Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
210. Bahagia saling memperhatikan.


Empat bulan tidak terasa telah berlalu setelah pernikahan Jos dan Lidia, mereka selalu terlihat mesra bagaikan pengantin baru.


Jos selalu ingin cepat pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya, karena tidak ingin terlalu lama berpisah dari istrinya.


Begitu juga dengan Leo, langsung pulang begitu selesai kerja.


Leo selalu tidak bisa menahan rindu seharian tidak melihat istrinya, walau sering curi-curi video call dengan Anna.


Sementara Bernard selalu berhasil menjalankan bisnisnya, dan sahamnya selalu melonjak naik.


Dan kehamilan Viona terlihat semakin membesar, sudah waktunya untuk memeriksa jenis kelamin bayinya.


Hari ini Bernard akan membawa istrinya pergi ke Dokter kandungan, seperti biasa cek rutin kehamilan Viona.


"Istriku..apakah kamu sudah selesai, ayo kita pergi!" panggil Bernard yang tengah menunggu Viona keluar dari walk in closet.


Bernard menunggu istrinya duduk disofa kamar sambil memeriksa ponselnya.


"Iya, ini sudah selesai!" sahut Viona dari dalam walk in closet.


"Ayo!" Bernard langsung berdiri begitu melihat Viona keluar dari dalam walk in closet.


Mereka hari akan mengetahui jenis kelamin bayi mereka, dan akan mulai membeli pakaian bayi setelah mengetahui jenis kelaminnya.


Kamar bayi sudah mereka siapkan.


Bernard dan Viona terlihat tenang saat Dokter mulai memeriksa kandungan Viona.


Mata Bernard nanar melihat ke layar monitor, saat Dokter mulai meletakkan alat USG keatas perut Viona.


Dan terlihatlah dimonitor bayi yang kecil di perut Viona bergerak, dan suara jantung sibayi juga terdengar jelas.


Bernard menelan ludahnya tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya, dia rasanya ingin menangis karena bahagia.


Benihnya telah tumbuh diperut istrinya menjadi bayi yang sehat.


Terdengar suara jantungnya yang begitu kencang dan bersahutan, sungguh suara yang indah didengar Bernard.


"Sebentar..!" kata Dokter tiba-tiba, menatap layar monitor dengan seksama, dia merasa ada yang berbeda dengan bayi didalam perut Viona.


Berulang kali Dokter itu memutar alat USG diatas perut Viona, memutarnya kesegala posisi.


"Selamat Tuan!" ujar Dokter tersebut sambil tersenyum.


"Bayi anda kembar, keduanya bayi berjenis kelamin laki-laki!" sahut Dokter itu lagi setelah memastikan berulang kali.


"Hah!!" Bernard dan Viona terkejut mendengar apa yang dikatakan Dokter tersebut.


"Iya, kembar..coba anda perhatikan pergerakan mereka, ada dua bayi!" jawab Dokter dengan jelas.


Bernard merasa semakin tidak percaya dengan apa yang dia lihat dimonitor, dengan teliti dia melihat.


Memang benar, ada dua mahluk kecil yang bergerak didalam perut istrinya, bayi mereka kembar.


Dada Bernard rasanya ingin meledak begitu bahagianya, dia mendapatkan jackpot.


Dua bayi lelaki, mimpi apa aku semalam? pikir Bernard tidak percaya.


Viona juga terlihat terbengong melihat layar monitor tersebut, ada dua bayi didalam perutnya.


"Putraku!" gumam Bernard tanpa sadar, digenggam nya tangan Viona dengan erat.


Lalu membawa tangan Viona ke bibirnya, dan mengecupnya dengan sayang.


"Bayi kita kembar sayang..terimakasih sudah memberiku dua bayi lelaki, aku mencintaimu istriku" gumam Bernard begitu bahagia.


"Aku juga sangat bahagia kak..kita punya dua jagoan yang akan sama seperti Papanya" kata Viona tersenyum senang.


"Iya sayang" ucap Bernard tersenyum juga, dia sangat bahagia sekali.


Dan tidak lama kemudian berita tentang bayi kembar Bernard tidak tahu bagaimana prosesnya, sudah tersebar ke semua telinga anak buah Bernard di pulau dan dibeberapa tempat.


Mereka semua sangat bergembira mendengar berita bayi Bernard, karena sebentar lagi mereka akan memiliki Tuan Muda.


Dan tentu saja Lidia dan Anna ikut serta.


Meja panjang terlihat ditaman belakang telah penuh dengan berbagai jenis masakan, buah dan dessert.


Semua terlihat begitu bahagia, canda dan tawa terdengar di antara mereka.


Selama makan Ayah Anna dengan wajah datarnya selalu memberikan lauk atau sayur ke piring Leo.


Dan Leo dengan sopan selalu menundukkan kepalanya mengucapkan terimakasih pada Ayah mertuanya tersebut.


"Terimakasih Papa mertua" ucapnya.


"Makan yang banyak, aku melihat kamu seperti kurusan..jangan terlalu capek, harus banyak istirahat!" kata Ayah Anna masih dengan wajahnya yang datar.


"Baik Papa mertua" angguk Leo patuh.


Beda dengan Jos, Ibu mertua dan Ayah mertuanya silih berganti memberikan lauk ataupun sayur ke piring Jos.


"Istriku..kamu jangan beri lagi apa yang telah kuberikan pada menantuku, dia jadi bingung untuk menghabiskan makanannya!" sahut Ayah Lidia kesal pada istrinya yang meniru dirinya memberikan apa yang diletakkannya kedalam piring Jos.


"Papa..Mama..jangan buat suamiku jadi buncit memakan apa yang kalian sodorkan terus-menerus kedalam piringnya!" sahut Lidia dengan suara kencang merasa kesal dengan tingkah kedua orang tuanya.


"Putriku, menantuku terlihat kurusan..dia perlu banyak makan!" sahut Ayah Lidia.


"Kurusan dari mana, tubuh suamiku begitu kekar dan berisi..mana ada kurus!" kata Lidia dengan kencang, dia merasa orang tuanya menyindir dirinya tidak bisa mengurus suaminya.


"Sayang..tidak apa-apa" kata Jos mengelus lembut tangan istrinya.


Wajah Lidia cemberut melihat kearah orang tuanya, dan reaksi wajahnya yang kesal tersebut, langsung membuat kedua orang tuanya pun tidak berani lagi memberikan lauk maupun sayur ke piring Jos.


Berbeda dengan Ayah Mertua Bernard, dia terlihat normal saja tidak menunjukkan sikap seperti para Mertua kedua Bodyguardnya.


Bernard yang berinisiatif memberikan lauk ke piring Mertuanya tersebut.


Dan diterima Ayah Viona, menyendok nya dan memakannya dengan lahap.


Kebersamaan dan saling memperhatikan satu sama lain diantara mereka terlihat sangat menyenangkan.


Mereka semua terlihat bahagia.


Bahagia menantikan anggota baru yang akan hadir diantara mereka, yang akan membuat hari-hari mereka semakin bahagia dan semakin ramai.


Bernard memeluk Viona dengan sayang lalu mengelus perut Viona yang besar.


Bernard kemudian mengecup perut istrinya tersebut dengan lembut dan penuh sayang.


Semua orang yang melihat Bernard menunjukkan rasa sayangnya pada Viona, tersenyum ikut bahagia juga melihat kemesraan mereka.


TAMAT.


Terimakasih untuk semua para reader yang telah membaca novelku...semoga merasa puas dengan ending Novelku 'SUAMIKU BUKAN SAMPAH'


Dan Aku ingin mempromosikan Novelku yang lainnya, dan semoga para reader suka juga..


Judulnya...


1.TUAN AROGAN TAKLUK PADA ISTRI KECILNYA.



JANGAN MENDEKAT GADIS KECIL.



3.KEMARILAH JANGAN MENJAUH.


Dan, akan ada Novel lainnya yang akan ku rilis.


Terimakasih untuk semuanya 🥰🥰🥰🥰