
Hari ulangtahun pun tiba.
Sepulang sekolah, Ayra dan Nadine diantar sopir Devara pergi ke hotel yang dipakai sebagai tempat acara perayaan ulangtahun Devara. Mereka diantar ke ruang presidential suite yang biasa dipakai Devara menginap di hotel itu. Disana sudah ada penata rias dan beberapa orang dari butik milik kakak Devara.
Hari itu, Ayra didandani dengan sangat cantik. Make up flawless yang nampak natural semakin menegaskan kecantikan alami Ayra yang sudah terlahir cantik. Gaun putih yang dikenakannya juga sangat pas ditubuh Ayra yang langsing bak model. Sebenarnya Ayra sedikit risih dengan model gaun yang dipakainya. Ayra sangat tidak PD dengan bentuk tubuhnya sendiri. Itu sebabnya dia jarang mengenakan gaun seperti ini.
Tapi hari ini dia pasrah, karena Devara yang sudah memilihkan gaun itu untuknya. Ayra terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun yang dipakainya saat ini.
Berkali-kali penata rias yang merias Ayra memuji kecantikan Ayra. Semua orang di kamar itu berdecak kagum dengan kecantikan Ayra.
Ayra tersipu malu dipuji beberapa orang yang tak dikenalnya.
“Kakak cantik sekali”puji penata rias
Ayra hanya tersenyum.
“Pantas saja tuan muda jatuh hati, cantik banget gini” ucap pengelola butik sambil menatap Ayra.
Setelah selesai dirias, Ayra segera keluar kamar dan berjalan menuju lift bersama Nadine.
Ayra tampak gusar dan gugup.
“Kamu kenapa Ay?”tanya Nadine melihat sahabatnya yang sedang gugup.
“Ga tau nih..kenapa aku jadi grogi gini ya?”jawab Ayra dengan senyum yang dipaksakan.
Jujur saja, baru kali ini Ayra hadir di pesta ulangtahun kaum jetset, kaum borjuis, orang-orang berduit. Karena biasanya dia hanya merayakan ulangtahun bersama orangtua dan sahabatnya. Teman-teman sekolah Ayra yang dulu, terutama anak-anak orang kaya, tak pernah mengundang Ayra ke pesta ulangtahun mereka. Karena pembawaan Ayra yang tomboy membuat Ayra jarang berteman dengan teman cewek sekolahnya yang dulu
Sampai di lantai 5, tempat perayaan ulangtahun Devara, Ayra dan Nadine keluar lift bersama.
Keluar dari lift, tampak Devara yang menunggu kehadiran Ayra. Devara tampak gagah mengenakan setelan jas berwarna putih senada dengan gaun yang dipakai Ayra. Dengan rambut yang ditata rapi. Devara benar-benar terlihat sangat tampan.
Ayra menatap ke arah Devara yang menunggunya. Ayra terpesona dengan aura ketampanan Devara. Begitu juga Devara yang tampak terpesona melihat kecantikan Ayra yang baru keluar dari lift.
Devara segera berjalan menghampiri Ayra.
Devara berdiri di depan Ayra sambil tersenyum bangga.
“Kau cantik sekali hari ini”puji Devara
“Terimakasih” jawab Ayra sambil tersipu malu
“Eheeemm”Nadine berdehem karena merasa dikacangin dua sejoli yang sedang kasmaran ini.
“Hei Nad..jangan pergi..Nad..Nad”Ayra salah tingkah ditinggal sendiri oleh Nadine, sementara Nadine cukup tahu diri untuk segera meninggalkan pasangan kekasih ini.
“Kenapa? Kau takut? Kan ada aku”ucap Devara lembut.
Membuat Ayra semakin salah tingkah dan malu. Wajahnya memerah menahan malu. Devara segera berdiri disamping Ayra dan menyodorkan lengannya ke arah Ayra. Dengan malu-malu Ayra melingkarkan tangannya dilengan Devara. Mereka pun berjalan beriringan menuju ballroom acara.
Sepanjang jalan menuju ballroom, Ayra melihat beberapa bodyguard Devara. Beberapa orang juga tampak menggunakan HT untuk berkomunikasi. Mereka adalah orang-orang dari EO dan juga dari hotel milik Devara. Merekalah yang bertanggungjawab mengurus acara ulangtahun Devara ini.
Ketika Ayra dan Devara sampai di depan ballroom, dua orang bodyguard Devara yang berseragam serba hitam membukakan pintu ballroom untuk mereka berdua. Di dalam ruang ballroom semua pasang mata menatap ke arah pintu ballroom yang terbuka.
Semua teman sekolah Ayra yang hadir dalam acara itu, berdecak kagum melihat dua pasangan kekasih yang memasuki ruang ballroom. Mereka terlihat sangat serasi. Ayra yang sangat cantik dan anggun. Sementara Devara sangat gagah dan tampan. Benar-benar bak puteri dan pangeran. Lampu sorot di ballroom itu mengikuti langkah keduanya memasuki ballroom. Mereka berdua berjalan di atas karpet merah. Mirip pasangan pengantin baru yang akan memasuki pelaminan.
Mereka berdua melangkah memasuki ballroom diiringi lantunan live music yang dimainkan salah satu grup band ternama tanah air. Lampu sorot juga tampak menyorot kearah Ayra dan Devara.
Devara beberapa kali menatap ke arah Ayra memastikan kekasihnya ini merasa tenang. Devara juga selalu tersenyum ke arah Ayra.
Ballroom yang digunakan untuk merayakan pesta ulangtahun Devara kali ini benar-benar sangat mewah. Dekorasinya pun sangat indah. Beberapa buket besar berisi bunga segar nampak menghiasi ballroom ini. Di samping kanan dan kiri ballroom, berjajar meja panjang dengan aneka makanan yang sangat mengundang selera yang dijaga beberapa pelayan, memastikan makanan yang dihidangkan selalu hangat dan cukup untuk semua hadirin.
Meja-meja bundar yang ditutupi kain putih ditata sangat rapi dengan kursi yang dihias kain putih juga dan pita kuning besar dibelakangnya. Di atas meja tersusun beberapa alat makan dan buket bunga asli dibagian tengah meja. Di ujung ballroom nampak sebuah panggung besar dengan dekorasi bunga yang sangat indah.
Di bagian tengah ballroom nampak lampu hias besar yang menggantung menambah keindahan ruangan ini. Perayaan ulangtahun Devara ini mirip wedding event yang kadang dihadiri Ayra saat mendampingi ayah bundanya. Bedanya acara ini lebih mewah dan megah. Semua tamu yang menghadiri acara ini pun adalah remaja seusia Ayra dan Devara yang adalah teman sekolah mereka berdua. Mereka mengenakan gaun dan setelan jas. Ayra serasa memasuki sebuah dunia baru yang sangat jauh dari kehidupannya yang sederhana. Ayra pun mulai merasakan perbedaan yang sangat mencolok antara dunianya dan Devara.
Di bagian tengah ballroom diploting menjadi lantai dansa. Dengan panggung kecil tempat grup band pengisi acara tak jauh dari sana.
Ayra dan Devara berjalan menuju panggung besar di ujung ballroom. Disana sudah ada meja panjang besar yang ditutup kain putih dan kursi dengan ukiran sangat indah, khusus untuk mereka berdua. Di depan panggung tersusun indah tatanan dekorasi tanaman hias mengitari panggung “pelaminan” Ayra dan Devara.
Acara ulangtahun Devara sangatlah meriah. Semua tamu menikmati acara dengan penuh suka cita. Ketika MC meminta Ayra dan Devara untuk berdansa, Ayra sangat gugup. Karena dia memang tidak bisa berdansa. Tapi seperti yang sudah dikatakan Devara sebelumnya, Ayra tinggal naik di atas sepatu pantofel Devara dan mengikuti langkah kaki Devara.
Mereka berdua berdansa dengan diiringi sebuah lagu yang sangat romantic.
Walaupun beberapa tamu berbisik, melihat Ayra yang nampak tak terlalu mahir berdansa, namun Devara tak mempermasalahkan itu. Baginya bisa berbagi momen ulangtahunnya dengan Ayra adalah hadiah terindah yang sangat berharga untuk Devara.
Lelah berdansa, Devara dan Ayra pun kembali ke meja mereka. Kali ini grup band yang mengisi acara memainkan music upbeat, membuat semua tamu berjoget bersama diiringi lantunan music grup band itu.
Ayra dan Devara tampak bertepuk tangan seiring lantunan music.
Setelah lantunan music selesai, Devara berdiri dari kursinya dan menyampaikan sambutannya. Dia berterimakasih atas kehadiran teman-temanya dalam acara ulangtahun Devara ini. Dan mempersilahkan mereka menikmati suguhan acara sampai selesai.
Setelah menyampaikan sambutan, Devara mengulurkan tangannya pada Ayra. Ayra bingung namun menerima uluran tangan Devara.
Rupanya Devara mengajak Ayra meninggalkan acara, meskipun acara belum selesai. Devara meletakkan tangan Ayra dilengannya. Mereka berdua keluar ballroom.