
Tttteeeettttttt
Bel pulang berbunyi.
Guru terakhir yang mengajar sudah keluar kelas. Diikuti anak-anak yang ingin segera pulang juga. Wajah-wajah lelah yang seharian belajar, tampak cerah kembali begitu bel berbunyi. Tak terkecuali Ayra.
“Akhirnyaaaaa…selesai juga hari ini” Ayra merentangkan tangannya sejauh-jauhnya sambil menggeliatkan tubuhnya. Dia lega sekali hari ini sekolah sudah berakhir.
“Tadi kamu belum cerita padaku lho Ay? Hp mu baru?”tanya Nadine
“Oo..iya..hp ini ya..”ucap Ayra sambil menunjukkan hp barunya pada Nadine
“Ini bukan hp ku..seseorang memasukkannya ke dalam tasku..tiga hari lagi akan aku kembalikan pada pemiliknya”terang Ayra tanpa menyebut nama Devara.
Dia malu jika sampai ketahuan mendapatkan hp itu dari Devara.
“Oya? Kenapa bisa begitu? Pemiliknya orang yang aneh ya? Memasukkan hp ke dalam tas orang”tanya Nadine
Ayra mengangguk cepat.
“Benar sekali Nad, dia memang orang yang aneh. Teraneh sedunia” batin Ayra
“Ayo pulang! Aku sudah capek”ajak Ayra
“Ayo!”balas Nadine
Mereka pun segera bergegas meninggalkan kelas dan berjalan keluar sekolah. Di depan kelas, mereka berpapasan dengan Daniel. Akhirnya mereka pulang bertiga naik mobil Daniel.
“Syukurlah Devara hari ini ke Singapura, jadi tak ada yang bisa mengganggumu hari ini”ujar Daniel
“Iya..ya..aku baru sadar kalau hari ini Devara tidak masuk. Pantas saja tadi Angel dan kawan-kawannya ada di kantin lantai satu. Ternyata “bos” besarnya tidak masuk, hahahaha”sindir Nadine
“Darimana kamu tahu Devara ke Singapura?”tanya Ayra penasaran
“Keluarga Daniel dan keluarga Devara itu berteman baik, Ay. Kakek Daniel itu sahabat kakeknya Devara. Daniel dan Devara dulu juga sangat akrab. Tapi karena ada salahpaham, makanya mereka sekarang tidak akur”terang Nadine panjang lebar.
“Salahpaham?”tanya Ayra sambil mengernyitkan dahinya menatap ke arah Daniel.
“Sudah..jangan bahas masalah itu lagi. Kita pulang saja”ujar Daniel tak mau masa lalunya diungkit-ungkit.
“Kira-kira, ada masalah apa ya sampai Daniel dan Devara bisa bermusuhan seperti sekarang? Aku harus tanya Nadine”batin Ayra
“Dan, antar aku kerumah Nadine ya? Ada yang mau aku diskusikan dengan Nadine?”pinta Ayra
Nadine tampak bingung dengan permintaan Ayra.
“Diskusi masalah pelajaran” ujar Ayra sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
Daniel hanya melirik dari kaca spion mobil. Melirik ke arah Ayra.
“Baiklah”ucap Daniel setuju.
Sampailah mereka di rumah Nadine. Nadine dan Ayra segera turun dari mobil.
“Makasih ya”ucap Ayra pada Daniel
“Aku pergi dulu”Daniel pamit
*
*
*
*
Di kamar Nadine,
“Kamu mau diskusi apa Ay?”tanya Nadine
“Wahhh..gawat..aku harus cari alasan apa nih? Aku kan tadi asal nyletuk aja..”batin Ayra
“Oya..tadi kan aku tidak ikut pelajaran jam pertama..aku mau menyalin catatanmu”jawab Ayra begitu ingat tadi dia terlambat ikut pelajaran Math jam pertama.
“Ooo..kirain apa?” sahut Nadine lalu mengambil catatan Math di tasnya.
“Nih”ucap Nadine sambil menyodorkan catatan Math nya pada Ayra
Ayra pun mencatat materi Math yang tadi dia sempat tertinggal.
“Ehhmmm..Nad”
“Iya, kenapa Ay?”
“Kamu..sudah mengenal Daniel dan Devara sejak lama kan?”
“Kenapa? Kamu masih penasaran dengan ceritaku tadi di mobil ya?”tebak Nadine
“Iya..aku penasaran sekali”sahut Ayra dengan wajah sedikit memelas.
“Aku tahu, sebenarnya kamu ingin tahu cerita ini kan, makanya tadi bilangnya mau diskusi pelajaran”tebak Nadine lagi
“Hehehehe..ketahuan ya”jawab Ayra cengengesan.
“Ayra..Ayra”seru Nadine sambil tersenyum
“Aku ceritakan ya”
“Daniel dan Devara itu sudah lama bersahabat. Sejak kecil malah. Mereka berdua sangat dekat satu sama lain. Keluarga mereka juga sangat dekat. Dari dulu mereka selalu bersama. Mulai dari TK, SD, sampai SMP. Mereka dikenal sebagai duo prince sekolah. Karena mereka sama-sama tampan, multitalenta, dari keluarga kaya dan terpandang.
Devara yang dulu sebenarnya tidak segarang sekarang. Dia memang nakal. Tapi tidak sebrutal sekarang. Dia juga sangat cuek dan cool”
“Oya?”tanya Ayra tak percaya
Nadine mengangguk.
“Mereka itu ibarat dua mata uang. Saling melengkapi satu sama lain. Banyak gadis yang tergila-gila pada mereka berdua. Daniel, cowok lembut yang karismatik. Sementara Devara, bad boy ganteng yang super cool. Kalau disuruh milih aku pun pasti bingung memilih siapa diantara mereka berdua”
“Benarkah”
“Tapi itu dulu. Sebelum mereka mengenal Georgina”
“Georgina? Siapa itu Georgina?”tanya Ayra penasaran
“Georgina adalah gadis di SMPku dulu. Pacar pertama Devara”
“Pacar Devara? Jadi cowok aneh itu pernah punya pacar?”batin Ayra sambil tersenyum sinis.
“Waktu SMP, Daniel, Devara dan Georgina adalah teman baik. Kemana-mana mereka selalu bersama. Georgina anaknya cantik dan lembut. Dia seperti penetral antara Daniel dan Devara. Tapi memang Georgina lebih dekat dengan Devara. Mungkin karena Georgina gadis yang lemah, makanya Devara selalu ingin melindungi Georgina."
"Devara saangggat sayang pada Georgina. Dia sangat perhatian pada Georgina. Makanya banyak yang bilang Devara dan Georgina pacaran. Jika kamu lihat Devara yang dulu, pasti kamu juga bakal jatuh hati pada dia”goda Nadine
“Hah..aku? Suka Devara? Mana mungkin? Jangan ngaco kamu Nad”jawab Ayra
“Beneran..Devara dulu tuh cowok manis Ay. Yaa..walaupun hanya di depan Georgina sih. Tapi untuk cowok seperti Devara, rela melakukan apa saja untuk gadis pujaan hatinya, menurutku itu so sweet banget”puji Nadine
“Jangan-jangan..kamu..suka ya sama Devara?”tanya Ayra penuh selidik
“Aku? Ga lah!”elak Nadine
“Berarti..kamu suka Daniel dong”tebak Ayra jitu.
“Hah..apaan sih Ay?”kelit Nadine
“Udah, ngaku aja. Aku tahu kali”imbuh Ayra
Nadine terbelalak. Wajahnya pun memerah menahan malu. Karena Ayra dengan jitu dapat menebak siapa pemilik hatinya.
“Plisss..jangan bilang sama Daniel ya? Aku malu”bujuk Nadine sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada.
Memohon kepada Ayra supaya tidak membocorkan rahasianya. Ayra tertawa bahagia melihat sahabatnya salah tingkah.
“Iya..iya..aku ga akan bilang”ujar Ayra sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
“Lalu, kenapa sekarang Devara berubah? Gara-gara Georgina?”tanya Ayra penasaran
“Ehmm.. sebenarnya aku ga tau pasti sih. Cuma aku sempet denger rumor, katanya Daniel sama Georgina ada main di belakang Devara. Karena ketahuan Devara, akhirnya Daniel dan Devara musuhan deh sampai sekarang. Waktu aku croscek ke Daniel, dia bilang sebenarnya itu hanya salahpaham. Tapi Devara keburu marah. Jadilah mereka seperti sekarang”
“Ehmm..begitu rupanya”Ayra mengangguk-angguk
“Kamu tahu tidak, gara-gara salahpaham itu, Georgina mengalami kecelakaan dan harus menjalani pengobatan dan rehabilitasi ke luar negeri. Itu sebabnya sampai sekarang dia tidak masuk sekolah”ujar Nadine
“Georgina murid sekolah kita juga?”tanya Ayra
“Tentu saja..dia sekelas dengan Daniel dan Devara”jawab Nadine
“Apa kecelakaannya sangat parah, sampai-sampai dia belum masuk sekolah?”tanya Ayra
“Aku dengar sih begitu”jawab Nadine sambil manggut-manggut
“Kamu tahu begitu banyak..apa kamu juga dekat dengan mereka?”
Nadine lalu berjalan menuju meja belajarnya dan mengambil sesuatu di laci meja belajarnya. Sebuah foto dengan bingkai yang bagus ditunjukkan pada Ayra.
Ternyata itu foto Devara, Daniel, Nadine dan seorang gadis cantik. Georgina.
“Kami berempat dulu sangat dekat” kenang Nadine
Rupanya mereka berempat teman dekat. Itu sebabnya dia tahu banyak hal tentang Daniel, Devara dan Georgina.
“Waktu kejadian salahpaham itu, aku kebetulan sedang ke luar kota. Makanya aku kaget ketika pulang, mereka jadi musuhan seperti itu. Aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membuat mereka berhenti musuhan. Makanya sekarang, hubungan mereka seperti itu. Kamu tahu sendiri kan?”
Ayra mengangguk-anggukan kepalanya.
“Lalu dimana Georgina sekarang?”tanya Ayra penasaran
“Aku sudah lama tidak berkomunikasi lagi dengan Georgina. Terakhir aku dengar dia melakukan pengobatan ke Singapura lalu ke Amerika. Sudah hampir dua tahun ini dia di sana”
“Kadang aku masih suka berandai-andai. Andai saja waktu itu Devara dan Daniel tidak salahpaham, pasti keadaan sekolah tidak akan se-ngeri sekarang. Sekarang, siapa saja berurusan dengan Devara, pasti langsung memilih pindah sekolah atau keluar negeri. Sudah banyak murid sekolah kita yang pindah gara-gara Devara”
“Apa..Devara suka menculik orang-orang yang tidak disukainya?” tanya Ayra
“Entahlah. Aku tak tahu pasti tentang itu. Kenapa kamu tanya hal itu? Apa..kamu pernah diculik Devara? Benarkah itu Ay? Kamu diculik Devara?”Nadine panik
“Enggak..enggak..aku ga pernah diculik kok. Aku cuma penasaran aja”kelit Ayra