
Viona memencet bel rumah Anna.
Beberapa saat Viona menunggu Anna membuka pintu.
Dan pintu pun terbuka.
"Viona!" mata Anna terbelalak tidak percaya melihat Viona berdiri didepan rumahnya.
Sudah lama Viona tidak pernah menginjakkan kakinya lagi ke rumah Anna.
Dulu Viona selalu menganggap rumah Anna adalah rumah kedua Viona, dia sering menginap di rumah Anna.
"Dengan siapa kamu datang?" tanyanya sambil melihat kearah jalan.
Tampak sebuah mobil hitam terparkir dipinggir jalan.
"Bersama pengawal suamiku!" jawab Viona.
Anna pun langsung menarik Viona masuk kedalam rumah begitu Viona selesai bicara.
"Kamu tahu tidak, dari kemarin-kemarin aku sudah mau tanya sama kamu, apakah berita itu benar?" tanya Anna terlihat heboh.
"Berita apa?" tanya Viona bingung.
"Su...suamimu Bernard ternyata seorang pria yang kaya raya?" tanya Anna memegang kedua bahu Viona sambil menatap wajah Viona lekat-lekat.
"Memangnya yang kamu dengar dari berita tersebut seperti apa?" tanya Viona balik lagi.
"Bahwa suamimu adalah pemilik gedung Mall Gold Star, apakah benar?"
"Iya!" angguk Viona.
"Astaga naga Vionaa..!" tubuh Anna gemetar begitu Viona mengiyakan berita tersebut.
"Kamu mendapatkan Jackpot! aku tidak menyangka kamu pandai juga memilih suami yang luar biasa, ternyata dia bukan seorang pecundang!" kata Anna dengan suara bergetar, tubuhnya gemetar tidak percaya.
"Kami semua telah merendahkan seorang Miliarder, hanya kamu yang selalu mengatakan kalau dia bukan sampah, astaga Vionaa! aku sekarang jadi malu sekali kalau bertemu dengan suamimu" kata Anna lemas.
Dia menghempaskan bokongnya ke sofa.
"Aku dengar Bernard adalah orang kaya nomor 1 di kota kita, semua orang membicarakan nya di media sosial, semua wanita mulai tergila-gila pada Bernard!" kata Anna menatap Viona dengan tatapan tidak percaya.
Viona diam saja mendengarkan ocehan Anna, dia kemudian duduk disebelah Anna.
"Oh ya...apa kamu sudah tahu?" tanya Anna.
"Tahu apa?"
"Di media sosial kakakmu, Naira mengatakan kalau kamu mencuri suaminya, dan dia kemudian dihujat para Haters, mengatakan kalau dia yang menolak Bernard, semua orang menyerang Naira dengan mengatakan bahwa dia perempuan matre!"
"Sungguh keterlaluan dia, memang pantas dia dihujat perempuan matre! untung Bernard terlihat seperti sampah waktu itu kalau tidak, pasti Bernard yang menikah dengan Naira" kata Anna dengan nada puas, karena Naira menolak menjadi pengantin Bernard.
"Oh ya..setelah kalian diusir oleh Papanya Bernard, kalian tinggal dimana?" tanya Anna.
"Di rumah suamiku, menurut kamu kami tinggal dimana?" kata Viona merasa lucu dengan pertanyaan Anna.
"Jangan katakan bahwa selama ini suamimu sebenarnya telah memiliki rumah sendiri"
"Iya, benar!" angguk Viona.
"Ya ampun! kamu sungguh beruntung Viona, ternyata pria yang diam-diam kamu sukai itu pandai sekali menutup indentitas dirinya!" kata Anna bergetar, "Dulu aku heran padamu, kenapa bisa tertarik pada pria seperti Bernard, ternyata...." Anna tidak bisa untuk melanjutkan kata-katanya karena merasa malu.
Ting! tong!
Tiba-tiba suara bel pintu berbunyi.
Mereka sama-sama menoleh ke pintu.
"Siapa?" tanya Viona.
"Tidak tahu, Papa dan Mamaku pergi ke kampung Nenekku, lusa baru pulang, adikku pergi kerja part-time, malam baru pulang!" kata Anna.
Ting! tong!
Sepertinya orang yang diluar tidak sabaran, agar pintu segera dibuka.
Anna pun bangkit dari duduknya.
Ting! tong!
Kembali bel pintu dipencet.
Orang tersebut benar-benar tidak sabaran.
"Sebentar!" sahut Anna sembari berjalan ke arah pintu dengan langkah cepat.
Ting! tong!
Anna pun membuka pintu rumah.
Dan, diluar pintu tampak Bernard berdiri dengan wajah yang begitu cemas.
"Dimana istriku?" tanyanya dengan tajam.
Belum sempat Anna menjawab, Bernard sudah langsung masuk kedalam rumah Anna dengan langkah cepat
Bersambung....