Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Final Episode : Happy Ending


Kedua pasangan pengantin baru itu kini sudah siap berangkat menuju hotel tempat perhelatan resepsi pernikahan keduanya. Acara yang dilaksanakan di salah satu hotel megah milik keluarga Alexander akan dihadiri oleh tamu-tamu terhormat. Sesampainya di hotel, Ayra langsung diarahkan menuju kamar presidential suite yang berada di lantai teratas untuk dirias terlebih dahulu oleh penata rias andalan keluarga Alexander.


“Nona cantik sekali”puji penata rias setelah merias Ayra


Wanita muda tomboy yang jago beladiri itu kini menjelma bak seorang ratu. Ayra terlihat sangat cantik dalam balutan gaun pengantin ballgown yang sudah dipilihkan Devara beberapa waktu yang lalu saat fitting gaun pengantin. Tampilan Ayra juga nampak anggun, dengan riasan make up yang walaupun lumayan tebal, namun sangat pas di wajah cantik Ayra. Rambut indahnya pun dibiarkan tergerai dengan aksen bergelombang.


“Terima kasih”ucap Ayra tulus sambil tersenyum.


Devara yang sudah siap dengan setelan jas putih senada dengan gaun yang dikenakan Ayra, memasuki kamar presidential suite yang dipakai Ayra dengan langkah penuh wibawa. Penampilan Devara juga sangat tampan dengan rambut yang ditata rapi oleh penata rias. Devara melangkah masuk dengan penuh percaya diri. Membuat pegawai butik dan penata rias yang ikut berada di dalam kamar, terbius dengan pesona seorang Devara Alexander.


“Oh..jadi itu pangeran keluarga Alexander”bisik pegawai penata rias pada temannya yang berdiri di sampingnya saat Devara melewati mereka.


“Iya”jawab temannya sambil berbisik takut ketahuan.


“Wajahnya begitu tampan. Mereka benar-benar pasangan yang serasi ya?”tanya pegawai itu lagi pada temannya.


“Benar sekali. Nyonya muda benar-benar wanita yang beruntung ya, bisa mendapatkan suami setampan dan sempurna seperti tuan muda Alexander”sahut temannya lagi masih dengan berbisik.


Saat memasuki kamar, Devara dibuat terpesona dengan kecantikan sang istri. Devara yang sedang merapikan kancing kemejanya bahkan menghentikan langkahnya dan mematung beberapa saat dengan senyum lebar di bibirnya, menatap penuh cinta pada wanita yang sudah resmi menjadi Nyonya Devara Alexander.


Tatapan mata Devara yang menatapnya dengan penuh kelembutan berhasil membuat Ayra salah tingkah. Ayra bahkan menggigit bibir bawahnya saking gugupnya.


“You look so beautiful today”puji Devara sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping Ayra.


Ayra spontan berusaha melepaskan diri dari pelukan Devara.


“Dev..jaga sikapmu! Disini banyak orang”ucap Ayra sambil menatap sekelilingnya.


Ada beberapa orang yang berada di kamar tersebut. Mereka adalah bodyguard dan pegawai penata rias yang bertugas menyiapkan penampilan Ayra dan Devara. Para pegawai itu terlihat tersipu malu melihat pemandangan mesra sepasang suami istri yang sedang bermesraan di depan mata mereka.


Devara yang diperingatkan Ayra, menoleh ke sekelilingnya tanpa melepaskan tangannya yang masih melingkar erat di pinggang Ayra.


“Kalian semua bisa keluar sekarang!”perintah Devara dengan tegas


Satu per satu bodyguard dan pegawai penata rias, meninggalkan kamar super mewah yang adalah kamar khusus bagi keluarga Devara. Semua orang undur diri untuk memberikan ruang pada pasangan pengantin baru itu.


Setelah semua orang pergi, tinggallah Ayra dan Devara berdua di kamar. Devara menatap lekat manik mata Ayra. Sementara Ayra tersipu malu menatap sang suami.


“Kenapa menatapku seperti itu?”tanya Ayra


“Memang ada yang salah dengan mataku? Aku sedang menikmati kecantikan istriku sendiri. Apa aku salah?”goda Devara


“Tapi ga gitu juga lihatnya Dev..aku kan jadi malu”jawab Ayra malu-malu


Devara tersenyum melihat Ayra yang salah tingkah.


“Kemana gadis pemberani yang semalam sudah menggodaku?”goda Devara


“Sudah hentikan! Ayo kita keluar sekarang!”ajak Ayra begitu merasakan Devara melonggarkan tangannya yang melingkar di pinggangnya.


Ayra mencoba mengalihkan pembicaraan karena Ayra memang malu. Malu pada dirinya sendiri yang sudah menggoda Devara semalam. Hingga akhirnya keduanya malah berakhir merajut asmara sampai langit ketujuh.


“Memalukan! Bagaimana bisa aku seberani itu semalam? Aahhh..aku benar-benar malu”gerutu Ayra dalam hati sambil beranjak ke arah pintu keluar.


“Hei..kau mau kemana?”tanya Devara sambil menarik tangan sang istri yang sudah berjalan di depannya.


“Tentu saja ke ballroom. Keluarga kita semua sudah menunggu di sana”jawab Ayra.


Devara mengarahkan tangan Ayra untuk melingkar di lengannya.


“Kita pergi bersama”ajak Devara


Ayra menganggukkan kepalanya dan mulai berjalan mengikuti langkah Devara. Keduanya keluar kamar berdua lalu berjalan menuju lift khusus untuk mereka.


“Ingat sayang..jika nanti kau lelah, katakan padaku. Kau mengerti?”perintah Devara sambil menatap wajah cantik Ayra.


“Aku tak mau jika sampai kau kelelahan”lanjut Devara.


“Bilang saja kau takut tidak kebagian “jatah””gerutu Ayra sambil memanyunkan bibirnya.


Devara tertawa melihat Ayra yang kesal. Karena selain takut Ayra kelelahan dengan rangkaian acara resepsi nanti, Devara memang takut tidak kebagian “jatah”. Karena bagi Devara sekarang, Ayra adalah candu yang membuatnya selalu menginginkannya. Karena kini wanita itu adalah miliknya. Miliknya seutuhnya.


“Ting”


Pintu lift terbuka. Devara dan Ayra melangkah keluar dari lift. Lorong menuju ballroom benar-benar telah dihias dengan sangat indah. Lebih indah dari resepsi pernikahan Catherine dan Arga beberapa bulan yang lalu.


Ayra yang melihat dekorasi lorong menuju ballroom tempat acara resepsi pernikahannya bahkan tak bisa berhenti mengagumi keindahan yang terpampang di depan matanya. Sambil berjalan, Ayra terus tersenyum dengan lebar melihat Devara menepati janjinya dengan menggelar resepsi pernikahan yang lebih megah dan mewah dibandingkan resepsi kakaknya.


Ayra menatap lelaki pemilik hatinya dengan mata berbinar-binar. Penuh pancaran kebahagiaan. Keduanya berjalan berdampingan menuju ballroom yang sudah ramai dengan para undangan yang mulai berdatangan. Jejeran tamu-tamu dengan berpakaian jas formal, dan gaun-gaun yang indah.


Seorang MC di dalam ballroom sudah memulai membuka acara resepsi pernikahan. Ayra dan Devara berdiri di luar ballroom bersama dengan keluarga besarnya. Para bodyguard dengan penampilan serba hitam, setelan jas hitam,  kaca mata hitam, tampak mengawasi di sekeliling ballroom. Beberapa tampak berkomunikasi menggunakan earphone kecil yang terpasang di telinga mereka.


Ketika MC sudah mempersilahkan masuk, dua bodyguard Devara membukakan pintu ballroom untuk kedua mempelai pengantin baru itu.


Ayra dan Devara berjalan beriringan memasuki ballroom, diiringi tepuk tangan para tamu undangan. Ayra berjalan sambil melingkarkan tangannya di lengan Devara. Ayra dibuat tercengang melihat kemewahan dan kemegahan dekorasi ballroom resepsi pernikahannya. Di langit-langit ballroom tampak hiasan bunga yang menjuntai. Hiasan bunga segar juga memenuhi ballroom. Hingga membuat Ayra berasa di dunia dongeng melihat betapa indahnya dekorasi di ballroom tersebut.


“Dev..ini bagus banget”puji Ayra sambil matanya menikmati pemandangan indah di depan matanya.


Hiasan lampu juga bergelantungan di langit-langit ballroom berpadu dengan hiasan bunga-bunga segar. Sementara sepanjang jalan menuju pelaminan, di kanan kiri panggung menuju pelaminan, bunga-bunga segar dirangkai sangat indah. Cahaya lampu bersinar terang membuat ruangan ballroom terlihat bercahaya dan terlihat sangat terang.


Devara tersenyum melihat wajah Ayra yang terpesona dengan keindahan dekorasi ballroom. Devara merasa bangga bisa memberikan kejutan pada Ayra, wanita yang sangat dicintainya.


“Kau suka?”tanya Devara sambil terus berjalan menuju pelaminan


“Suka banget..ini benar-benar luar biasa Dev”sahut Ayra dengan mata berbinar-binar.


Meja kursi tamu undangan ditata dengan rapi. Meja bundar dengan beberapa kursi yang melingkar di sekelilingnya. Meja kursi dibalut dengan kain putih. Di atas meja tertata peralatan makan bagi masing-masing tamu undangan. Di atas meja juga dihias lampu dan buket bunga segar.


Semua tamu undangan yang hadir juga terkagum-kagum melihat kemegahan dan kemewahan dekorasi resepsi pernikahan keluarga Alexander. Sebagai salah satu keluarga terkaya di Indonesia, mereka pun memaklumi jika resepsi pernikahan putra kedua Brandon Alexander digelar sangat mewah dan megah. Terlebih Devara adalah penerus pimpinan perusahaan Alexis Global Corp. milik keluarga Alexander.


Ayra dan Devara menerima ucapan selamat dari para tamu undangan yang merupakan orang-orang penting. Mereka adalah para pejabat pemerintahan, kolega bisnis Brandon Alexander, kolega dari papa Aldi dan keluarga Ayra. Senyuman indah terus terukir di wajah keduanya.


Rangkaian demi rangkaian acara dilewati dengan sangat lancar. Di akhir acara pernikahan, Devara mengajak Ayra turun dari pelaminan. Devara mengulurkan tangannya pada Ayra, membuat Ayra keheranan. Ayra menyambut uluran tangan Devara sambil terus menatap Devara.


“Kamu mau ngapain Dev?”tanya Ayra begitu keduanya sampai di panggung para penyanyi yang memeriahkan acara.


“I'll sing this song for you”ucap Devara


Devara mulai mencoba gitar yang ada di tangannya sambil berusaha mencari nada yang pas. Dan setelah nadanya pas, Devara mulai menyanyikan sebuah lagu untuk Ayra. Sebuah lagu cinta mengalun indah dari mulut Devara. Diiringi band pengiring acara, Devara menyanyikan sebuah lagu berjudul Give Me Your Forever milik Zack Tabudlo yang saat ini sedang viral.


Do you remember


When we were young you were always with your friends


Wanted to grab your hand and run away from them


I knew that it was time to tell you how I feel


So I made a move, I took your hand


My heart was beating loud like I've never felt before


You were smiling at me like you wanted more


I think you're the one I've never seen before


I want you to know


I love you the most


I'll always be there right by your side


'Cause baby, you're always in my mind


Just give me your forever (give me your forever)


I want you to know


That you'll be the one


And I'll be the guy who'll be on his knees


To say I love you


And I need you


And say I'd die for you (just give me your forever)


I never knew


It would be possible


For you to be with me


'Cause you loved someone else back in '73


I was so jealous seeing you with him


Oh baby, I know that I can treat you better back in those nights


Oh, you wouldn't cry from his stupid lies


Oh baby, I was there watching wishing you to be mine


I want you to know


I love you the most


I'll always be there right by your side


'Cause baby, you're always in my mind


Just give me your forever (give me your forever)


I want you to know


That you'll be the one


And I'll be the guy who'll be on his knees


To say I love you


And I need you


And say I'd die for you (just give me your forever)


Do you remember


I was on the aisle


Waiting for you, babe


Saw you in your gown


I was crying all my tears


I told myself that you are the one


(You are the one)


Ayra mendengarkan lantunan lagu yang dinyanyikan oleh Devara dengan penuh kebahagiaan. Devara juga menyanyikan dengan penuh penghayatan. Devara menyanyi sambil menatap istri tercintanya dengan senyum yang terus terukir di wajah tampannya.


Selesai menyanyikan lagu, Devara mendekati Ayra dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Ayra.


“I love you Amayra Griselle Fredella”ucap Devara sambil menatap Ayra


“I love you too Devara Alexander”sahut Ayra sambil tersenyum menatap wajah tampan Devara.


Devara mengecup bibir merona Ayra dengan penuh cinta. Diiringi tepuk tangan para tamu undangan yang ikut bahagia dengan kebahagiaan kedua pasangan pengantin itu.