
Sesampainya di Mansion, Viona baru memperhatikan kalau tangan suaminya ada yang terluka.
Viona pikir itu tadi darah bekas memukul pria tadi.
"Ini tidak begitu sakit istriku, mari sini kulihat luka di lehermu" Bernard menarik Viona duduk dekat dengannya.
Sekarang mereka tengah duduk didekat balkon dikamar mereka.
Bernard melihat luka di leher Viona untungnya tidak begitu parah, dia sangat takut tadi melihat pisau tersebut menempel dileher istrinya.
Bernard memeriksa pergelangan tangan Viona, tampak memerah akibat pitingan pria tadi.
Bernard mengelus tangan Viona dengan lembut, dia menahan amarahnya melihat luka lebam tersebut.
Dia sangat mencintai istrinya melebihi dirinya, dia menjaga dan melindungi istrinya jangan sampai terluka.
Tapi akhirnya terluka juga, dia sangat kesal.
Dan ternyata saudara tirinya dalang dibalik kejadian tersebut.
Dan berupaya untuk mengincar hartanya, dan ingin menyingkirkannya.
Jadi semenjak indentitas dirinya diketahui oleh keluarga tirinya, mereka menyusun rencana untuk merebutnya.
Sungguh berani mereka!
Bernard tersenyum sinis memikirkan itu.
"Ayo istriku, mari membersihkan diri dulu, aku akan mengobati lukamu" kata Bernard menarik Viona masuk ke kamar mandi.
Mereka mandi bersama.
Setelah selesai mandi, Bernard mengobati luka dileher Viona.
"Ternyata mereka yang mengganggumu suamiku, bagaimana kamu akan mengatasi nya?" tanya Viona hati-hati pada Bernard.
"Aku akan membuat perhitungan pada mereka, mereka yang memulai, jadi jangan salahkan kalau aku marah pada mereka!" kata Bernard.
Tok! tok! tok!
Suara ketukan terdengar di pintu kamar.
Bernard bergegas menuju pintu, diluar pintu tampak Jos berdiri setelah pintu terbuka.
"Tuan, kami sudah dapat laporannya!" kata Jos.
"Oke!" kata Bernard mengangguk, "Tunggu diruang kerja ku!"
"Baik" angguk Jos, lalu pergi meninggalkan pintu kamar Bernard.
Setelah Bernard selesai membalut luka dileher Viona dengan perban, Bernard mengambil mantel.
Lalu memakaikannya pada Viona.
Bernard membawa Viona keruang kerjanya, dia sudah mengambil keputusan bahwa istrinya boleh ikut untuk mendengar laporan yang disampaikan para anak buahnya.
Viona sudah melihat dan juga sudah terlibat dalam masalah yang tengah mereka hadapi.
Di ruang kerja Bernard telah menunggu Leo dan Jos.
Bernard membawa Viona untuk duduk dikursi kerjanya, sementara dia tetap berdiri disamping Viona.
"Katakan!" kata Bernard.
"Morgan telah membayar seseorang untuk mencari tahu tentang semua aset anda Tuan, dia ingin membantu Andreas untuk membalaskan dendam mengenai sahamnya yang telah anda buat bangkrut!" kata Leo.
"Karena itulah dia menyewa jasa perkumpulan Ramses untuk membalas anda!" kata Leo lagi.
Bernard tahu siapa Ramses.
Saingannya dalam dalam perkumpulan bawah.
Ramses pernah mencoba merebut markasnya yang di pulau.
Tapi tidak berhasil, dan nyaris menjadi tawanan. Ramses berhasil melarikan diri.
Dari semenjak itu Ramses ingin sekali membalas Bernard.
"Ramses meminta bantuan pada Paul untuk membantunya, dia sangat terpukul melihat keempat anak buahnya yang masih hidup kembali dengan keadaan luka parah!" kata Leo lagi.
"Paul?"
Bernard ingat kalau Paul adalah bekas anak didiknya yang berkhianat, membantu mata-mata menyusup masuk ke markas mereka di pulau.
Tapi untung Bernard dapat mengetahui gelagat dari Paul yang mencurigakan, dan rencana mereka gagal.
Dan sekarang mereka mulai bersekutu untuk melawan dia dengan bayaran dari Morgan.
Bernard tersenyum sinis mengetahui laporan ini.
"Baiklah, mari kita bermain-main dengan saham Morgan, mereka yang mulai bermain-main denganku, aku akan menyambutnya!" kata Bernard tersenyum licik.
Bernard terlihat bersemangat.
Dia memerintahkan Leo dan Jos mengikuti arahannya untuk bermain saham.
Bersambung....