
Devara yang berada di dalam ruang kerja, duduk berhadapan dengan sang papa. Kepala keluarga Alexander yang terkenal tegas. Namun dibalik sikapnya yang seperti itu, Brandon tetaplah seorang ayah yang sayang pada keluarganya. Meskipun sangat sibuk dengan pekerjaannya dan jarang berada di rumah, namun Brandon selalu memantau kehidupan putra putrinya.
“Bagaimana Dev? Kau menikmati pernikahanmu?”tanya Brandon
“Tentu saja pa”jawab Devara bangga
“Akhirnya kau membuktikan ucapanmu pada papa untuk menikahi wanita yang kau cintai”ucap Brandon
“Terimakasih papa sudah memberi kepercayaan padaku untuk menentukan sendiri wanita yang menjadi pendamping hidupku”
“Papa tak mungkin mengulangi kesalahan yang sudah papa lakukan pada kakakmu”jawab Brandon dengan wajah sendu.
Hatinya selalu merasa bersalah pada sang putri setiap mengingat kesalahannya di masa lalu.
“Karena sekarang kau di sini, papa ingin memberimu nasehat yang dulu juga disampaikan kakekmu pada papa”
“Apa itu pa?”tanya Devara penasaran.
“Dulu saat papa menikahi mommy-mu, kakek pernah berpesan pada papa. Dan sekarang papa sampaikan padamu. Anggap saja ini adalah warisan bagi para lelaki keluarga Alexander”ucap Brandon dengan tersenyum.
“Dengarlah Dev..Bagi seorang suami, kita harus bisa menjaga satu hal yang sangat penting bagi seorang wanita terutama seorang istri. Apa kau tau apa itu?”tanya Brandon
Devara mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Brandon kemudian menggelengkan kepalanya. Brandon tersenyum begitu melihat ekspresi wajah putra kebanggaannya.
“Baiklah papa akan katakan padamu. Bagi seorang suami, kita harus bisa menjaga satu hal yang sangat penting bagi seorang istri, yaitu menjaga hatinya. Karena seorang wanita itu memiliki hati seluas langit biru dan sedalam samudera. Mereka bisa berkorban dan merelakan diri mereka menderita demi keluarganya. Mereka sanggup menahan perihnya penderitaan hidup untuk kita, para suami”
Devara mendengarkan sang papa dengan seksama. Devara tampak menganggukkan kepalanya mendengar penuturan Brandon.
“Walaupun nampaknya sederhana tapi hati-hatilah dengan hati (perasaan) wanita. Sekali saja kau berbuat kesalahan pada mereka maka mereka bisa menyimpan kenangan itu seumur hidupnya. Kakekmu mengibaratkan wanita itu sebagai ahli sejarah”
“Ahli sejarah?”tanya Devara kebingungan.
“Benar sekali. Wanita adalah ahli sejarah paling handal di semesta ini. Sekali kau berbuat kesalahan pada mereka maka mereka akan mengingatnya seumur hidup mereka. Dan jika kita melakukan kesalahan yang sama, maka mereka pasti akan mengungkit-ungkit kesalahan kita di masa lalu”
Devara tergelak mendengar penjelasan Brandon.
“Pantas saja dulu Ayra susah memaafkan aku. Rupanya karena wanita mengingat terus kesalahan di masa lalu. Wahh..aku harus berhati-hati mulai dari sekarang”gumam Devara dalam hati
“Apa papa pernah melakukan kesalahan yang sama pada mommy?”tanya Devara penasaran
“Menurutmu? Papa dan mommy mu sudah bersama sejak kami masih berusia muda. Tentu saja papa pernah melakukannya. Padahal sejujurnya bagi kita, para lelaki, mungkin kesalahan itu hanya masalah sepele, tapi bagi mommy mu dan mungkin juga istrimu, masalah itu adalah masalah besar. Jadi papa benar-benar berpesan padamu Dev, berhati-hatilah mulai dari sekarang. Jaaangan pernah sekalipun menganggap sepele suatu masalah. Apalagi jika masalah itu menyangkut istrimu. Jika tidak, kau akan berakhir seperti yang papa rasakan”
Devara tertawa mendengar penjelasan Brandon. Keduanya tertawa bersama. Anak dan bapak itu tampak menikmati kebersamaan mereka.
“Aku tak menyangka jika mommy bisa juga membuat papa kewalahan”sindir Devara.
“Memang apa hukuman mommy pada papa waktu papa mengulangi kesalahan yang sama itu?”tanya Devara
“Tentu saja hukuman terberat bagi seorang lelaki”jawab Brandon membuat Devara mengernyitkan dahinya.
“Apa itu papa?”tanya Devara
“Papa harus “puasa” berhari-hari”jawab Brandon
Devara membelalakkan matanya mendengar jawaban papanya.
“What?! Puasa berhari-hari?!”gumam Devara dalam hati
“Mommy bisa melakukan itu pada papa?”tanya Devara pada Brandon.
Devara tak menyangka jika mommynya yang lemah lembut itu bisa membuat papanya harus “puasa”berhari-hari hanya karena melakukan sebuah kesalahan yang sama pada sang mama. Devara merinding saat membayangkan Ayra membuatnya harus ber”puasa” untuk tidak menyentuh wanitanya.
Devara menggelengkan kepalanya berharap bayangan mengerikan itu enyah dari dalam pikiran dan kepalanya.
“Gila! Hanya dengan membayangkannya saja aku bisa merinding. Mommy yang lemah lembut saja bisa membuat papa kewalahan. Tidak mendapat “jatah”berhari-hari. Apalagi wanita tangguh seperti Ayra yang marah. Bisa-bisa berminggu-minggu aku didiamkan. Atau malah aku harus berkelahi dulu dengan dia hanya supaya mendapat jatah. Ini tidak bisa dibiarkan!”gumam Devara dalam hati
“Jangan pernah menganggap remeh kemarahan seorang istri. Karena sekali mereka marah, nyawa kita taruhannya”ucap papa membuat kedua lelaki beda generasi itu mengelus dada.
“Kenapa pa?”tanya Devara pada sang papa
“Ternyata masih ada satu lagi yang harus kau ingat”ucap Brandon
“Apa itu pa?”tanya Devara penasaran
“Satu aturan supaya kehidupan rumah tanggamu selalu bahagia. Camkan baik-baik kata papa ini! Apapun yang terjadi, WANITA SELALU BENAR”jelas Brandon dengan penuh penekanan pada tiap kata-katanya.
Brandon juga mengucapkannya dengan ekspresi wajah yang sangat meyakinkan. Membuat putra kesayangannya itu terlihat sangat serius mendengarkan penuturan lelaki yang sudah membangun biduk rumah tangga puluhan tahun dengan mommy-nya.
“Jaaangan pernah membantah istrimu, terutama saat dia sedang marah. Jika kau tak mau rumah tanggamu berubah menjadi neraka dunia”pesan Brandon dengan ekspresi yang sangat meyakinkan.
“Kenapa bisa seperti itu pa?”tanya Devara
“Wanita jika sudah marah dan menumpahkan semua keluh kesahnya, bisa lebih mengerikan dari gunung meletus. Karena luapan emosi mereka benar-benar bisa menelan kita hidup-hidup dan membuat rumah tanggamu berubah haluan”
“Lalu apa yang papa lakukan supaya mommy tidak marah-marah?”selidik Devara.
“Nah, kalo ini kelemahan wanita yang harus selalu kau asah supaya kau bisa menjinakkan mereka. Wanita paling tidak tahan dengan rayuan dan kata-kata romantis. Jadi belajarlah menjadi suami yang romantis”pesan Brandon
“Kalo hanya merayu dan menjadi suami yang romantis, sepertinya aku lebih jago dari papa”ucap Devara dengan bangga sambil menyunggingkan sudut bibirnya.
Karena kenyataannya selama ini, Devara selalu berhasil membuat Ayra selalu bahagia dengan semua kejutan dan keromantisan yang ditunjukkan oleh Devara.
“Benarkah? Good job Dev.. Itu baru putra kebanggaan papa”balas Brandon bangga pada sang putra.
Keduanya merasa sangat bahagia bisa saling berbagi tentang tips-tips menjaga keutuhan dan kebahagiaan berumah tangga yang sudah diwariskan dari sang kakek pada para pria keluarga Alexander.
****
Malam harinya, saat makan malam bersama keluarga besar Alexander.
“Oh ya Dev..tentang rencana honeymoon kalian besok..”ucap Arga
“Ada apa kak?”
“Kakak usul, kalo kalian ke Maldives atau ke Dubai saja dulu gimana?”tanya Arga
“Memangnya kenapa kak? Aku sudah berencana mengajak Ayra honeymoon keliling Eropa”
“Pernikahan Daniel dan Nadine sebentar lagi diadakan, apa kau mau melewatkan acara pernikahan sahabatmu sendiri?”tanya Catherine
“Benar Dev..Daniel sudah seperti keluarga kita. Sebaiknya kalian tunda acara keliling Eropa kalian”perintah Brandon pada sang putra.
Ayra menatap sang suami yang ekspresi wajahnya nampak menahan kekesalan. Ayra bahkan menggenggam tangan Devara.
“Kau tidak keberatan kan Ayra jika rencana honeymoon kalian ditunda dulu? Sebagai gantinya kalian bisa ke Maldives atau Dubai dulu. Di sana juga cocok untuk honeymoon”saran Caroline
“Aku tidak masalah sih mom”jawab Ayra
“Menyebalkan! Kenapa mereka berdua mesti menikah di waktu yang sama dengan rencana honeymoon ku”gerutu Devara dalam hati
Devara tak habis pikir jika “kembaran”nya itu bahkan menikah di usia yang sama dengannya. Dan dalam waktu yang berdekatan pula. Padahal mereka berdua tidak merencanakan melakukan pertunangan dan pernikahan dalam waktu yang berdekatan.
“Dev sayang, nenek pikir juga sebaiknya kalian menjalankan rencana seperti yang disampaikan Arga dan mommy mu. Akan sangat memalukan jika keluarga kita tidak hadir dalam acara besar keluarga Ferdinand”pinta Agatha.
Devara menoleh pada sang istri yang sedang tersenyum pada dirinya.
“Baiklah! Aku akan diskusikan lagi dengan Ayra”jawab Devara dengan malas.
Devara terpaksa mengambil keputusan untuk berdiskusi dengan Ayra karena tak ingin mengecewakan Ayra dan keluarga besarnya juga.
“Daniel kurang ajar! Kenapa dia mesti memajukan acara pernikahannya? Dia sudah membuat acara honeymoonku berantakan”gerutu Devara dalam hati mengumpat pada sahabatnya sejak kecil itu.
Daniel dan Nadine terpaksa memajukan acara pernikahannya karena papa Nadine yang sedang sakit ingin segera melihat putri keduanya bersanding di pelaminan sebelum dirinya melakukan operasi pencangkokan jantung di Amerika. Pernikahan yang sedianya dilaksanakan dua bulan setelah pernikahan Ayra dan Devara akhirnya dimajukan dua minggu setelah pernikahan Devara dan Ayra. Tentu saja, perubahan jadwal itu membuat Devara sangat kesal, karena acara honeymoon Devara yang rencananya keliling Eropa selama sebulan harus ditunda dulu.