Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Tantangan Kakek Tua


Meskipun sudah mendapatkan penolakan keras dari kakek Arya, namun semua itu tak menyurutkan tekad Devara untuk mengambil hati kakek. Devara datang setiap hari ke kediaman kakek Arya. Dan tentu saja Devara tak datang dengan tangan hampa. Setiap hari Devara datang dengan membawa barang-barang kesukaan kakek. Pernah Devara datang dengan membawa beberapa guci-guci mahal dari Cina. Beberapa ikan koi mahal yang diimport langsung dari Jepang. Ikan yang berharga miliaran rupiah itu dibawa dengan kontainer khusus.


Devara juga pernah membawakan untuk kakek, beberapa burung kicau yang indah dengan harga fantastis. Devara membawa burung kakaktua raja. Salah satu burung paruh bengkok terbesar di dunia, yang punya habitat asli di Papua Nugini hingga Australia. Burung langka yang bisa hidup hingga berumur 40-90 tahun. Devara juga membawa burung Makaw Hyacinth, burung Toucan, burung Scarlet Tanager, Burung Baltimore Oriole, burung Mountain Bluebird, burung Kardinal Merah, dan burung American Goldfinch. Masing-masing burung tersebut dibandrol dengan harga puluhan juta hingga ratusan juta. Selain karena warnanya yang unik, dan kicauannya yang indah, burung-burung itu juga didatangkan langsung dari habitat aslinya di kawasan Amerika Utara dan Amerika Selatan.


Meskipun sudah memberi hadiah burung mahal seperti itu namun tak juga mampu menggoyahkan kakek Arya. Bahkan kelakuan Devara ini membuat kakek Arya sempat murka, melihat jejeran burung kicau warna-warni yang berkicau bersahutan. Membuat suasana rumah kakek menjadi sangat ramai dan gaduh.


"Anak tengil itu benar-benar keterlaluan. Apa dia pikir rumahku ini kebun bianatang" gerutu kakek Arya geram menatap halaman depannya yang dipenuhi burung-burung itu.


Berbekal informasi dari anak buahnya dan info dari kak Arga, bahkan Devara tau hampir semua jadwal kegiatan kakek Arya. Termasuk jadwal kakek Arya bermain golf bersama teman-teman sesama mantan purnawirawan TNI. Dan disinilah kini mereka berdua bertemu. Di sebuah club golf bagi member eksklusif.


Kakek Arya yang sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya, begitu terkejut melihat penampakan Devara di club golf yang biasa didatanginya.


“Untuk apa anak tengil itu datang kemari?”gumam kakek Arya dalam hati saat melihat Devara yang datang menghampirinya.


Devara langsung menyapa kakek Arya dan teman-temannya.


“Selamat pagi kakek”sapa Devara ramah


“Selamat pagi”jawab kakek Arya dengan wajah yang tak bersahabat.


Devara menjabat satu per satu teman kakek Arya.


“Sepertinya aku mengenalmu anak muda?”tanya salah seorang teman kakek Arya.


“Perkenalkan saya Devara Alexander”ucap Devara dengan penuh percaya diri


“Alexander? Apa kau putra tuan Brandon Alexander?”tanya teman kakek yang lain.


“Benar”jawab Devara sambil tersenyum.


“Wah..Arya, bagaimana kau bisa mengenal keluarga Alexander?”tanya teman kakek


Kakek Arya yang merasa dipojokkan teman-temanya menatap Devara dengan tatapan sinis.


“Jadi kau ingin pamer pada teman-temanku rupanya”gumam kakek Arya dalam hati


Percakapan bergulir di antara Devara dan teman-teman kakek Arya. Mereka bahkan mengajak Devara bermain golf bersama. Kakek Arya merasa tak senang dengan kedatangan dan kehadiran Devara. Sementara Devara merasa dengan menunjukkan keahliannya bermain golf, mungkin kakek akan kagum dan mau sedikit luluh padanya. Karena di rumah kediaman Alexander ada lapangan golf, maka bermain golf bukanlah hal yang asing bagi Devara.


“Aku akan tunjukkan kemampuanku. Lihat saja kakek! Aku pasti akan memenangkan pertarungan ini”gumam Devara dalam hati sebelum memukul bola golf.


Devara berhasil melakukan pukulan hole in one. Semua teman-teman kakek bertepuk tangan memberi apresiasi pada Devara. Sementara kakek Arya tampak enggan mengakui kehebatan Devara. Setelah bermain beberapa kali, akhirnya mereka pulang. Devara bermaksud mengantar kakek pulang namun kakek menolaknya. Kakek kesal karena selama beberapa hari ini Devara terus-terusan mengganggunya.


“Kakek mau saya antar pulang?”ajak Devara mencoba ramah


“Tak perlu. Aku bisa pulang sendiri”jawab kakek dengan ketus


Keduanya memang sama-sama keras kepala. Meskipun ditolak berkali-kali namun Devara tak juga menyerah. Semuanya demi mendapatkan restu sang kakek.


Dua minggu kemudian,


Saking jengkelnya pada Devara yang terus-terusan menghantuinya dan mengganggunya, akhirnya kakek Arya mengajak bicara Devara empat mata. Keduanya bicara di kediaman Arya Subrata. Lelaki tua itu menatap tajam lelaki muda yang mencintai sekaligus yang pernah melukai hati cucu kesayangannya. Mereka duduk saling berhadapan di kursi sofa yang ada di ruang tamu. Suasana terasa mencekam kala keduanya saling memberikan tatapan mengintimidasi lawan. Bahkan pelayan yang membawakan minuman sampai bergidik ngeri melihat dua lelaki dewasa beda generasi itu saling terdiam namun dengan tatapan mata yang seolah mengunci mangsanya.


Kakek Arya selaku tuan rumah akhirnya membuka mulutnya.


“Aku langsung saja, sebenarnya apa maumu hai anak muda?”tanya kakek to the point


“Kenapa kau terus datang kemari dan selalu muncul dimana-mana? Kau benar-benar mau membuatku mati karena jengkel, hah?”tanya kakek dengan emosi.


Walaupun dalam hati Arya ingin “menghabisi” Devara, namun demi menjaga martabat dan wibawanya, Kakek Arya hanya sanggup tersenyum mendengar semua celotehan Devara perihal hubungan mereka berdua. Devara selalu memperkenalkan dirinya sebagai calon cucu menantu Arya Subrata.


Emosi Arya semakin menjadi-jadi setiap teman-temannya memuji Arya karena mendapatkan calon cucu menantu yang hebat seperti Devara. Lelaki muda yang tak hanya tampan dan sempurna secara fisik, namun juga berasal dari keluarga paling berpengaruh di Indonesia. Belum lagi kemampuan Devara yang rupanya multitalenta.


“Seperti yang selalu saya katakan, saya hanya ingin kakek memberikan restu kakek untuk saya dan Ayra, karena saya sangat mencintai Ayra”jawab Devara dengan tegas


“Cinta? Cinta seperti apa yang kau maksudkan? Apa kau lupa kau sudah pernah menyakiti Ayra? Apa seperti itu yang kau sebut cinta?”tanya Arya dengan sinis


Degh..


“Bagaimana kakek tahu masa laluku dengan Ayra?”gumam Devara dalam hati


Mendadak tubuh Devara terasa kaku setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan Arya Subrata.


“Kenapa? Apa kau kaget aku tahu masa lalu kalian?”tanya Arya begitu melihat raut wajah Devara yang berubah pucat.


“Semua itu hanya salahpaham kek..Saya juga korban dari masalah itu”bela Devara


“Apapun itu..yang jelas kau sudah menyakiti cucuku. Tidak menutup kemungkinan kau akan mengulangi kesalahan yang sama”ucap kakek Arya


“Saya akui waktu itu saya khilaf kek. Tapi kami sudah saling memaafkan. Dan kali ini saya berjanji akan membahagiakan Ayra”janji Devara dengan sungguh-sungguh.


“Sayangnya aku tak semudah itu percaya denganmu”jawab Arya dengan sinis


“Lalu harus dengan cara apa saya membuktikan pada kakek kalo saya serius dengan Ayra?  Saya ingin menikahinya. Karena dia satu-satunya wanita yang saya cintai”


“Kalau begitu, aku akan memberikan beberapa tantangan padamu”tantang kakek Arya


“Tantangan apa itu kek?”tanya Devara


“Aku tak akan mengatakannya sekarang. Aku hanya ingin tahu kau berani menerima tantangan dariku atau tidak?”tanya kakek Arya


“Saya terima”jawab Devara mantap tanpa berpikir panjang.


“Berani juga anak ini!”gumam kakek dalam hati mendengar Devara langsung menerima tantangan darinya tanpa pikir panjang.


“Kalo begitu, aku akan beritahu dimana dan kapan waktunya. Ingat! Jangan pernah sekali-kali menggunakan kekuasaan dan uangmu untuk lolos dari tantanganku. Karena jika kau lakukan itu, saat itu juga kau tak boleh mendekati cucuku, Ayra. Kau mengerti?”tanya kakek Arya


“Saya mengerti kek”jawab Devara tegas


“Baiklah! Sekarang kau bisa pulang. Istirahatlah dulu. Karena mulai besok kau akan mulai dengan tantangan pertamaku”ucap kakek Arya


“Saya permisi dulu kek, Selamat siang!”pamit Devara


Kakek hanya menganggukkan kepalanya pelan.


“Kita lihat! Sehebat apa dirimu anak muda!”gumam kakek dalam hati


Di dalam mobil, Devara terus memikirkan tantangan seperti apa yang akan diberikan kakek Arya padanya.


“Tantangan apapun itu, aku tak boleh sampai kalah. Aku, Devara Alexander tidak takut pada tantangan kakek tua itu. Aku pasti bisa mengalahkan dia”gumam Devara dalam hati.


Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi membelah kemacetan jalanan yang sudah dipenuhi kendaraan yang lalu lalang. Pertarungan Devara dengan kakek Arya baru akan dimulai besok. Pertarungan dua lelaki yang sama-sama menyayangi Ayra.