR (Long Distance Relationship) akhirnya Nadya bisa bertemu Aldo yang datang menjemputnya di bandara.


“Kau sudah lama?”tanya Nadya


“Belum..naiklah”pinta Aldo sambil mengenakan helm pada Nadya


Aldo segera mengendarai motornya menuju rumah Nadya. Mereka yang sudah sangat merindukan satu sama lain, berpegangan dengan sangat erat. Nadya juga melingkarkan tangannya di pinggang Aldo.


Sampai di depan rumah, Aldo segera memarkirkan motornya.


“Apa kau akan segera pulang?”tanya Nadya


“Masuklah kedalam..orangtuamu sudah menunggu”pinta Aldo


Tak jauh dari tempat Nadya dan Aldo, Nadine yang memang menunggu kedatangan kakaknya berjalan menghampiri kakaknya. Baru beberapa langkah meninggalkan Aldo, mereka dikejutkan sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan sangat tinggi berjalan ke arah Nadya. Aldo yang melihat mobil itu tak mengurangi kecepatannya, tahu bahwa Nadya dalam bahaya, segera berlari ke arah Nadya, lalu mendorongnya dengan sekuat tenaga.


“Brakkkkkk”


Kecelakaan pun tak dapat dihindarkan. Aldo tertabrak mobil dan terpental sejauh beberapa meter hingga berguling-guling di tanah. Sementara mobil yang menabraknya, terbalik dengan pengemudinya masih berada di dalamnya.


Nadine yang menjadi saksi satu-satunya dari kecelakaan itu, terlihat sangat syok. Nadya yang didorong dengan sangat keras oleh Aldo juga pingsan tak sadarkan diri. Aldo yang terluka parah dengan darah bercucuran menatap gadis pujaan hatinya. Tangannya ingin meraih Nadya tapi tak bisa. Aldo pun meninggal di tempat.


Ayah Nadine yang datang beberapa saat kemudian segera mengantar Nadya dan Gina yang berada di dalam mobil ke rumah sakit. Sementara Nadine yang masih syok disembunyikan dalam rumah. Aldo yang sudah meninggal di antar ambulance ke rumah sakit yang sama dengan Nadya.


Ayah Nadine yang tak ingin anaknya ikut diusut dalam kecelakaan itu akhirnya memerintahkan anak buahnya menghapus semua rekaman CCTV di sekitar rumahnya. Dia juga memberikan kesaksian bahwa Aldo yang sudah memulai kecelakaan itu. Tanpa pernah menyebut nama Nadya maupun Nadine dalam kasus itu.


Flashback Off


*


*


*


*


Setelah kejadian di villa Nadine, Devara benar-benar membuat Gina Felix dan Angel menyesali perbuatannya telah mengusik kehidupan seorang Devara Alexander. Gina dan Angel dikirim Devara ke Amerika dan dilarang kembali ke Indonesia. Sementara Felix, dikembalikan ke Melbourne. Felix juga dilarang kembali ke Indonesia.


Devara juga menjebloskan ayah Gina dan Angel ke penjara karena dugaan penggelapan dana proyek perusahaannya dengan perusahaan BUMN.