
Viona membuka sarung tangan anti panas yang dipakainya, lalu meletakkannya disisi meja.
Bernard memberikan ikan panggang yang tadi tidak jadi diberikan untuk Jos.
"Makan yang banyak, agar tubuhmu tidak terlalu kurus!" Bernard mengambil gelas jus dan meletakkannya dihadapan Viona.
Viona meraih gelas jus, meminum sedikit jus tersebut lalu mulai mencicipi hasil panggangannya.
"Apapun yang istriku masak, semuanya sangat enak, aku suka!" kata Bernard seraya meraih jemari Viona dan meremasnya lembut.
"Terimakasih kak" kata Viona tersenyum senang, dia membalas remasan jemari tangan Bernard di jemarinya.
Mereka sama-sama tersenyum bahagia.
Sementara itu Jos terpaksa memanggang sendiri daging untuk mereka yang belum mendapat jatah daging panggang.
Leo datang membantu Jos.
"Lain kali hati-hati bro, jangan menerima makanan apapun dari tangan Nyonya, Tuan tidak senang, untung kamu tidak kena tonjok!" bisik Leo disamping Jos.
Leo menyeringai pada Jos, lalu dia menyenggol rusuk Jos dengan siku tangannya.
Jos sampai membungkuk merasakan tenaga Leo yang menyikut rusuknya.
"Siapa yang mau berbagi makanan hasil buatan istri tercinta, aku juga tidak mau!" kata Leo.
Jos hanya cemberut saja mendengar perkataan Leo, dia mengambil daging dan sosis panggang yang telah matang.
Meletakkannya keatas piring bersih, lalu mengambil salad sayur dan meletakkannya disisi piring.
Tangan Leo terulur untuk mengambil piring tersebut.
"Buat sendiri untukmu!" kata Jos membawa piring tersebut, dan kemudian bergabung disebelah Bernard menikmati hasil panggang buatannya.
Leo menurunkan tangannya, terpaksa dia memanggang untuk dirinya.
Untung masih ada sisa di atas grill ditinggalkan Jos.
Lana dan Susi datang membantu Leo.
Dan akhirnya Leo yang membantu untuk memanggang untuk mereka semua.
Dan dia yang terakhir menikmati hasil barbeque yang dia buat.
Mereka terlihat sangat menikmati makan bersama mereka, mengobrol sambil menyesap anggur sedikit demi sedikit.
Jos tiba-tiba berdiri, wajahnya terlihat memerah, sepertinya mulai mabuk.
"Tuan...aku mau protes!" kata Jos lantang.
Bernard memandang Jos tajam, dia terlihat tidak senang dengan ucapan Jos tersebut.
Dia menunggu, apa yang mau diprotes oleh Jos.
Leo sepertinya sudah tahu apa yang akan diprotes Jos, dia terlihat diam-diam tersenyum geli.
Dia ingin melihat Jos mempermalukan dirinya sendiri, dia perlahan memutar-mutar gelas anggurnya.
Dan kemudian menyesap anggurnya perlahan, menantikan Jos mengatakan apa yang ada dipikirannya.
"Aku protes! kenapa Tuan sangat kejam padaku, aku juga mau merasakan masakan buatan Nyonya, aku ingin merasakan seenak apa masakan buatan Nyonya, Tuan tidak adil!" kata Jos meledak, suaranya terdengar lantang dan berat karena pengaruh anggur.
Mata para Bodyguard dan Pelayan terbelalak terkejut mendengar perkataan Jos tersebut, mulut Lana dan Susi sampai menganga kaget.
Leo menutup mulutnya ingin tertawa melihat betapa bodohnya Jos, dia mencurahkan isi hatinya didepan semua orang.
Bernard bangkit dari duduknya, dan....
Plakk!!
Satu pukulan mendarat di kepala Jos.
"Aduhh!" Jos kesakitan, dia memegang kepalanya yang kena pukul Tuannya tersebut.
"Apa katamu, katakan sekali lagi!" kata Bernard menatap tajam Jos dengan wajah marah.
Akibat kena pukulan tangan Bernard, Jos jadi tersadar dari mabuknya.
"Ti..ti..dak Tuan, maaf...aku salah bicara, aku enggak ada maksud mengatakannya!" kata Jos ketakutan, dia merasa malu dengan apa yang dikatakannya barusan.
Plakk!
Bernard memukul kembali kepala Jos, dan Jos mengaduh kesakitan.
"Cari sendiri istrimu, agar kamu bisa merasakan masakan yang paling enak, kenapa kamu protes padaku mengenai masakan istriku, dia milikku...apapun yang dia buat adalah milikku, kamu kira aku mau berbagi denganmu!" kata Bernard menatap Jos tajam.
"I...iya Tuan, aku salah!" kata Jos membungkuk hormat, dia sangat malu dengan perkataannya tadi.
Leo yang melihat itu sudah mau meledak tertawa, dia memegang perutnya menahan tawanya.
Bersambung......