Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Malam Istimewa


📛 PERINGATAN📛


Part ini khusus untuk yang sudah menikah.


Bagi yang belum menikah silahkan diskip.


💐💐🌷🌷🌷🌷💐💐🌷🌷🌷🌷💐💐🌷🌷🌷🌷


Malam pun semakin larut. Kedua manusia yang sedang dimabuk cinta semakin tenggelam dalam kebahagiaan yang menaungi keduanya. Merasakan cinta yang begitu besar dari pasangannya. Membuat keduanya sangat bersyukur memiliki pendamping hidup yang sangat dicintai dan mencintainya.


Setelah berdansa hampir satu jam lamanya, Ayra mulai merasakan kakinya yang kelelahan. Ayra menatap sang suami dengan wajah memelas.


“Kamu kenapa? Capek?”tanya Devara


Ayra mengangguk pelan sambil memasang wajah imutnya membuat Devara tergelak melihat ekspresi sang istri yang sangat menggemaskan. Tanpa komando, Devara langsung membopong Ayra ala bridal style. Membuat Ayra kaget hingga memukul pelan dada Devara.


“Kamu mau ngapain Dev? Aku bisa jalan sendiri”seru Ayra sambil memukul dada bidang sang suami.


“Sudah diamlah! Apa kau ingin semua orang kemari?”gertak Devara pada Ayra


Ayra langsung menutup mulutnya dengan satu tangannya. Karena dia juga tak ingin membuat para pelayan dan bodyguard menghampiri keduanya. Devara menatap sang istri sambil tersenyum.


Kaki-kakinya melangkah menuju ke kamar sambil terus membopong sang istri. Ayra melingkarkan kedua tangannya di leher Devara dengan malu-malu. Jantung Ayra berdetak semakin tak karuan mengingat malam ini adalah malam pertama mereka menjadi sepasang suami istri.


Bayangan malam pertama pengantin baru bergentayangan di kepala Ayra. Membuat badan Ayra mendadak panas dingin hanya dengan membayangkannya saja. Sesekali Ayra mencuri pandang melirik pada Devara yang tampak santai masih membopong dirinya menuju ke kamar.


“Kenapa dia kelihatan begitu santai? Apa dia tidak berdebar-debar sepertiku?”gumam Ayra dalam hati


“Sebentar lagi”gumam Devara dalam hati sambil menarik sudut bibirnya.


Devara menoleh ke arah Ayra. Ketika tatapan mata keduanya bertemu, Ayra langsung mengalihkan pandangannya. Devara tersenyum melihat kelakuan istrinya yang sedang salah tingkah.


“Apa yang nanti akan terjadi? Ahhh..aku benar-benar tak suka dengan situasi ini. Andai saja hari langsung berganti pagi”harap Ayra dalam hati


Saat ini Ayra benar-benar gelisah dan gundah gulana. Setiap pengantin wanita pasti akan mengalami kegelisahan yang sekarang sedang dialami oleh Ayra. Gelisah karena malam ini Ayra akan menyerahkan “miliknya yang paling berharga” pada lelaki yang sangat dicintainya yang sudah berstatus sebagai suami sahnya.


Semakin mendekati kamar pengantin, kamar keduanya, jantung mereka berdetak semakin tak terkendali. Seakan jantung itu akan melompat keluar dari tempatnya. Pasangan pengantin baru itu merasakan kegelisahan yang teramat sangat karena akan segera merasakan yang sering digaungkan orang-orang sebagai surga dunia.


Wangi aromaterapi dari lilin aromaterapi yang terpasang di beberapa bagian kamar, mengisi indera penciuman keduanya. Menimbulkan efek rileks dan santai. Persis seperti ketika mereka melakukan massage tadi sore.


Keduanya kini saling bertatapan dalam diam. Senyum terus terukir dari bibir keduanya. Sesekali Ayra menggigit bibir bawahnya karena gugup. Dengan perlahan Devara menurunkan Ayra. Keduanya kemudian berdiri saling berhadapan. Menyelami rasa cinta yang semakin meluap-luap dalam hati. Dengan perlahan Devara melepaskan sanggul modern sang istri. Membuat rambut Ayra tergerai dengan indahnya.


Ayra hanya mematung menerima setiap perlakuan dari Devara. Karena Ayra sadar sepenuhnya bahwa momen ini adalah momen yang tak kan mungkin bisa dihindari keduanya. Penyatuan jiwa antara dua insan yang saling mencintai yang sudah terikat dalam ikatan pernikahan.


Devara mendekatkan tubuhnya perlahan ke arah Ayra. Hingga tubuh keduanya tak lagi berjarak. Dengan penuh kasih Devara mengecup kening Ayra. Sementara Ayra memilih memejamkan matanya kala Devara mengecup keningnya. Kecupan yang kemudian semakin turun hampir ke seluruh wajah Ayra. Jangan tanyakan deru nafas dan detak jantung keduanya yang ikut mengiringi. Seakan keduanya baru memulai pertandingan sepakbola belasan jam.


Saat menatap bibir lembut Ayra, Devara sesekali menyentuh ujung bibir sang istri. Membuat gairah Devara semakin tak terbendung, ingin segera merasakan kelembutan itu. Keduanya bertatapan sejenak. Kemudian detik berikutnya, Devara semakin mendekat hingga ciuman antara keduanya terjadi. Ciuman mesra yang hangat. Ciuman penuh kasih dan cinta luapan emosi keduanya selama ini. Keduanya saling berbalas ciuman hangat itu. Diiringi deru nafas yang berkejaran. Detak jantung keduanya juga semakin tak beraturan. Tubuh mereka juga terasa semakin panas dan panas saja.


Devara melepaskan ciuman diantara keduanya lalu menatap Ayra yang juga membuka mata sesaat kemudian. Kali ini Devara berdiri di belakang sang istri kemudian memeluk wanitanya dari belakang. Devara menciumi leher dan bahu Ayra yang terbuka. Membuat Ayra semakin terbuai dalam setiap sentuhan dan perlakuan Devara pada tubuhnya.


Dengan perlahan Devara menarik turun tali yang melingkar di bahu Ayra. Ayra yang merasa belum siap, segera melingkarkan kedua tangannya di depan dadanya. Devara yang menatap punggung mulus sang istri kemudian mulai memainkan jari jemarinya di punggung mulus itu. Membuat Ayra merasa kegelian hingga meliuk-liukkan tubuhnya. Ayra tak sadar, gerakan tubuhnya semakin membuat Devara ingin merengkuh wanita itu dalam kungkungannya.


Namun sekuat tenaga, Devara menahan dirinya karena tak ingin Ayra kaget dan menolak dirinya. Devara melakukan semuanya dengan sangat lembut. Sesekali Devara mengusap punggung Ayra bahkan memberikan massage di punggung tersebut. Membuat Ayra menutup matanya merasakan massage yang diberikan oleh Devara.


Devara mengusap lembut punggung itu. Dengan perlahan namun pasti Devara mulai menggerakkan tangannya untuk menggapai bagian dada Ayra yang terasa sangat menggoda. Devara dan Ayra sama-sama menutup matanya kala merasakan sentuhan Devara di bagian dada Ayra.


Devara mengusap bagian itu dengan sangat lembut. Devara seakan mendapatkan mainan baru. Devara memainkannya dengan gemas. Membuat Ayra dan Devara semakin merasakan desiran-desiran aneh yang menyeruak ke sekujur tubuh. Hawa panas semakin membara membakar jiwa.


Devara membalik tubuh Ayra dengan tatapan mata penuh cinta. Devara kembali mencicipi bibir lembut sang istri sambil tangannya berusaha melepaskan kain yang membalut tubuh Ayra. Setelah pertahanan terakhir Ayra terlepas, Devara juga mulai melepaskan satu per satu kain yang melekat di tubuhnya. Setelah itu, Devara segera membopong tubuh Ayra ke ranjang untuk memulai pergulatan panas di antara keduanya.


Penyatuan dua raga antara keduanya pun terjadi. Devara melakukannya dengan sangat lembut membuat Ayra akhirnya pasrah saja dengan semua perlakuan Devara pada dirinya. Karena pada kenyataannya tubuh Ayra meresponnya dengan sangat baik. Bahkan semakin menginginkan Devara melakukan yang lebih dari itu.


Suara-suara aneh terdengar jelas dari kamar pengantin baru itu seiring pergulatan keduanya. Peluh dan keringat membanjiri ranjang yang menjadi saksi ungkapan cinta keduanya. Meskipun Ayra merasakan nyeri yang teramat sangat di bagian pangkal pahanya namun tak menghentikan aktivitas penuh cinta keduanya.


Keduanya berpacu dengan waktu saat menikmati percintaan antara mereka. Merengkuh nikmatnya surga dunia bagi sebagian orang. Keduanya mencapai kli*maks secara bersamaan, membuat tubuh keduanya menggelinjang kemudian ambruk bersamaan. Devara merebahkan tubuhnya di samping tubuh Ayra. Dengan nafas yang terengah-engah setelah berhasil menembus pertahanan Ayra, dan menikmati “milik Ayra yang paling berharga”, Devara memeluk sang istri dan mengecup keningnya.


“I..love you..sayang” ucap Devara dengan terengah-engah


“I love..you too”sahut Ayra dengan terengah juga


Akhirnya keduanya tertidur sambil berpelukan. Ayra tertidur bersandar di dada bidang Devara. Sungguh pengalaman pertama yang sangat indah yang membuat cinta keduanya semakin menggelora.