Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Tamu Spesial


Keesokan harinya,


Ayra diajak Devara pergi menemaninya dalam penandatanganan kontrak bisnis dengan salah satu perusahaan di korea. Salah satu perusahaan ternama yang sedang sangat naik daun. Apalagi kalau bukan Hybe Labels yang dulu bernama Bighit Labels yaitu perusahaan yang menaungi idol K-pop seperti BTS, TXT, GFriend, Seventeen, Nu’est dan masih banyak lagi.


Devara sengaja menyembunyikan identitas perusahaan yang akan diajak bekerjasama dengan anak perusahaan Alexis Global Corp milik keluarga Devara yaitu Alexis Entertainment. Perusahaan yang bergerak di bidang entertainment. Perusahaan inilah yang nantinya akan diwariskan kepada Devara untuk dipimpin. Sementara ini perusahaan ditangani oleh salah seorang anak buah kepercayaan Papa Devara. Rencananya nanti jika Devara sudah cukup handal dan dianggap mampu memimpin perusahaan, maka perusahaan inilah yang pertama kali akan dipimpinnya. Sebelum nantinya semua tampuk kepemimpinan perusahaan Alexis Global Corp diserahkan pada Devara.


Ayra terlihat sangat cantik memakai mini dress lengan panjang motif bunga-bunga warna hijau muda dan soft pink. Sementara Devara terlihat gagah dengan setelan jas hitam yang dipadu kemeja putih.


Sebenarnya Ayra malas menemani Devara karena berpikir pasti acara nanti sangatlah membosankan. Ayra ingin ikut Nadine dan Daniel yang akan ke pantai. Tapi karena Devara terus memaksa, Ayra pun memilih mengikuti permintaan Devara yang memang suka memerintah seenaaknya. Ayra menurut setelah bertengkar panjang lebar dengan Devara.


Sebagai tuan muda perusahaan besar, Devara dikawal tiga mobil menuju gedung perusahaan Hybe Labels.


“Mau tandatangan kontrak aja bawa pasukan segini banyak..apa dia tidak berlebihan?”gumam Ayra dalam hati


“Kamu kenapa? Masih ngambek ga bisa ikut Nadine?” tanya Devara melihat Ayra yang tampak cemberut.


Ayra diam saja tak menjawab. Devara mengelus pucuk rambut Ayra dengan lembut.


“Percayalah..kau akan menikmati acara nanti”ucap Devara


“Menikmati apanya?”gerutu Ayra sambil mengerucutkan bibirnya.


Devara yang melihat Ayra cemberut, mendekatkan tubuhnya pada Ayra lalu membisikkan sesuatu di telinga Ayra.


"Bibirnya dikondisikan bisa kan? Kalo tidak bisa, aku cium bibir itu saat ini juga" ucap Devara sambil menyeringai nakal.


Ayra yang mendengar bisikan Devara langsung menoleh dan membelalakkan matanya dengan sempurna saking kagetnya. Pipinya pun langsung memerah karena malu.


"Iihhhh.. apaan sih Dev? Udah jauh-jauh sana" pinta Ayra sambil mendorong tubuh besar Devara.


Devara yang melihat Ayra salah tingkah langsung tertawa.


"Hahahahha"


"Dasar cowok gila"umpat Ayra sambil tersenyum karena godaan Devara tadi sukses membuat Ayra tersipu malu.


Sampai di gedung perusahaan Hybe Labels, nama baru perusahaan Bighit Labels, Ayra tak menyadari bahwa gedung yang kini dipijaknya adalah gedung baru Hybe Labels. Gedung yang sangat ingin didatanginya. Maklum saja, gedung baru itu masih belum rampung sepenuhnya. Karena belum beroperasi sepenuhnya maka karyawan yang bekerja juga belum banyak.


Devara dan Ayra diantar ke lantai tujuh belas untuk penandatanganan kontrak kerjasama. Sampai di lantai tujuh belas, mereka ditemani seorang penerjemah dan wakil perusahaan Devara.


Mereka menunggu di ruangan selama beberapa saat.


Ayra yang bosan, melihat-lihat hp nya. Nadine mengirimi beberapa foto dirinya yang sedang bermain di pantai.


"Pantainya bagus banget.. Aaahh, menyebalkan! Aku malah harus terjebak disini sekarang" gerutu Ayra


Karena terlalu fokus bermain hp, Ayra tak menyadari bahwa CEO Bighit yaitu Park Ji Won dan ketua Dewan direksi Hybe Labels yaitu Bang Shi Hyuk telah memasuki ruangan. Begitu Bang Si Hyuk menyapa Devara, barulah Ayra menoleh.


"Bang Si Hyuk?" gumam Ayra dalam hati tak percaya.


"Apa aku sedang bermimpi?" ucap Ayra sambil mencubit tangannya sendiri.


"Aduhhh..beneran sakit. Berarti dia beneran Bang Si Hyuk?" ucap Ayra sambil menoleh pada Devara.


Betapa terkejutnya Ayra karena dihadapannya kini berdiri mantan CEO Bighit. Saking terkejutnya sampai-sampai Ayra menutup mulutnya dengan mata yang terbelalak ketika diajak berjabat tangan oleh Bang Si Hyuk.


Devara tertawa geli melihat Ayra yang salah tingkah.


Selama acara, Park Ji Won, Bang Si Hyuk dan Devara berbincang-bincang. Devara sempat memperkenalkan Ayra pada Bang Si Hyuk dengan mengatakan bahwa Ayra adalah seorang ARMY. Fans berat BTS.


Bang Si Hyuk sangatlah ramah. “Hitman”Bang, julukan yang disematkan oleh Jin BTS pada Bang Si Hyuk adalah orang yang low profile namun sangat cerdas. Ayra sangat senang bisa berjumpa dengan “Papa Bear” BTS ini.


Rupanya perusahaan Devara akan berinvestasi di Hybe Labels. Gedung baru Hybe yang saat ini ditempati Ayra adalah gedung milik Devara. Gedung berlantai sembilan belas yang disewa Hybe Labels ini ditaksir mampu menampung seribu karyawan dan fans BTS dkk.


*


*


*


*


Menikmati sajian makan malam di salah satu teras restoran merupakan cara terbaik untuk melihat sinar matahari yang memudar dari cakrawala. Para wisatawan juga dapat menyewa perahu nelayan ataupun menyewa alat pancing untuk sekedar mencari ikan di pinggir dermaga.


Nadine terlihat sangat cantik mengenakan tube top putih dipadu dengan hot pants soft blue yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Daniel terlihat santai dengan kemeja putih dan celana cream yang dikenakannya.


Mereka berdua menyempatkan berfoto di pantai itu. Keduanya terlihat sangat serasi. Nadine yang memang menyukai pantai terlihat menikmati pemandangan di pantai Eurwangni.


Keduanya memilih berjalan-jalan di tepi pantai berdua sambil berbincang-bincang ringan.


"Ayra pasti sekarang seneng banget bisa ketemu idol kesukaannya" ucap Nadine


"Iya" jawab Daniel sambil tersenyum


"Sudah lama ya kita ga piknik bareng?" tanya Nadine


"Benar juga. Terakhir kita piknik bareng sebelum aku ke Cambridge" kenang Daniel


Saat sedang asyik ngobrol, tiba-tiba seorang gadis bule cantik mendatangi mereka.


“Daniel? Is that really you?”tanya gadis bule itu


Mendengar namanya dipanggil, Daniel pun menoleh kearah sumber suara.


“Karin? Hey how are you?”balas Daniel setelah mengenali gadis tadi.


Karin, gadis cantik asal Ukraina. Mereka bertemu saat masih sama-sama ikut pertukaran pelajar selama 6 bulan di Cambridge University setahun yang lalu.


Gadis itu langsung memeluk Daniel dan mencium pipinya. Nadine yang berada disamping Daniel kaget melihat gadis itu yang tiba-tiba mencium Daniel.


Mereka ngobrol beberapa saat. Daniel memperkenalkan Nadine pada Karin. Rupanya Karin sedang liburan semester juga dan berlibur ke Korea bersama keluarganya. Gadis cantik itu sangat ramah dan lucu. Kedekatan Karin dan Daniel berhasil menyulut percik api cemburu di dalam hati Nadine.


Sebenarnya Karin masih ingin ngobrol dengan Daniel tetapi karena keluarga Karin akan segera berangkat ke pulau Jeju akhirnya Karin dan Daniel pun berpisah. Sebelum berpamitan, Karin meninggalkan nomor hp dan alamat Instagram nya pada Daniel, supaya mereka bisa saling kontak.


Setelah kepergian Karin, sikap Nadine berubah jutek. Wajahnya yang cantik ditekuk berkali-kali sehingga nampak sekali Nadine yang sedang cemburu.


“Jadi dia yang bernama Karin? Pacarmu selama 6 bulan di Cambridge?”tanya Nadine dengan nada kesal.


“Kamu tau darimana?”tanya Daniel


“Vania yang cerita, katanya selama di Cambridge kamu pacaran dengan gadis Ukraina bernama Karin. Pantas saja kau tergila-gila, dia sangat cantik”ucap Nadine masih dengan nada kesal.


“Benarkah? Aku tak tahu kalo dia cantik”goda Daniel


“Dasar pembohong!” umpat Nadine kesal lalu berjalan meninggalkan Daniel


“Hey Nad, mau kemana?”tanya Daniel melihat “sahabat”nya yang ngambek berjalan menjauhinya.


Daniel mengejar Nadine yang berjalan dengan tergesa-gesa.


“Nad, kamu kenapa? Kenapa tiba-tiba seperti ini? Katakan salahku apa?”tanya Daniel


Nadine dengan wajah kesalnya menoleh kearah Daniel yang berjalan di belakangnya.


“Kau tanya salahmu apa? Apa kau tak tahu tatapan matamu pada Karin tadi benar-benar melukaiku?” gerutu Nadine dalam hati.


“Aku mau pulang. Aku capek”ucap Nadine dengan nada kesal.


Nadine berjalan meninggalkan Daniel yang kebingungan. Sebenarnya Daniel tahu Nadine memiliki perasaan lebih padanya. Tetapi Daniel kurang peka dengan kecemburuan yang saat ini menggerogoti Nadine.


Daniel tidak sadar ketika menatap Karin tadi, tatapannya begitu lembut. Dia begitu menikmati pertemuannya dengan Karin setelah hampir satu tahun tidak bertemu. Nadine yang berada di sebelah Daniel, menangkap tatapan lembut itu dan tatapan itu sukses melukai perasaan Nadine. Karena tatapan lembut itu jarang ditunjukkan Daniel saat bersamanya.


Nadine mengenal Karin dari foto dan cerita Vania, saudara sepupunya yang juga ikut pertukaran pelajar satu gelombang dengan Daniel dan Karin. Menurut Vania, selama enam bulan itu Daniel sangat dekat dengan Karin. Itulah kenapa Vania berani bilang Daniel dan Karin pacaran.


Setelah pulang ke Indonesia, Daniel dan Karin jarang berkomunikasi lagi karena kesibukan masing-masing. Nadine juga tak berani menginterogasi Daniel karena takut akan menimbulkan masalah antara dirinya dan Daniel. Gadis cantik ini terlalu takut kehilangan Daniel. Dia tak siap harus kehilangan “sahabat”nya itu. Sementara Daniel yang hanya menganggap Karin sebatas teman, merasa pertemanannya dengan Karin biasa saja.


Selama di Cambridge, Nadine selalu menghubungi Daniel. Tetapi Daniel tidak pernah membahas tentang Karin. Itulah sebabnya, Daniel kaget ketika Nadine seperti sudah mengenal Karin.


Mereka pun segera mengakhiri acara liburan mereka di pantai itu karena Nadine yang tiba-tiba badmood. Mereka kembali ke apartemen Devara. Sampai di apartemen, si empunya apartemen, Devara dan Ayra masih belum pulang karena masih menemui “tamu special”nya.