Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Curhat


Devara sendiri di kediaman neneknya, terus-terusan memandangi smartphone miliknya.


“Kamu sibuk sekali Dev..Nenek lihat dari tadi kamu melihat smartphone mu terus” ujar Agatha, Nenek Devara dari arah belakang


“Ehh..nenek. Aku tak lihat nenek datang”jawab Devara lembut.


Agatha adalah wanita yang sangat menyayangi Devara. Devara juga sangat sayang neneknya. Karena mama dan papanya sibuk kerja, maka hanya neneknya yang ada untuk Devara. Namun sudah setahun ini, nenek harus berobat ke Singapura. Sehingga Devara sendirian dirumahnya yang luar biasa luas itu bersama Madam O, kak Arga, bodyguard dan pelayan yang jumlahnya ratusan itu. Kakak Devara sudah lama menikah dan menetap di London.


Nenek duduk di samping Devara di ruang tamu.


“Bagaimana kabar Daniel?”tanya nenek


“Dia baik-baik saja”jawab Devara dengan nada malas


“Apa kalian belum berbaikan juga sampai sekarang?”tanya nenek setelah melihat raut wajah Devara yang jengkel.


Devara beranjak dari tempat duduknya dan menatap keluar jendela.


“Belum”jawab Devara


“Kenapa Dev? Mau sampai kapan kalian musuhan seperti itu? Kalian dulu sangat dekat. Kalian sudah seperti saudara”kenang Agatha


“Sudahlah nek, aku tak mau membahas itu lagi hari ini”ujar Devara


Rupanya hp Devara belum terkunci. Foto Ayra yang sedang tersenyum terpampang nyata di layar hp Devara. Nenek yang melihat ada foto seorang gadis di hp Devara menjadi penasaran dan mengambil hp itu.


“Siapa gadis cantik ini Dev?”tanya nenek sambil mengamati wajah cantik Ayra


Devara kaget, lalu menoleh ke arah neneknya yang sedang mengamati layar hp nya sambil tersenyum. Devara segera menghampiri neneknya.


“Nenek..kenapa buka-buka hp ku sih?”protes Devara


“Gadis ini siapa? Pacarmu?”tanya nenek lembut.


Devara tersenyum simpul.


“Dia cantik kan nek?”tanya Devara sambil memeluk tubuh renta neneknya


“Iya..dia cantik sekali”puji nenek sambil mengelus wajah cucu kesayangannya.


“Kapan-kapan ajak dia kesini ya?”pinta nenek


Devara segera melepaskan pelukannya. Raut wajahnya pun berubah.


“Kenapa nak?”tanya nenek penasaran


“Entahlah nek..Aku tak yakin gadis itu mau. Dia sangat membenciku karena aku sudah jahat padanya” ujar Devara lemas.


Nenek membelai wajah sendu Devara.


“Itu karena dia belum mengenalmu, sayang..Nanti jika dia sudah mengenalmu, pasti dia tidak akan membencimu”tutur nenek lembut membuat Devara tersenyum lega.


“Lagipula sampai kapan kamu mau menutup dirimu seperti ini. Membuat semua orang selalu salahpaham padamu. Berhentilah nak”ujar nenek.


Rupanya sejak kejadian dua tahun lalu, kejadian salahpaham antara Devara dan Daniel, membuat Devara menutup diri. Dia terluka penghianatan yang dilakukan sahabat baiknya itu. Hanya nenek satu-satunya tempat Devara berani menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya.


“Nenek mau istirahat..sudah malam. Kamu juga segera istirahat ya Dev”ujar nenek.


“Aku masih belum mengantuk. Nanti kalau sudah ngantuk, aku pasti tidur” balas Devara


Nenek beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Devara sendiri di ruang tamu. Devara segera mengambil smartphone nya. Ada notifikasi chat. Segera dibuka hp nya. Rupanya chat dari Ayra.


Devara segera menelpon Ayra. Tapi Ayra tidak segera mengangkat telponnya.


Devara terus berusaha menelpon Ayra.


Ayra ternyata sedang memasak makan malam untuk dirinya dan bundanya. Nasi goreng special ala chef Ayra. Bunda yang menyiapkan bahan-bahannya. Sementara Ayra yang memasaknya. Rupanya Ayra sangat jago memasak. Mungkin karena sering membantu Bunda memasak, membuat keahlian memasak Ayra bertambah.


Ayra memasak dengan sangat cekatan. Bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, dan dua butir cabe merah dimasukkan, ditambah nasi putih, saus, kecap dan penyedap rasa. Tak lupa lauk pendukung berupa suwiran ayam, udang dan sosis dimasukkan dalam wajan. Ayra terus mengaduk-aduk nasi gorengnya sampai semua bumbu dan nasi tercampur rata.


Aroma masakan Ayra sungguh menggoda. Sangat lezat. Membuat perut Ayra dan Bunda keroncongan. Segera nasi goreng dipindahkan dari wajan ke piring yang sudah disiapkan bunda. Tak lupa Ayra menambahkan irisan kol, dan tomat sebagai pelengkap.


“Huummmm…aromanya lezat sekali Ay”puji Bunda begitu mencium aroma nasi goreng buatan Ayra


Nasi goreng siap di meja makan.


“Selamat makan Bunda”ucap Ayra


“Selamat makan Ay..jangan lupa berdoa dulu”ujar Bunda


“Hummmm..enak sekali Ay”puji Bunda setelah merasakan nasi goreng buatan Ayra


“Terimakasih bunda”Ayra senang


Mereka berdua menikmati makan malam itu sambil berbincang-bincang ringan tentang aktivitas mereka seharian.


“Bunda tau tidak, di sekolahku ada anak cowok super aneh”ucap Ayra.


“Oya..aneh gimana?”tanya bunda


“Jadi kan bund, aku punya temen cewek. Si A. Nah, si A ini sama si B, cowok super aneh itu, mereka tu kayak tom and jerry bund. Musuhan. Ga pernah akur. Berantemmmm terus. Tapi bund, tiba-tiba aja si B ini “nembak” si A. Bilangnya gini “Mulai hari ini aku mau kamu jadi pacarku”. Gitu bund? Ya si A kaget banget lah bund.. Biasanya mereka berantem, ga pernah akur.  Tau-tau di”tembak” kayak gitu” cerita Ayra panjang lebar dengan menggebu-gebu.


Bunda hanya tersenyum.


“Mungkin aja si B emang udah lama suka si A, Ay..tapi dia susah mengungkapkan perasaannya. Makanya dia bisanya ya berantem itu tadi” balas Bunda.


“Tapi masak iya sih bund, suka sama seseorang malah ngajakin berantem mulu. Mana si B suka bikin onar lagi di sekolah. Si A malas banget lah pacaran sama cowok troublemaker seperti itu”tandas Ayra


“Kamu ga ingat cerita Ayah sama Bunda dulu si SMA seperti apa?”tanya Bunda balik


Ayra terdiam. Memang benar. Kisah cinta Aldi dan Ayrin semasa SMA hampir mirip dengan Ayra Devara. Hanya bedanya, Ayrin tak setangguh Ayra. Aldi dan Ayrin yang sejak kelas I SMA selalu menjadi saingan berat dalam hal akademik dan organisasi, juga seperti Ayra dan Devara. Selalu bertengkar dan berselisih paham.


Aldi selalu kalah saingan dalam perebutan peringkat 1 dengan Ayrin. Karena Ayrin memang lebih rajin ketimbang Aldi. Anehnya takdir selalu menyandingkan keduanya. Mereka menjadi ketua dan wakil ketua OSIS selama 2 periode. Mereka juga selalu ditunjuk menjadi ketua dan wakil ketua kelas. Kebetulan mereka selalu satu kelas selama tiga tahun di SMA.


Aldi selalu merasa Ayrin adalah gadis lemah menyebalkan yang selalu merebut juara kelas dari dirinya. Padahal Aldi sudah berusaha keras untuk menjadi juara kelas. Sementara Ayrin merasa Aldi adalah lelaki sombong yang selalu mencari gara-gara dengan dirinya.


Selama tiga tahun kebersamaan mereka, perlahan namun pasti Aldi mulai merasakan sesuatu berbeda pada dirinya terutama saat melihat Ayrin dekat dengan lelaki lain. Dan ketika Ayrin dikhianati kekasihnya, membuat Aldi naik pitam. Aldi merasa tidak terima dengan perlakuan kekasih Ayrin yang sudah menduakan Ayrin. Aldi pun sampai berkelahi dengan kekasih Ayrin.


Melihat perhatian Aldi padanya membuat Ayrin luluh. Mereka pun akhirnya berteman. Dan saat kelulusan SMA, Aldi memberanikan diri “menembak” Ayrin. Karena setelah lulus SMA, Aldi masuk akademi kepolisian. Untungnya Ayrin juga menyukai Aldi. Akhirnya mereka berpacaran dan menikah setelah Aldi lulus sekolah akademi kepolisian.


“Menurut Bunda, si B itu mungkin sifatnya seperti Ayah. Susah mengekspresikan diri. Coba kamu bilang sama temenmu si A itu, supaya dia mencoba membuka hatinya untuk si B. Karena Bunda yakin, lelaki seperti si B itu, kalau sudah berani “nembak” seperti itu, itu tandanya dia serius sama si A”ujar Bunda panjang lebar


Ayra pun hanya mampu terdiam mendengarkan saran Ayrin, Bundanya.


“Apa bener seperti itu?”tanya Ayra dalam hati.


“Kok diem Ay?”tanya Bunda


“Tau ah bund..kita makan aja ya”kelit Ayra.


“Ya udah”ucap Bunda kemudian menyantap masakan buatan Ayra.