Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Part Fara-Raka


Fara mampir ke supermarket sebelum


pulang sekolah yang jaraknya tidak jauh dari sekolah. Dia mengambil keranjang


dan siap memasukan semua makanan ringan yang dia sukai untuk teman dia nonton dramakorea di rumahnya.


Fara menoleh saat mengambil makanan


bersamaan, “Maaf, ini gue dulu yang ambil.” Kata Fara.


“Jelas-jelas gue dulu yang ambil, sini.”


Orang itu merebut dari tangan Fara. Fara menghela napas panjang. Dia berusaha


bersabar agar tidak meledak emosinya.


Fara pergi meninggalkan  cewek yang merebut makanannya itu. Dia kembali memutari supermarket untuk menemukan makanan yang di sukainya lagi.


Fara melirik tajam, ketika makanan yang


hendak di ambilnya kembali ingin di ambil orang.


“Maaf ya Mbak, kenapa sih lo demen


banget sama makanan yang ingin gue ambil. Lo fans gue ya?” kata Fara jengkel.


“Idih.. siapa juga yang ngefans. Lagian


semua barang disini kan di jual dan semua orang bebas beli disiini.” Katanya


dengan sewot.


“Saya negrti dan nggak pernah melarang orang membeli, tapi kelakuan mbak ini bikin gedek.” Batas kesabaran Fara sudah habis.


“Nggak usah nyolot gitu juga, santai


saja.” Katanya sambil pergi.


“Fara sabar, jangan perang di sini


malu-maluin.” Fara mengelus dadanya agar dia bersabar.


Fara memutuskan untuk menyelesaikan belanjannya, dia sudah tidak mood lagi. Dia langsung pergi ke kasir, dan lagi cewek yang


sejak tadi mencari masalah kembali ingin menyerobot. Namun dengan sigap Fara


maju ke antrian dia menyenggol sedikit tubuh cewek itu sampai terjatuh.


“Ah!” teriaknya.


‘Ups.. sorry. Gue duluan.” Kata Fara


sambil berjalan maju membiarkan cewek iu yang masih jatuh terduduk.


Fara membawa plastik belanjaannya


keluar, dan baru keluar pintu ada yang dorong dari belakang. Fara terjatuh


dengan barang-barang yang dia belinya.


“Lo gila ya?!” teriak Fara sambil


menoleh ke belakang.


“Itu balasan buat lo yang berani-beraninya mencari masalah sama gue.” Katanya sambil melipat ke dua tangannya di dada.


Fara berdiri, “Nggak salah nih?” Fara


mendorong cewek itu.


“Eh.. apa-apaan nih main dorong-dorong


pacar gue.” Kata seorang cowok yang baru saja datang.


“Sayang, dia mendorong gue.” adunya.


“Lo!” cowok itu menunjuk Fara lalu


bengong sebentar. “Fara.” Katanya sambil menurunkan telunjuknya.


“Aldi.” Kata Fara. Mata Gita berkaca-kaca saat melihat mantan yang dulu sangat dia sayangi. Sayangnya Aldi menghianatinya dan memilih cewek lain. Bahkan dia dengan tega mencium pacarny di depan matanya.


“Sayang, lo kenal sama dia?” tanya ceweknya.


“Kenal lah, dia mantan gue yang sangat cupu. Dan cinta mati sama gue sampai-sampai nggak mau putus sama gue.” Katanya dengan bangga.


“Ooo, jadi ini cewek yang waktu itu


nangis-nangis di depan rumah lo?” Kata pacarnya Aldi.


“Siapa bilang gue belum move on dari lo,


dan gue sadar waktu itu memang bego mau saja di bohongi sama buaya macam lo.


Dan lo makan tuh sampah bekas gue. Ah.. cowok lo ini juga bakalan ngajak balikan sama gue kalau nggak ada lo.” Kata Fara dengan senyuman mengejek.


“Heh! Jaga mulut lo, Lagian Aldi nggak


akan mau balikan sama lo yang nggak ada canti-cantiknya. Perempuan kok kayak


preman.”  Pacar Aldi menunjuk dekat wajah


Fara.


“Santai aja, cowok lo itu nggak


sebanding sama cowok gue yang sekarang. Dia lebih keren, kaya, lebih segalanya


dari cowok yang modal modus doang.” Kata Fara.


“Oiyaa... Fara-Fara lo itu terlalu halu.


Mana ada cowok yang bakalan suka sama lo. Lihat dandanan lo nggak ada cantik-cantiknya.”  Kata Aldi.


“Kalau lo emang sudah punya pacar,


panggil dia kesini sekarang. Lo buktiin sama gue kalau lo mampu mencari pengganti  yang lebih segelanya dari Aldi.” Ceweknya Aldi menantang Fara.


“Mampus.” Batin Fara. Dia bingung harus


menelpon siapa, karena kenyataannya dia tidak belum punya pacar.


gue itu orang sibuk.” Fara ngeles agar mereka berdua tidak meminta Fara untuk


menunjukan cowoknya.


“Bilang saja lo nggak punya pacar jangan


banyak alasan.” Katanya sambil mendorong Fara Kasar.


Raka yang sejak tadi menonton saja berjalan mendekati Fara lalu


membantu Fara berdiri setelah melihat kondisi tidak kondusif.


“Sayang, lo nggak apa-apa?” tanya Raka sambil membersihkan lutut dan tangan Fara.


Fara menatap lekat Raka. Raka mengedipkan satu matanya. Dia mengkode agar mengikuti permaiannya.


“Iya sayang, mereka berdua terus


menyerangku. Lihat semua makanan gue tumpah. ” Kata Fara dengan suara manja,


dia ingin memanasi Aldi.


“Siapa lo?” tanya Aldi nyolot.


“Gue pacar barunya Fara.” Kata Raka


sambil menggandeng tangan Fara.


“Ah.. akhirnya ada juga yang mau


memungut anak bego ini.” Kata Aldi dengan tawa yang sangat menghina.


“Apa lo bilang?” Raka menarik kerah baju


Aldi.


“Santai saja, gue kasih tahu sama lo. Lo


pacaran sama dia hanya akan rugi, da di permalukan terus di depan umum. Percaya


sama gue, dia itu bukan cewek cupu yang tidak bisa di ajak bersenang-senang.”


 Buuugh!


Raka memukul wajah Aldi yang lumayan


putih hingga meninggalkan luka di bagian bibir. Raka menarik kerah Aldi lagi


sambil, dia belum puas menghajar orang yang mulutnya busuk itu.


“Ini untuk lo yang menghina cewek gue!”


Raka memukul bagian kiri.


“Dan ini, untuk mulut busuk lo.” Raka


memukul bagian perut Aldi kemudian dia melepaskan kerah baju Aldi hingga dia


tergeletak di lantai.


“Dan lo, betah banget banget sih


dekat-dekat sama manusia sampah yang bau begini.” Kata Raka sama ceweknya Aldi.


“Kalau gue jadi  lo pasti cari yang lain,


cantik-cantik kok mau-maunya dekat sampah.” Raka merangkul Fara dan mengajaknya pergi.


“Apa lo baik-baik saja?” tanya Raka.


Fara mengangguk dia masih shock melihat Raka memukuli Aldi.


“Kenapa dengan wajah lo? Apa lo nggak


terima gue pukulin dia?” tanya Raka. Fara terdiam tak bisa menjawab tenggorokannya rasanya dongkol banget.


“Kalau memang lo marah karena gue


pukulin manusia tiada punya adap itu, gue nggak akan mita maaf sama lo.” Ujar Raka.


Fara berhenti lalu memeluk Raka, dia


menangis di dalam pelukan Raka. Raka perlahan mengangkat tangannya dan membalas pelukan Fara meskipun sangat ragu. Dia negelus rambut Fara.


“Sudah lo jangan tangisi manusia tidak


berguna itu.” Kata Raka.


“Gue tidak menangis karena itu.” Jawabnya sesenggukan.


“Lalu?”


“Gue menangis karena, betapa bodohnya


gue yang dulu mau mengejar-ngejar dia. Itu sangat memalukan.” Kata Fara.


Raka melepaskan pelukannya lalu mengusap


air mata yang menetes di kedua pipi Fara.


“Anggap saja itu mimpi buruk, dan tidak


perlu lo ingat.” Raka kembali menarik Fara dalam pelukannya.


“Makasih ya, kalau lo nggak datang gue


nggak tahu bagaimana menghadapinya.”


“Gue pasti datang dan ada di samping lo.”


Kata Raka dengan pede.


“Memangnya lo siapa memastikan diri bisa


ada di samping gue terus.”


“Seperti yang lo pilih dulu, antara gue


sama ucup. Gue itu orang terakhir datang ke kehidupan lo dan terus menemani lo. Dah yuk gue antar pulang.” Raka menggandeng Fara. Ucapan Raka masih mrnggantung dan belum bisa di cerna oleh Fara.