Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
76. Jatuhnya karir adik tiri.


Viona mengurus surat pengunduran dirinya dengan cepat, dia tidak mau berlama-lama lagi berada di tempat kerjanya tersebut.


Ternyata pria yang bersama Irina malam itu bekerja di perusahaan tempat Viona bekerja.


Bisa jadi Irina telah menyelidiki tentang dirinya.


Untunglah proses memberikan surat pengunduran dirinya tidak berlangsung lama.


Setelah selesai, Viona bergegas meninggalkan gedung kantornya tersebut.


Memang ada saja kejadian yang tidak terduga, di pintu keluar gedung Viona berpapasan dengan seorang wanita yang aneh.


Dia tampak seperti orang yang sedang menyamar, memakai topi dan masker muka.


Dan langsung menghadang jalan Viona.


Mau apa orang ini? pikir Viona bingung.


Dan wanita tersebut kemudian membuka masker wajahnya setelah berhadapan dengan Viona.


Ternyata adik tiri Bernard, Lidia Antonius.


"Waktu yang sangat tepat sekali, aku ingin kau menjelaskan dan meminta maaf padaku!" katanya sarkas, "Dari kemarin aku datang mencari kamu kesini, akhirnya aku bertemu juga denganmu!"


"Apa?" tanya Viona bingung, keningnya berkerut heran dengan adik tiri Bernard yang sangat angkuh tersebut.


Mencarinya? ada urusan apa dengannya?


"Kamu kan yang mempublikasikan videoku yang marah-marah di Mall Gold Star?" kata Lidia Antonius dengan suara keras pada Viona.


"Maaf? apa katamu? apa kamu pikir aku kurang kerjaan mengurus yang tidak berguna?" kata Viona tenang.


"Gara-gara kamu, karirku jadi diambang kehancuran, kamu harus mengklarifikasi tentang video yang beredar tersebut!" kata Lidia Antonius marah.


"Video? video apa? aku tidak mengerti apa maksud mu!" kata Viona semakin bingung.


Aneh! kening Viona berkerut bingung dengan perkataan adik tiri suaminya tersebut.


Wajah Lidia Antonius memerah melihat Viona tidak peduli dengan apa yang diinginkannya.


"Kamu harus ingat ya, kalau bukan karena hutang budi Ayahmu, kamu tidak mungkin bisa masuk ke keluarga Antonius!" kata Lidia Antonius sarkas.


"Apakah kamu mau masuk berita lagi?" tanya Viona tersenyum lucu pada Lidia Antonius.


"Ke.. kenapa kamu bilang begitu?" tanya Lidia Antonius dengan wajah mulai berubah.


"Kamu sungguh angkuh, seorang model didepan umum tanpa pengawasan agensinya berkeliaran memarahi orang, apakah kamu tidak berpikir akan ada orang yang iseng akan mengabadikan lagi tingkahmu yang asli ini?" kata Viona tersenyum lucu melihat tingkah Lidia yang tidak belajar dari kesalahan nya di Mall Gold Star kemarin.


"A..apa maksud mu?!" Lidia semakin ganas, tidak senang mendengar perkataan Viona.


"Apa kamu tidak bisa berpikir, bisa saja dari sudut sana ada seseorang diam-diam merekam tingkahmu ini, kamu jangan lupa! kamu adalah seorang model, siapa yang tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bahan berita mereka?!" kata Viona tersenyum devil.


" Ka...kamu..!"


"Apa?!" tantang Viona menatap tajam adik tiri suaminya tersebut.


"Kami akan menuntut kamu karena telah membuat karirku hancur, aku tidak akan biarkan kamu bebas!" kata Lidia emosi, dia benar-benar tidak bisa menahan amarahnya pada Viona.


"Apa urusannya denganku, aku bukan orang yang kurang kerjaan dengan hal yang tidak penting!" kata Viona dengan tenangnya.


"Aku tahu itu perbuatan kalian berdua, aku tahu kamu membenciku karena suka menghina suamimu, jadi kamu menghancurkan karirku!" teriak Lidia Antonius histeris


"Terserah kamu mau bilang apa, bukan urusanku, awas!!"


Viona mengibaskan tangannya agar Lidia Antonius menyingkir kesamping, dia ingin pergi.


Malas berlama-lama meladeni adik tiri suaminya yang tidak masuk akal tersebut.


Lidia masih terus berteriak pada Viona yang meninggalkan nya di lobby gedung kantor Viona.


Banyak orang menonton dia yang berteriak marah.


Bersambung.....