
Semua siswa berkumpul di lapangan di bumi perkemahan. Setelah sebelumnya mereka memasukkan barang-barang bawaan mereka ke dalam tenda yang sudah berjajar rapi di pinggir lapangan.
Pemandangan bumi perkemahan itu sangat indah. Tak jauh dari lapangan terdapat sebuah danau buatan yang luas dengan sebuah pulau kecil di bagian tengahnya.
“Wahh..disini pemandangannya bagus banget ya Nad?”tanya Ayra sambil menikmati pemandangan disekeliling bumi perkemahan
Ayra mengedarkan pandangannya menikmati sekitarnya. Begitu pandangan matanya beradu dengan Devara, Ayra segera mengalihkan tatapannya.
“Ishhh..ngapain mesti ada cowok tengil itu sih? Merusak pemandangan aja”gerutu Ayra dalam hati
“Kenapa Ay?”tanya Nadine heran melihat raut wajah Ayra yang tadinya sumringah jadi terlihat kesal
“Ah..ga papa”kelit Ayra sambil menggelengkan kepalanya.
Pak Anton mengumpulkan semua siswa dan mulai memberikan briefing acara. Semua anak dibagi dalam beberapa kelompok. Kemudian masing-masing kelompok diberi tugas. Ada yang bertugas mencari kayu untuk api unggun. Beberapa kelompok ada yang kebagian memasak di dapur umum yang terletak di bumi perkemahan. Ada juga yang bertugas menyiapkan acara pentas seni nanti malam. Beberapa kelompok yang lain diminta merapikan tenda. Ada juga yang kebagian menyiapkan acara penjelajahan di sekitar area bumi perkemahan.
Masing-masing kelompok melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin. Dan tentu saja genk Devara hanya duduk-duduk saja tanpa ada yang berniat membantu.
“Huh..Bosen disini..ternyata acaranya ga asyik”keluh Surya
“Bener..bosen banget. Kenapa kita ga pulang aja sih Dev?”tanya Gilang pada Devara
Sementara Devara yang sejak tadi memperhatikan Ayra tak mendengarkan keluhan anak buahnya.
“Hei bos..ngliatin siapa sih?”tanya Janzsen sambil melihat sekeliling mencari objek yang menjadi perhatian Devara. Dan saat melihat Ayra, Janzsen tersenyum.
“Oo..liatin cewek pindahan itu rupanya”ucap Janzsen
Devara yang ketahuan memperhatikan Ayra segera mengalihkan tatapannya.
“Siapa yang ngliatin cewek jelek pemarah itu”kelit Devara bohong lalu beranjak dari tempatnya.
Ayra yang kebagian mencari kayu untuk api unggun, berjalan menuju hutan untuk mencari ranting dan kayu yang bisa dijadikan bahan api unggun. Ayra dan kelompoknya berpencar mencari kayu bakar itu.
Dan saat berada di pinggir danau, Ayra melihat ada sebuah perahu sampan.
“Ada perahu sampannya juga rupanya”gumam Ayra dalam hati
Ayra meletakkan kayu bakar yang sudah ditemukannya di pinggir danau. Lalu Ayra mulai mendekati perahu sampan itu. Ayra memperhatikan perahu itu.
“Kayaknya masih bagus. Asyik nih bisa kucoba nanti malam”gumam Ayra dalam hati
“Semoga ga ada anak lain yang liat perahu ini”gumam Ayra lagi lalu berdiri dari posisinya
“Bagaimana kau bisa menemukan perahu itu?”tanya sebuah suara yang sangat dikenal Ayra.
Ayra segera membalik badannya dan benar saja, Devara sudah berada di belakangnya berjalan menuju dirinya. Ayra segera bergeser dari posisinya karena Devara kini duduk berjongkok sambil memperhatikan perahu sampan yang baru saja ditemukannya.
“Ternyata masih disini”ucap Devara sambil tersenyum.
“Kau tau perahu ini juga?”tanya Ayra
Devara berdiri dari posisinya lalu memandangi danau buatan yang menjadi saksi sejarah dalam hidupnya. Sebuah sejarah kelam masa kanak-kanaknya. Seketika kenangan indah dan kenangan buruk dalam ingatannya bergantian muncul dalam ingatan Devara.
“Disini tak banyak berubah”kenang Devara
“Nih anak dari tadi ngomong sendiri”gumam Ayra dalam hati
Ayra yang sudah dicuekin Devara mengerucutkan bibirnya. Devara yang menoleh pada Ayra menyunggingkan sudut bibirnya melihat ekspresi wajah Ayra yang terlihat menggemaskan saat jengkel.
“Tentu saja aku tahu. Karena aku pemilik perahu ini. Semua yang ada disini adalah milikku”jawab Devara dengan nada sombong
“Dasar sombong”gerutu Ayra dalam hati
“Apa kau mau naik perahu ini?”ajak Devara
“Apa boleh?”tanya Ayra bersemangat
“Tentu saja..ga boleh”goda Devara
Ekspresi wajah Ayra langsung berubah mendengar jawaban Devara.
“Dasar pelit”gerutu Ayra.
Devara yang melihat Ayra semakin jengkel, malah tersenyum dengan lebar.
Ayra kemudian mengambil kayu bakar yang sudah dikumpulkannya lalu berjalan meninggalkan Devara. Ayra sempat menoleh sebentar ke arah Devara dengan memperlihatkan wajah jengkelnya. Sambil berjalan, Ayra mendapat sebuah ide.
“Apa nanti malam waktu pensi aku colut aja ya? Aku pingin banget naik perahu sampan itu. Sayang sekali kalo ga naik. Besok kan udah pulang”gumam Ayra dalam hati
Ayra berjalan ke arah lokasi kemah dengan hati yang bahagia. Karena dia mendapat ide cemerlang untuk naik perahu sampan itu saat semua orang sibuk menyaksikan pentas seni malam nanti.
*
*
*
*
Hari sudah beranjak malam, semua siswa berkumpul di bangunan yang mirip aula yang dekat dengan dapur umum. Mereka bersiap makan malam. Semua makan malam dengan hidangan yang sudah disiapkan kelompok yang bertugas memasak tadi siang sampai sore tadi. Konsep makan malam ini adalah lesehan. Jadi semua siswa makan saling berkumpul dengan duduk di lantai. Suasana sangat akrab karena mereka bisa makan malam berkumpul tidak hanya dengan teman satu kelasnya namun bisa dengan siswa dari kelas yang lain. Seperti Ayra dan Nadine yang malah makan malam bersebelahan dengan genk Devara karena tempat yang tersisa hanya di dekat mereka.
Awalnya Ayra nampak enggan makan di sana. Karena bagi Ayra, Devara dan genknya adalah sampah masyarakat yang harus dia hindari sejauh-jauhnya namun ternyata Ayra malah harus makan bersebelahan dengan musuh bebuyutannya itu.
“Apes banget sih nasibku hari ini. Dari tadi sebelahan sama makhluk ini terus. Sebel”gerutu Ayra dalam hati sambil menoleh ke arah Devara sepintas.
Ayra tak berselera makan malam, bukan karena makanannya yang kurang enak namun karena harus duduk bersebelahan dengan Devara. Membuat ***** makan Ayra hilang.
Gilang yang duduk agak di depan Ayra tertawa terbahak-bahak melihat Ayra yang makan salad sayur namun mayonnaisenya malah blepotan.
“Hahahahaha”tawa Gilang yang terdengar mengejek
“Kamu udah gila ya? Ngapain ketawa sekeras itu”ejek Devara
“Lihat itu! Wajah anak pindahan itu lucu banget”tunjuk Gilang pada Ayra.
Membuat beberapa orang di dekat Gilang dan Ayra segera menoleh pada Ayra. Nadine yang melihat wajah blepotan Ayra segera mengingatkan sahabatnya itu.
“Ay..”Nadine mengarahkan telunjukkanya ke sudut bibirnya sendiri memberi isyarat pada Ayra.
Namun karena Ayra ga peka, dia malah kebingungan diliatin banyak orang.
“Apaan sih Nad?”tanya Ayra masih tak sadar
Devara yang melihat Ayra tak sadar juga akhirnya menepuk pundak Ayra membuat Ayra menoleh padanya.
“Apa?”tanya Ayra pada Devara
Dengan secepat kilat, Devara segera menghapus sisa mayonnaise di wajah Ayra. Membuat Ayra kaget setengah mati hingga membelalakkan matanya dengan sempurna. Semua orang yang melihat adegan romantic antara Devara dan Ayra juga jadi heboh sendiri.
“Cieeeee..”ucap Janzsen
“Suiit..suiitt”
“Co cwiit”ejek anak yang lain
Ayra yang tak terima diperlakukan seperti itu oleh Devara, segera memukul lengan Devara sekuat tenaga. Membuat Devara kesakitan.
“Aww..kenapa mukul aku?”tanya Devara sambil mengelus lengannya
“Kamu ngapain barusan? Pegang-pegang”bentak Ayra tak terima dengan wajah yang sudah memerah menahan malu.
“Hei..makan tuh yang bener..jangan blepotan. Kayak anak kecil aja”tegur Devara
“Yang makan aku..yang blepotan juga aku. Terserah aku dong. Ngapain kamu ngurusin”sungut Ayra sengit
Jadilah Ayra dan Devara bertengkar hanya karena masalah sepele. Ayra yang jengkel akhirnya memilih beranjak dari tempatnya lalu pergi ke luar aula. Disusul Nadine. Kebetulan Daniel dan kelompoknya masih bertugas mempersiapkan acara pentas seni, makanya Daniel tak tahu kehebohan yang sempat terjadi di aula.
“Menyebalkan”seru Ayra setelah keluar dari aula.
“Sabar Ay..Dev kan tadi cuma bantuin kamu”bela Nadine
“Kok kamu malah belain cowok sinting itu sih Nad?”keluh Ayra melihat sahabatnya malah membela Ayra.
“Aku ga belain Ay”ucap Nadine lembut sambil mengelus punggung Ayra supaya emosinya menurun
“Udah ah..ga usah bahas lagi”seru Ayra dengan nada sangat kesal.
Saat tiba kelompok Ayra, tak ada satupun siswa yang bersedia maju. Membuat Ayra dengan terpaksa maju ke depan mewakili kelompoknya. Semua siswa bertepuk tangan melihat Ayra maju untuk menunjukkan bakatnya. Devara yang melihat Ayra maju kedepan juga tersenyum melihat gadis yang selalu dikerjainya itu maju menunjukkan bakatnya. Ayra sengaja meminta tolong Daniel untuk mengiringi nyanyiannya.
Setelah MC mempersilahkan Ayra menunjukkan bakatnya, Ayra mulai menyanyikan sebuah lagu. Ternyata suara Ayra sangat merdu. Suara Ayra dan petikan gitar Daniel berpadu dengan sangat indah. Mereka berduet menyanyikan sebuah lagu berjudul Stuck With You milik Ariana Grande feat Justin Bieber.
I'm not one to stick around
Aku bukan satu-satunya orang yang menetap
One strike and you're out, baby
Satu serangan dan kau keluar, sayang
Don't care if I sound crazy
Tidak peduli jika itu terdengar gila
But you never let me down no, no
Tapi kau tidak pernah mengecewakanku, tidak, tidak pernah
That's why when the sun's up I'm sayin'
Itu sebabnya ketika matahari terbit aku bilang
Still layin' in your bed, singin'
Masih berbaring di tempat tidurmu, aku bernyanyi
Ooh, ooh, ooh, ooh
Got all this time on my hands
Manfaatkan seluruh waktu ini di atas tanganku
Might as well cancel our plans
Mungkin juga membatalkan rencana kami
I could stay here for a lifetime
Aku bisa tinggal di sini seumur hidup
So lock the door
Jadi kunci pintunya
And throw out the key
Dan buanglah kuncinya
Can't fight this no more
Tidak bisa melawan ini lagi
It's just you and me
Hanya kau dan aku
And there's nothing I, nothing I, I can do
Dan tidak ada yang aku, tidak ada yang bisa aku lakukan
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you
Aku terjebak denganmu, terjebak denganmu, terjebak denganmu
So go ahead and drive me insane
Jadi, teruskan dan buat aku gila
Baby, run your mouth
Sayang, teruslah bicara
I still wouldn't change being
Aku tetap tak akan berubah
Stuck with you, stuck with you, stuck with you
Terjebak denganmu, terjebak denganmu, terjebak denganmu
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you, baby
Aku terjebak denganmu, terjebak denganmu, terjebak denganmu, sayang
There's no where we need to be
Tidak ada tempat yang kita butuhkan
No, no, no
Tidak tidak Tidak
I'ma get to know you better
Aku mengenal kau lebih baik
Kinda hope we're here forever
Agak berharap kita di sini selamanya
There's nobody on these streets
Tidak ada seorang pun di jalan-jalan ini
If you told me that the world's ending
Jika kau berkata kepada aku bahwa ini adalah akhir dunia
Ain't no other way that I could spend it
Maka tak ada cara lain untuk menghabiskannya
Baby, come take all my time
Sayang, ayo ambil seluruh waktuku
Go on, make me lose my mind
Ayo, buat aku kehilangan akal
We got all that we need here tonight
Kami mendapatkan semua yang kami butuhkan di sini malam ini