
Pesawat jet bersiap untuk terbang. Devara rupanya duduk disamping jendela, sehingga dia masih bisa melihat wajah Ayra.
"Aku akan segera kembali..Tunggu aku"gumam Devara sambil menatap wajah gadis cantik yang disukainya itu
Kemudian pesawat terbang dan hilang dibalik awan.
Ayra diarahkan Arga kembali ke mobil. Mereka pun berangkat menuju sekolah. Sepanjang perjalanan Ayra tak banyak bicara. Kemudian Arga memulai pembicaraan.
“Nona Ayra pasti sangat kesal ya dengan kelakuan tuan muda?”tanya Arga
“Sejujurnya ya Pak.. saya sangat benci dengan majikan Bapak”ucap Ayra terus terang.
“Jangan panggil saya Bapak..saya masih single”
“Oh..iya..maaf”jawab Ayra sambil tersenyum
“Panggil saja saya Arga..atau kak Arga”ucap Arga sopan
“Cowok ini sopan juga..beda seratus delapan puluh derajat sama majikannya yang aneh itu”gumam Ayra dalam hati mengagumi kesopanan Arga
“Harap nona maklum. Tuan muda kami memang seperti itu. Dia sudah terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkannya dalam hidup. Dia tak pernah berjuang untuk mendapatkan sesuatu. Dia terbiasa semaunya sendiri dan seenaknya sendiri”terang Arga
“Kak Arga benar sekali” imbuh Ayra membenarkan pernyataan Arga.
“Tapi, walaupun seperti itu. Sebenarnya tuan muda anak yang baik. Jika nona mau mengenalnya lebih dekat, nona akan tahu, sebenarnya tuan muda anak yang manis”sambung Arga
"Manis? Manis dari hongkong"gerutu Ayra dalam hati
“Maaf sekali ya kak..saya sama sekali tak tertarik untuk lebih dekat dengan majikan Kakak” jelas Ayra
“Sayang sekali..padahal saya lihat nona sangat cocok dengan tuan muda”ucap Arga
“Apa kakak bilang? Hahahaha..saya rasa kakak salah menilai saya. Kami sangat..sangat bertolak belakang. Saya dan dia tak mungkin cocok”terang Ayra
“Benarkah? Apakah begitu menurut nona?”tanya Arga
“Tentu saja”tegas Ayra
“Hmmm..Baiklah! kita lihat saja nanti”sahut Arga dengan senyum tersungging di wajahnya yang tampan
“Kak Arga ini aneh sekali. Bagaimana dia bisa mengatakan aku dan Devara cocok? Jelas-jelas aku sangat membenci dia. Majikan dan bawahan sama-sama aneh”gumam Ayra dalam hati.
Perjalanan dari bandara ke sekolah memakan waktu hampir dua puluh menit. Sepanjang perjalanan Ayra berbincang-bincang dengan Arga. Akhirnya mereka sampai di depan gerbang sekolah. Arga segera membukakan pintu mobil untuk Ayra.
“Terimakasih kak”ucap Ayra
“Iya nona..sama-sama”balas Arga.
Ayra pun kemudian berjalan memasuki sekolah. Arga juga sudah masuk mobil. Sebelum mobil melaju, Arga membuka kaca mobil.
“Nona Ayra..”panggil Arga
Ayra pun menoleh ke arah Arga.
“Iya kak..” jawab Ayra.
“Password nya 1234..nona ingat-ingat ya”seru Arga sambil tersenyum. Lalu mobil pun bergerak meninggalkan sekolah.
Ayra masih mematung. Masih tak paham dengan yang barusan disampaikan Arga.
“Password? Password apa? Apa yang mau dikatakan cowok tadi? Ahh..entahlah” batin Ayra.
Ayra masuk ke sekolah lalu berjalan ke kelas. Sampai di depan kelas, Ayra pun mengetuk pintu kelas. Sekarang sudah pelajaran jam kedua.
“Tok..tok..tok”pintu kelas diketuk
“Silahkan masuk”ucap Pak Adi, guru pelajaran Matematika yang saat ini mengajar di kelas.
“Maaf pak..saya Ayra. Maaf saya terlambat masuk kelas”ucap Ayra ketika memasuki kelas.
“Oh..Ayra. Iya tak apa-apa. Bapak sudah diberitahu bapak kepala sekolah, kamu ijin terlambat..duduk sana!”sambut Pak Adi
“Devara brengsek itu benar-benar memintakan ijin untukku? Dasar anak itu!” gerutu Ayra dalam hati mendengar Devara benar-benar memintakan ijin untuknya kepada kepala sekolah.
“Terimakasih Pak” ucap Ayra.
Pak Adi menganggukkan kepalanya pelan. Ayra pun segera duduk di bangkunya. Nadine yang disampingnya segera menginterogasinya.
“Kenapa kamu terlambat? Ada masalah dirumah?”tanya Nadine lirih
“Aku..ada urusan sebentar”jawab Ayra pelan
“Aku kira ada masalah. Karena ayahmu sampai ijin kepala sekolah segala”imbuh Nadine
“Hehehehe..iya” balas Ayra sambil tersenyum
“Andai kamu tahu yang memintakan aku ijin ke kepala sekolah, kamu pasti tak kan percaya, Nad”batin Ayra.
Ttteeettttt…tttteeettttt
Bel istirahat berbunyi.
Semua siswa keluar kelas. Termasuk Ayra dan Nadine. Mereka berjalan menuju kantin sekolah. Sebagai sekolah terbaik di kota, kantin sekolah ini sangatlah luas. Desain ruangannya mirip food court di mall-mall. Aneka makanan dan jajanan dijajakan di sana. Kantin sekolah ini mampu menampung hampir semua siswa di sekolah.
Di lantai tiga terdapat restoran khusus yang hanya bisa dimasuki siswa VVIP sekolah itu. Siapa lagi kalau bukan Devara and the genk. Hanya anak-anak tertentu saja yang diperbolehkan menginjakkan kaki di lantai tiga.
Karena hari ini Devara tidak masuk, maka genk-nya terpaksa makan di food court, kantin lantai satu. Angel, satu-satunya gadis di genk Devara, menatap Ayra dengan tatapan yang sangat sinis. Angel bercakap-cakap dengan anggota genk Devara yang lain, lalu anggota genk Devara bergantian menatap ke arah Ayra. Nadine yang melihat gelagat tak menyenangkan genk Devara memperingatkan Ayra untuk berhati-hati.
“Ay, genk Devara melihat ke arah kita. Tatapan mereka sangat mencurigakan. Kau harus lebih hati-hati ya.. Terutama dengan Angel” saran Nadine
Ayra dan Angel saling bertatapan. Seolah mata Angel siap menerkam Ayra. Ayra pun membalas dengan tersenyum sinis ke arah Angel. Angel yang melihat itu, bertambah kesal.
“Tenang saja, aku bisa jaga diri” balas Ayra
“Kalian sedang apa?”tegur Daniel tiba-tiba. Mengagetkan Ayra dan Nadine.
“Ya ampun Dan..mengagetkan saja”ujar Nadine kaget.
“Udah jangan bengong..kalian mau makan apa? Aku pesankan. Kalian carikan tempat duduk untukku ya”pinta Daniel
“Aku pesan burger ya?”ujar Nadine
“Aku pesan salad”jawab Ayra
“Oke..”balas Daniel
Daniel pun berjalan memesankan Nadine dan Ayra makanan yang dipesannya tadi. Burger dan salad. Sementara Daniel juga memesan salad. Ayra dan Nadine mencari tempat duduk yang masih kosong untuk mereka bertiga. Pesanan mereka pun datang. Daniel, Nadine dan Ayra makan bertiga. Mereka ngobrol bertiga sambil memakan makanan mereka.
“Aku ke toilet sebentar ya” kata Ayra
Ayra pun pergi ke toilet. Tanpa Ayra sadari, Angel dan genk ceweknya mengikuti Ayra sampai di toilet. Dua anak buah Angel berjaga di luar. Sementara Angel dan dua anak buahnya yang lain masuk ke dalam toilet. Semua siswi yang ada di toilet, segera keluar, begitu melihat Angel dan genk nya. Mereka memilih menghindar daripada harus berurusan dengan "ratu" di sekolah.
Siapa yang tak mengenal Angel. Satu-satunya wanita anggota genk Devara yang berkuasa di sekolah. Gadis cantik namun sangat kejam dan kasar. Siapa pun yang berurusan dengan Angel ataupun Devara maka akan bernasib sial. Makanya banyak yang lebih memilih pindah sekolah ketimbang berurusan dengan Devara cs.
Ketika Ayra selesai dari dalam toilet, dan hendak mencuci tangannya, dilihatnya Angel sambil berkacak pinggang melihat ke arah Ayra. Ayra pura-pura saja tak melihat, dan asyik mencuci tangan. Ayra mencuci tangan sambil bercermin di cermin besar yang ada di toilet dan merapikan rambutnya
“Kamu Ayra kan?”tanya Angel dengan ketus
Ayra masih pura-pura tak mendengar. Selesai mencuci tangan, Ayra sengaja mengibas-kibaskan tangannya sehingga cipratan air dari tangan Ayra mengenai Angel.
“Kyaaa..kamu sengaja kan?” seru Angel setelah terkena cipratan air Ayra.
“Oh..maaf. Aku tak melihat ada orang..maaf ya”ucap Ayra enteng
Ayra lalu beranjak pergi. Ayra langsung dihadang dua anak buah Angel.
“Kau mau pergi kemana?”tanya Angel
Ayra pun menoleh ke arah Angel yang ada di belakangnya. Lalu berjalan mendekatinya.
“Aku tak punya masalah denganmu. Kita bahkan tak saling kenal. Jadi bisa ijinkan aku keluar sekarang?”pinta Ayra
“Kau memang tak punya masalah denganku. Tapi kau punya masalah dengan kak Dev. Masalah kak Dev berarti masalahku juga” balas Angel.
“Aku tak tahu ada hubungan apa antara kamu dan Devara. Tapi sebaiknya kau tak ikut campur masalahku dengan Devara. Biar kami selesaikan sendiri masalah kami. Mengerti? ”tandas Ayra sambil tersenyum
Lalu Ayra pergi keluar toilet. Dua anak buah Angel disenggol semua oleh Ayra. Membuat Angel tambah kesal.
“Awas saja kau Ayra. Aku akan menuntutkan balas untuk kak Dev”batin Angel.
Ayra pun keluar toilet lalu berjalan menuju kursi Daniel dan Nadine.
“Kamu lama banget di toilet?”tanya Nadine
“Tadi ada Angel di toilet”ucap Ayra enteng sambil menyeruput minumannya.
“Angel? Apa yang dikatakan Angel padamu?”sahut Nadine kuatir.
“Bukan apa-apa. Tenang saja. Aku bisa jaga diri. Kau ingat kan, aku jago beladiri. Kalau dia macam-macam denganku, aku akan beri dia pelajaran” ujar Ayra bangga
“Sebaiknya kau jauh-jauh dari Devara dan anak buahnya” saran Daniel
“Andai kalian tahu, Devara mau aku jadi pacarnya, kalian pasti akan pingsan” batin Ayra.
Daniel melihat jam tangan Rolex miliknya. Sebentar lagi jam istirahat selesai.
“Ayo kita kembali ke kelas”ajak Daniel.
“Ayo” balas Nadine dan Ayra
Mereka bertiga pun meninggalkan kantin sekolah dan berjalan menuju kelas masing-masing.