Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Colut


Keduanya bernyanyi sambil bertatapan mesra. Membuat setiap orang yang melihat mereka berdua, ikut terbawa suasana. Karena mereka bernyanyi dengan tatapan penuh cinta. Membuat Nadine dan Devara yang melihat keduanya malah terbakar cemburu. Apalagi harmonisasi keduanya sangat indah. Akhirnya penonton ikut bernyanyi bersama mereka.


Devara yang melihat gadis yang disukainya bernyanyi mesra dengan Daniel tampak kesal dan bahkan mengepalkan tangannya. Setelah bernyanyi, Ayra dan Daniel kembali ke tempat mereka dengan senyum terpancar di wajah masing-masing.


“Suaramu bagus juga Ay”puji Daniel


“Makasih,,permainan gitarmu juga bagus banget”puji Ayra balik


Ayra dan Daniel yang berjalan kembali ke tempat duduk mereka tak memperhatikan bahwa ada pasang mata yang menatap keduanya dengan penuh kemarahan. Bahkan tangannya pun mengepal dengan kuat. Karena api cemburu di hatinya berkobar-kobar melihat kemesraan Ayra dan Daniel, Devara tiba-tiba maju ke depan. Membuat semua orang yang melihat Devara, hanya bisa melongo dan terdiam.


“Cowok sinting itu mau ngapain? Sekarang kan bukan bagian kelompoknya”ucap Ayra lirih


“Iya..ya..ngapain Dev maju ke depan?”tanya Nadine heran


MC yang melihat Devara maju sampai mundur beberapa langkah. Devara segera menengadahkan tangannya meminta mic pada MC tanpa sepatah kata yang terucap dari bibirnya.


MC pun segera menyodorkan mic pada Devara. Lalu Devara meraih gitar yang tadi baru saja di pakai Daniel. Rupanya Devara ingin menunjukkan kemampuan bermusiknya yang memang lebih jago ketimbang Daniel.


Semua penonton yang melihat Devara hanya bisa saling berbisik satu sama lain. Setelah menyetel gitarnya, Devara mulai pemanasan suara dulu.


“Check..check..”ucap Devara sambil membetulkan letak mic yang diletakkan di standing mic.


“Ehem..ehem..”


Semua penonton yang mayoritas cewek, baru mendengar Devara berdehem saja langsung blingsatan ga karuan. Karena suara berat Devara terdengar sangat seksi. Penonton pun mulai riuh padahal Devara belum menyanyikan satu lagupun.


Setelah merasa suara di mic sudah pas, Devara mulai memainkan gitar yang sedang dipegangnya. Rupanya Devara ingin menunjukkan kemampuannya bernyanyi juga. Devara menyanyikan lagu 10.000 hours milik Shay feat. Justin Bieber. Devara sengaja menyanyikan lagu itu untuk Ayra. Devara menyanyi sambil menatap ke arah Ayra terus.


Do you love the rain? Does it make you dance


Apakah kamu menyukai hujan? Apakah itu membuat Kamu menari


When you're drunk with your friends at a party?


Saat Kamu mabuk dengan teman di pesta?


What's your favorite song? Does it make you smile?


Apa lagu kesukaanmu? Apakah itu membuatmu tersenyum?


Do you think of me?


Apakah Kamu memikirkan aku?


Saat Kamu memejamkan mata


Tell me what are ya dreaming?


Katakan padaku apa yang sedang kamu mimpikan?


Everything, I wanna to know it all


Segalanya, aku ingin tahu semuanya


I'd spend 10,000 hours and 10,000 more


Aku akan menghabiskan 10.000 jam dan 10.000 lebih


Oh, if that's what it takes to learn that sweet heart of yours


Oh, jika itu yang diperlukan untuk mempelajari hatimu yang manis itu


And I might never get there but I'm gonna try


Dan aku mungkin tidak akan pernah sampai di sana tetapi aku akan mencoba


If it's 10,000 hours or the rest of my life


Jika 10.000 jam atau sisa hidupku


I'm gonna love you (Ooh)


Aku akan mencintaimu (Ooh)


Do you miss the road that you grew up on?


Apakah Kamu melewatkan jalan tempat Kamu tumbuh dewasa?


Did you get your middle name from your grandma?


Apakah Kamu mendapatkan nama tengah Kamu dari nenek Kamu?


When you think about your forever now


Ketika Kamu berpikir tentang Kamu selamanya sekarang


Do you think of me?


Apakah Kamu memikirkan aku?


Saat Kamu memejamkan mata


Tell me what are ya dreaming?


Katakan padaku apa yang sedang kamu mimpikan?


Everything, I wanna to know it all


Segalanya, aku ingin tahu semuanya


I'd spend 10,000 hours and 10,000 more


Aku akan menghabiskan 10.000 jam dan 10.000 lebih


Oh, if that's what it takes to learn that sweet heart of yours


Oh, jika itu yang diperlukan untuk mempelajari hatimu yang manis itu


And I might never get there but I'm gonna try


Dan aku mungkin tidak akan pernah sampai di sana tetapi aku akan mencoba


If it's 10,000 hours or the rest of my life


Jika 10.000 jam atau sisa hidupku


I'm gonna love you (Ooh)


Aku akan mencintaimu (Ooh)


I'm gonna love you


Aku akan mencintaimu


Ooh, want the good and the bad


Ooh, mau yang baik dan yang buruk


Everything in between


Semuanya ada di antara keduanya


Ooh, gotta cure my curiosity


Ooh, harus menyembuhkan rasa penasaran aku


Ayra yang mendengar suara seksi Devara tanpa sadar menatap lekat cowok tengil gila plus sinting yang selalu dimakinya itu.


“Suaranya bagus juga rupanya”puji Ayra dalam hati


Semua penonton dibuat terbius dengan suara seksi seorang Devara Alexander yang sangat tampan. Tak terkecuali Ayra. Ayra tampak menikmati pertunjukan Devara. Namun begitu sadar, Devara menatapnya terus, Ayra segera mengalihkan pandangannya.


“Kenapa cowok itu ngliatin ke sini terus sih?”gerutu Ayra dalam hati karena melihat Devara yang menatapnya terus


Ayra tak kuat bertatapan dengan Devara yang walaupun tengil namun malam itu entah kenapa terlihat sangat ganteng dan romantis.


Ayra kemudian teringat dengan perahu sampan yang dilihatnya tadi siang.


“Apa aku colut (kabur)  sekarang aja ya? Mumpung ga ada yang merhatiin” gumam Ayra dalam hati.


Akhirnya Ayra berdiri dari tempat duduknya.


“Nad, aku ke toilet bentar ya?”ucap Ayra bohong.


Nadine yang masih menikmati pertunjukan Devara menoleh sebentar ke arah Ayra lalu menganggukkan kepalanya.


“Perlu ditemenin ga Ay?”tanya Nadine memastikan


“Ga usah lah. Aku berani kok sendiri”jawab Ayra


“Iya..percaya. Hati-hati ya?”pesan Nadine


Ayra berjalan menyusuri lautan manusia yang malam itu asyik menyaksikan pertunjukan seorang Devara.


Devara yang melihat Ayra pergi, hanya bisa menatap punggung Ayra sampai gadis itu hilang dalam kegelapan malam.


Setelah selesai menyanyi. Devara segera menyusul Ayra. Karena jarak antara perginya Ayra dengan Devara yang menyusul lumayan lama, membuat Devara kehilangan jejak Ayra. Devara sampai clingukan, menoleh ke semua arah mencari gadis yang disukainya itu.


“Sial! Pergi kemana gadis itu malam begini?”gerutu Devara dalam hati.