
Bernard dengan langkah panjang berjalan menuju segerombolan pria yang berkelahi tersebut.
Pria-pria lain yang berusaha untuk melerai mereka menyingkir mundur begitu melihat Bernard datang mendekat.
Melihat wajah Bernard yang sudah menggelap mereka semakin mundur menjauh, seakan sudah tahu apa yang bakalan terjadi.
Dan memang benar.
Begitu Bernard sudah dekat, tangannya langsung menarik salah satu pria tersebut. Dan....
Bukkk!!
Satu tinju yang cukup kuat melayang ke wajah pria tersebut, dan langsung membuat tubuh pria itu terpelanting cukup keras kelantai.
Viona terlonjak ditempatnya berdiri, ternyata suaminya pergi untuk menghajar pria-pria yang berkelahi tersebut.
Bernard kembali melayangkan tinjunya kearah pria lain, lalu menarik tangannya dan membanting tubuh kekar tersebut kelantai.
Suara tubuh pria itu terdengar sangat kuat terbanting kelantai.
Bukkk!!!
Suara ringisan kesakitan terdengar keluar dari mulut pria itu.
Kembali Bernard menghajar pria yang lainnya, menendang tubuh pria itu dengan tendangan yang cukup kuat.
Terlihat wajah Bernard sangat dingin dan menakutkan, mode on piysco.
Bernard dalam diam menghajar pria-pria tersebut, tanpa ada suara untuk memanggil nama mereka satu persatu, tenaga Bernard bagaikan banteng, tubuh satu pria langsung ambruk dihajarnya.
Karena itulah pria-pria tadi langsung menjauh begitu mereka melihat wajah dingin Bernard, mereka tahu kekuatan Bernard sangat mengerikan.
Dua puluh pria sekaligus bisa dihajarnya dalam waktu singkat. Bernard sangat menyeramkan, karena itulah dia bisa menjadi pemimpin yang ditakuti.
Bukkk!!
Bernard seolah memiliki peringan tubuh, dengan ringan dia melompat melayangkan tendangannya pada dua pria sekaligus, setelah itu melayangkan tinjunya pada rahang mereka dengan cukup keras.
Darah keluar dari mulut mereka. Wajah dingin Bernard semakin menggelap.
Tubuh Bernard berputar melayangkan kakinya yang panjang menghantam rusuk pria yang lain, kemudian melompat lagi melayangkan bogemnya kearah pria lainnya.
Enam pria tersebut tersungkur dilantai, tampak darah keluar dari mulut mereka.
"Brengsek!! dasar tidak berguna!!" teriak Bernard pada mereka.
Ditendang nya kembali pria-pria yang telah tersungkur dilantai tersebut.
"Harus aku yang turun tangan untuk mengatasi kalian, brengsek!!!" tinju Bernard melayang kewajah salah satu pria tersebut.
Darah kembali keluar dari mulut pria itu.
"Tidak bisa diandalkan, membuat susah saja!!!" teriaknya dengan keras.
Bernard mengambil satu kursi yang ada didekatnya, mengangkatnya ke udara dan siap akan dibantingkan ketubuh pria yang telah dihajar tersebut.
"Tuan..maafkan kami!!" teriak salah satu pria tersebut agar Bernard tidak membanting kursi tersebut kearah salah satu dari mereka.
Dengan marah Bernard melempar kursi tersebut kelantai, dan hancur tidak berbentuk lagi.
"Jos!!" teriak Bernard memanggil Bodyguardnya.
Bodyguard yang bernama Jos langsung berlari mendekat pada Bernard.
"Iya Tuan!" jawabnya.
"Jangan rekrut lagi mereka, pulangkan, aku tidak mau punya anak buah seperti mereka!!"
"Baik Tuan!" angguk Jos.
"Tidak Tuan...jangan! jangan pulangkan kami, kami memiliki keluarga yang perlu kami biayai!"
Pria-pria tersebut dengan susah payah mencoba merangkak mendekat pada Bernard memohon ampun belas kasihan.
Sementara itu Viona ditempatnya berdiri sudah semakin gemetar menyaksikan suaminya menghajar pria-pria kekar tersebut.
Lututnya sudah tidak mampu untuk menopang tubuhnya yang lemas ketakutan, dia sudah mau ambruk kelantai.
Beberapa Bodyguard yang berdiri menjaga Viona, melihat Nyonya mereka sudah mau jatuh kelantai.
Mereka siaga ditempat mereka berdiri, melihat kalau-kalau Viona jatuh kelantai, tapi tidak berani untuk memegang Viona.
Nyonya adalah milik Tuan mereka, jadi mereka tidak berani untuk menyentuh sedikitpun. Bisa bahaya kalau Tuan mereka melihat.
Bersambung.....