
Bernard menyarankan pada Jos agar terlebih dahulu mengantarkan Lidia pulang ke rumah gadis itu.
Baru setelah itu, mereka pulang ke Mansion kastil di gunung.
Lidia memberitahu alamat rumahnya pada Jos.
Perlahan mobil tersebut memasuki kawasan villa mewah.
Dan mobil tersebut berhenti di depan sebuah villa bernuansa hijau dengan pagar tinggi.
Lidia mengambil ponselnya dari dalam tasnya, lalu menekan satu nama di layar ponselnya.
"Buka pintu, aku mau masuk, aku didepan pintu gerbang!" kata Lidia lalu setelah itu, mematikan ponselnya.
Tidak berapa lama pintu gerbang perlahan terbuka.
Dengan sigap Jos turun dari mobil, memutar menuju pintu penumpang.
Membuka pintu mobil untuk Lidia, dan membantu Lidia membuka sabuk pengamannya.
Lidia berlahan menggeser bokongnya ke pinggir pintu untuk memudahkan Jos mengangkatnya.
Perlahan Jos membopong Lidia, lalu membawa Lidia masuk ke halaman villa.
Sekuriti villa kediaman Lidia langsung panik melihat Jos membopong Lidia masuk kedalam villa.
"Nona...anda kenapa Nona? anda kecelakaan di mana?" tanyanya beruntun.
Lidia tidak menjawab, dia lebih fokus dengan Jos yang membopongnya.
Saat akan memasuki rumah Lidia, Jos mulai merasakan gugup.
"Letakkan saja aku di ruang tamu" kata Lidia pelan.
"Ada apa ini, kamu kenapa Lidia?" seorang wanita paruh baya keluar dari ruang dalam villa.
Terlihat sangat elegan dan masih cantik walau usianya sudah tua.
"Aku hanya keseleo saja Ma!" sahut Lidia dengan santai.
Jos perlahan meletakkan Lidia di sofa.
"Ini siapa? kenapa dia bisa membawamu kemari?" tanya wanita itu beruntun.
Jos semakin gugup saja mendengar pertanyaan wanita tersebut, yang tak lain ternyata adalah Ibu Lidia.
"Dia Jos Ma...pacarku!" sahut Lidia dengan tenangnya.
"Apa? pa...pacar??" Ibu Lidia terkejut bukan main.
Sementara Jos semakin gugup saja.
"Namanya Jos, panggil saja Mamaku sama seperti aku memanggilnya Mama, Josku, jangan panggil Nyonya!" kata Lidia tersenyum santai.
"Ka..kamu sejak kapan sudah punya pacar, kenapa selama ini tidak pernah Mama dikasih tahu?" tanya Mama Lidia dengan nada yang tidak senang, karena putrinya itu merahasiakan tentang sosok pria yang menjadi pacar putrinya tersebut.
"Ada apa ini? Lidia kenapa kakimu?" seorang pria paruh baya muncul dari raung dalam villa.
"Aku hanya keseleo saja Pa, untuk sementara tidak boleh jalan dulu kata Dokter!" kata Lidia.
Jos yang masih berdiri di dekat Lidia semakin gugup saja.
"Siapa dia?" tanya Ayah Lidia.
"Kenalkan Pa, ini pacarku, namanya Jos!" kata Lidia mengenalkan Jos pada Ayahnya.
"Ha..halo Tuan!" sahut Jos gugup.
"A..apa? pacar? sejak kapan kamu punya pacar...selama ini kamu tidak pernah jalan dengan pria mana pun, kenapa sekarang tiba-tiba sudah punya pacar?" tanya Ayah Lidia tidak percaya, dia terkejut juga sama seperti istrinya tadi.
Jos semakin tidak enak saja berdiri di samping Lidia, dia merasa tidak diterima orang tua Lidia.
"Jos Asisten suaminya Viona!" kata Lidia masih dengan tenangnya.
"A..apa?!" kedua orang tua Lidia semakin terkejut bukan main.
"Bibii...cepat bawa teh andalan kita kemari, ada tamu datang, cepatt!" teriak Ibu Lidia tanpa rasa sungkan di hadapan Jos.
"Kenapa kamu tidak bilang dari dulu kalau pacarmu adalah Asisten Tuan Bernard, pantasan kamu selalu pergi menemui Viona, ternyata kamu suka sama asisten suami Viona ya!" sahut Ayah Lidia beruntun, Ayah Lidia jadi terlihat salah tingkah.
"Silahkan duduk Jos, mari sini duduk!" Ibu Lidia bergegas menarik tangan Jos untuk duduk dekat nya.
"Sini...mari duduk, ke sini!" Ayah Lidia tidak mau kalah cepat dari istrinya.
Ayah Lidia menarik tangan Jos agar duduk di dekatnya.
"Sini saja, dengan Mama!" ujar Ibu Lidia penuh semangat.
"Tidak, disini saja!" Ayah Lidia menarik lagi tangan Jos agar duduk di sampingnya.
Jos jadi kebingungan, dia tidak menyangka reaksi kedua orang tua Lidia jadi bersemangat mengetahui kalau dia adalah Asisten Bernard.
Ini di luar dugaannya, dia pikir kedua orang tua Lidia tidak akan merestui hubungannya dengan Lidia.
"Stop!!" teriak Lidia.
Kedua orang tua Lidia terkejut mendengar teriakan Lidia, mereka sama-sama berhenti menarik tangan Jos.
Bersambung.....