Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Posesif (2)


Keesokan harinya,


Kakek Arya sudah siap sejak tadi. Kakek terlihat santai mengenakan kemeja putih yang dipadu dengan sweater warna hijau army. Penampilan kakek terlihat lebih fresh.


Ayra menatap sang kakek yang terlihat gagah dan menawan.


“Bagaimana penampilan kakek?”tanya kakek


Ayra mengangkat jempolnya.


“Kakek tak ada tandingannya”puji Ayra pada sang kakek membuat kakek tersenyum bahagia


Sesaat kemudian Madam O sudah siap dan berjalan ke arah mereka. Madam terlihat cantik meskipun penampilannya sederhana. Madam O mengenakan midi dress button front warna kuning lengan pendek yang dipadukan dengan sweater putih. Kakek Arya menyunggingkan bibirnya melihat penampilan Madam O yang beda dari kesehariannya selama ini. Madam O yang bertatapan dengan kakek Arya jadi salah tingkah.


Ayra dan Devara tersenyum melihat kakek dan Madam O. Devara segera berjalan ke arah Madam O dan memegang bahunya. Devara menarik tubuh Madam O hingga bersebelahan dengan kakek. Setelah itu Devara berjalan ke samping Ayra.


“Madam sudah siap?”tanya kakek


Madam O menganggukkan kepalanya pelan.


“Iya tuan..saya sudah siap”jawab Madam O dengan malu-malu.


“Selamat bersenang-senang kek”ucap Ayra sambil mencium pipi kakeknya


Devara yang melihat Ayra mencium pipi kakek di depan matanya, tampak tak suka. Devara melirik sepintas lalu melengos dengan malas.


“Bisa-bisanya dia mencium kakek di depan mataku”gerutu Devara dalam hati


“Kakek berangkat dulu”ucap kakek


“Iya kek..dadah”Ayra melambaikan tangannya pada sang kakek


“Dev?”


“Iya kek”


“Ingat! Jaga Ayra”pesan kakek


“Tentu saja. Kakek tak perlu kuatir. Selamat bersenang-senang”sahut Devara


Kakek melangkah mendekati Madam O dan berjalan berdua keluar dari rumah. Keduanya akan jalan-jalan berdua. Istilah anak muda sekarang, mereka akan pergi kencan.


Ayra dan Devara mengantar keduanya sampai ke mobil. Dilihatnya mobil yang melaju meninggalkan rumah kediaman Devara. Ayra terlihat tersenyum bahagia menatap mobil yang lama-kelamaan hilang dari pandangannya. Ayra hendak kembali masuk ke dalam rumah. Ayra tak sadar jika dirinya baru saja menyulut api di hati kekasihnya setelah dirinya mencium pipi kakek barusan.


Devara yang terbakar api cemburu langsung menarik lengan Ayra. Membuat Ayra kebingungan dan mengerutkan dahinya melihat Devara memegang lengannya dengan paksa.


“Dev..lepasin! Kamu mau apa?”tanya Ayra kebingungan


Devara terus membisu. Ditariknya Ayra ke ruang santai, tempat favorit mereka.


“Dia kesambet apa sih? Kenapa wajahnya sangar gini? Perasaanku jadi ga enak”gumam Ayra dalam hati


Sampai di ruang santai, tanpa ba-bi-bu, Devara langsung menarik lengan Ayra hingga gadis itu menghadap ke arahnya, dan secepat kilat Devara langsung meraih tengkuk Ayra dan mencium kekasihnya dengan sangat lembut.


Ayra membeku mendapat serangan mendadak dari Devara. Matanya terbelalak dan berkedip beberapa kali. Devara melahap bibir lembut Ayra dan menciumnya dengan mesra.


“Mmmpphhhh”


Ayra mendorong tubuh Devara sekuat tenaga. Ayra mengatur nafasnya yang mendadak berkejaran akibat kelakuan Devara pagi-pagi. Devara mengusap bibirnya dan tersenyum dengan nakal sambil berkacak pinggang.


“Kamu apa-apaan Dev? Bagaimana jika ada orang yang melihat?”tanya Ayra kesal


“Kenapa? Kamu takut?”tanya Devara balik


Devara langsung meraih pinggang ramping Ayra hingga tubuh keduanya sangat dekat. Devara tersenyum penuh kemenangan melihat kekasihnya yang salah tingkah karena kelakuannya.


“Bukankah kemarin aku sudah bilang aku akan minta bayaranku?”tanya Devara dengan tatapan genit


“Aku kira dia udah lupa. Kenapa masih ingat sih?”gerutu Ayra dalam hati.


Tangan kanan Devara merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik Ayra sementara tangan kirinya masih melingkar erat di pinggang ramping kekasihnya itu.


“Dan apa tadi yang kamu lakukan pada kakek?”tanya Devara


Ayra bingung mendengar pertanyaan Devara.


“Emang aku tadi ngapain?”tanya Ayra balik karena bingung


Devara mencubit pipi Ayra dengan gemas.


“Kau sudah melupakannya?”tanya Devara


“Auww..sakit Dev”keluh Ayra sambil mengelus pipinya yang dicubit Devara


Ayra mengerucutkan bibirnya karena kesal.


“Bisa-bisanya kau mencium pipi kakek di depan mataku”protes Devara


“What? Dia marah hanya karena aku mencium pipi kakek?”gerutu Ayra dalam hati


“Aku kan udah biasa seperti itu sama kakek sama Ayah. Masak kamu cemburu?”keluh Ayra


Devara menggelengkan kepalanya pelan.


“Aku tak suka kau mencium pipi kakek dan Ayah di depan mataku. Jangan lakukan itu lagi! Kau mengerti?”perintah Devara


“Ya ampun Dev.. Mereka itu keluargaku. Aku sudah mengenal mereka jauh sebelum aku mengenal kamu. Masak aku ga boleh mencium pipi kakek dan Ayahku sendiri. Permintaanmu terlalu berlebihan”protes Ayra tak terima


Bagi Ayra, kakek dan Ayah adalah dua lelaki yang penting dalam hidupnya jadi tak ada alasan bagi Devara cemburu pada keduanya.


“Tetap saja aku tak suka kau mencium mereka”keluh Devara


“Tapi Dev..”


“Cukup cium punggung tangan mereka saja! Kau mengerti?”perintah Devara


“Belum nikah aja udah main perintah. Apalagi kalo udah nikah. Bisa-bisa aku ga boleh keluar rumah gara-gara sikap posesifnya itu”gerutu Ayra dalam hati


“Kenapa kau diam? Jawab pertanyaanku!”pinta Devara


“Iya..iya..”jawab Ayra dengan terpaksa


Ayra memilih mengalah daripada harus berdebat dengan kekasihnya yang posesif.


“Bagus! Itu baru wanitaku!”puji Devara dengan senyum penuh kemenangan


Dan tak menunggu lama, Devara segera menghadiahkan sebuah ciuman hangat di bibir kekasihnya. Ayra pun mengalungkan tangannya di leher Devara. Mereka saling berbalas ciuman hangat. Sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta itu berciuman dengan sangat mesra tanpa menghiraukan sekitarnya. Bagi keduanya, kebahagiaan mereka adalah saat mereka dapat mencintai satu sama lain dengan penuh cinta.


****


Ayra dan Devara kembali melanjutkan pemotretan foto pre wedding mereka yang sempat ditunda. Mereka akan melanjutkan dua sesi pemotretan. Seperti juga kemarin, Ryan kembali menjelaskan konsep pemotretan yang akan dilakukan keduanya. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian. Karena kakek Arya tidak ikut bersama mereka, Devara dan Ayra menjadi lebih leluasa menikmati sesi kali ini.


Pada sesi pertama, Ayra mengenakan gaun pengantin broken white yang sangat indah. Gaun floral lace dengan siluet A-line klasik menunjukkan ilusi garis leher Ayra yang indah, bagian belakang ilusi renda yang indah menampilkan punggung mulus Ayra namun backless yang tidak terlalu rendah, dan lengan pendek yang elegan. Renda dihiasi dengan beberapa payet cantik dengan kilau halus yang juga menghiasi rok tulle yang menawan. Dengan riasan natural di wajah cantiknya serta rambut yang disanggul modern dengan mahkota kecil yang dikenakannya, Ayra menjelma menjadi calon pengantin yang siap dinikahi Devara.


Devara sendiri juga tampak gagah mengenakan tuxedo hitam dipadu dengan kemeja putih. Kedua calon pengantin itu sungguh menjelma menjadi pengantin sungguhan yang sangat serasi.


Begitu selesai dirias, Ayra yang berjalan ke arah Devara tersipu malu mendapat tatapan penuh cinta di mata kekasihnya. Devara sungguh terpaku dengan kecantikan wanitanya. Serasa ingin menikahinya saat itu juga.


Devara mengulurkan tangannya pada Ayra. Ayra yang membawa buket bunga menyambut uluran tangan Devara dengan hati berdebar-debar. Jantungnya berdegup kencang karena penampilan Devara yang terlihat gagah dan menawan.


“Ya ampun..mereka serasinya ga ada obat”


“Iya”


“Kalo aku jadi nona, aku pasti minta dinikahi sekarang juga”


“Aku juga”


“Kok pikiran kita bisa sama ya?”


Lagi dan lagi perghibahan di antara pegawai Ryan bergulir melihat Devara dan Ayra yang sangat serasi. Seolah merekalah calon pengantinnya. Mereka menatap keduanya dengan hati berbunga-bunga begitu melihat pemandangan indah sepasang kekasih yang sebentar lagi mengikat janji suci.


Ryan yang mendengar pegawainya sedang menggosip langsung berdehem dengan keras.


“Ehem”


Para pegawai itu langsung menoleh bersamaan dan begitu mendapat tatapan tajam bosnya mereka langsung melarikan diri dan kembali ke tempat mereka masing-masing.


“Kamu cantik sekali hari ini”puji Devara pada Ayra


“Terimakasih”balas Ayra dengan malu-malu


“Kita mulai sekarang tuan muda?”tanya Ryan memastikan


Devara menganggukkan kepalanya. Akhirnya sesi pemotretan pun dilanjutkan. Kedua sejoli yang segera menikah itu mengikuti arahan Ryan dengan baik. Hasilnya semua foto hasil bidikan kamera Ryan tak ada satupun yang mengecewakan. Awalnya Ayra dan Devara difoto secara terpisah dengan konsep black and white. Devara laksana model professional dengan penampilannya yang sangat gagah dan tampan. Sementara Ayra dengan ekspresi tertunduk malu namun dengan senyum indah di bibirnya. Aura pengantin sangat terlihat jelas dari keduanya.



Sesi berikutnya, Devara mengganti dasi yang dikenakannya dengan dasi kupu-kupu. Kali ini Ayra dan Devara berfoto bersama. Berbagai pose yang dilakukan keduanya tak ada yang mengecewakan. Karena tatapan mata keduanya yang penuh cinta dan gesture kecil dari keduanya sangat menunjukkan besarnya cinta dan perhatian di antara keduanya. Kemesraan yang mereka perlihatkan membuat sesi pemotretan itu berlangsung tanpa hambatan.



Ryan tersenyum puas tiap melihat hasil bidikannya sendiri. Karena hasilnya benar-benar luar biasa. Devara yang melihat hasil foto pre weddingnya dengan Ayra juga nampak puas dengan kinerja Ryan.


Untuk mempersingkat waktu, sesi terakhir pemotretan pun dimulai. Kali ini Ayra dan Devara berganti pakaian yang lebih casual. Ayra mengenakan midi dress warna putih sleeveless. Rambut Ayra juga dibiarkan tergerai. Sementara Devara mengenakan kaos putih lengan panjang dan celana panjang warna senada.


Pada sesi terakhir ini, mereka melakukan pemotretan di suatu tempat yang sesuai dengan konsep mereka. Konsep kali ini menceritakan sekilas perjalanan hidup keduanya dimana Ayra dan Devara awalnya berjalan beriringan pada dua jalan yang berbeda.  Pada satu waktu mereka sama-sama menyeberang jalan. Mereka yang tak saling mengenal justru berpapasan di jalan. Namun takdir cinta malah mempertemukan mereka kembali hingga akhirnya mereka menempuh perjalanan bersama-sama.



Akhirnya sesi foto prewedding Devara dan Ayra selesai juga. Keduanya tampak puas dengan hasil foto dua hari ini. Keduanya pulang ke rumah dengan perasaan bahagia karena sudah menyelesaikan rangkaian demi rangkaian acara foto pre wedding mereka.