
William kemudian memutar video yang kedua.
Di rekaman kedua terlihat dirinya yang masih muda, wajah masa muda William terlihat mirip seperti Bernard.
Dan Bella Ibu Bernard yang masih muda, mereka terlihat memasuki sebuah ruang ViP untuk bertemu klien.
William masih ingat kenapa dia dan Bella berada di sana, mereka sedang membuat janji kontrak kerja dengan klien yang sangat sulit dihadapi.
Dan biasanya Bella sangat handal dalam membujuk dan bernegosiasi dengan para klien seperti itu.
Terlihat mereka berdua duduk menunggu klien yang belum datang, dan tidak berapa lama pintu terbuka lalu seorang pelayan masuk membawa minuman yang telah mereka pesan.
Dan, itu pria di rekaman pertama tadi yang berbicara pada Lisa, meletakkan minuman diatas meja didepan mereka masing-masing.
Setelah pelayan keluar, tidak lama kemudian klien mereka pun datang.
Dan, mereka terlihat bernegosiasi dan melakukan tanda tangan.
Setelah itu, mereka bertiga mengobrol dan menikmati makanan dan minuman yang disajikan diatas meja.
Lalu si klien lebih dulu undur diri, dan tinggallah mereka berdua yang juga akan siap-siap meninggalkan ruang Vip tersebut.
Tiba-tiba William terlihat sempoyongan, dan secara reflek ditangkap oleh Bella.
William masih ingat saat itu, Bella terkejut dan dengan reflek menahan tubuhnya yang hampir jatuh.
Dia seperti orang mabuk, padahal mereka tidak meminum minuman beralkohol.
Bella terlihat membantu William untuk keluar dari ruang Vip tersebut, membawa William yang semakin bertingkah aneh.
William tampak lemas melihat rekaman tersebut, dia ingat kejadian tersebut dan menuduh Bella yang memasukkan obat perangsang kedalam minumannya.
Ternyata obat tersebut bukan untuk dia, melainkan untuk Bella agar tidur dengan klien mereka.
Selama ini dia telah menghina dan membenci Bella, ternyata Bella adalah korban dari Lisa.
William mengepalkan tangannya begitu erat, dia tidak tahu lagi mau berkata apa pada Lisa.
Dia telah tertipu dengan penampilan baik dan penurut Lisa.
Dengan tangan gemetar William membuka rekaman yang ketiga.
Didalam rekaman ketiga, terlihat Bella menuntun William yang mulai bersikap aneh padanya.
Tapi mereka malah terdorong masuk kedalam sebuah kamar.
William memejamkan matanya, dia ingat kejadian itu, dia memaki Bella seraya tangannya terus bersikap tidak sopan pada Bella.
William mematikan rekaman video tersebut, dia tidak sanggup melihat kelakuannya yang menggerayangi tubuh Bella.
Tubuh William gemetar menahan amarahnya, dia memejamkan matanya untuk menahan gejolak di dadanya yang ingin meledak.
Dia ingat bagaimana kelanjutan video itu tanpa perlu dia putar kembali, wartawan datang tanpa terduga, seolah-olah ada yang memberitahukan keberadaan mereka dikamar hotel tersebut.
Lalu berita perselingkuhannya besoknya pun meledak, Bella jadi berita utama di kota mereka sebagai selingkuhan William.
Bella dikatakan menjebak William untuk dapat menguasai harta Kakek Bernard, karena takut Lisa salah paham padanya, William selalu bersikap kasar pada Bella dan terus saja menghina Bella sebagai wanita murahan.
"Kamu memang iblis! aku selama ini telah salah paham pada Bella, ternyata semua ini adalah karena ulahmu!!" teriak William pada Lisa.
"Maafkan aku suamiku, itu sudah masa lalu, jangan lagi diungkit!" sahut Lisa memelas dengan sedihnya.
Plakk!!
Satu tamparan melayang ke pipi Lisa.
"Gara-gara hasutan mu, aku jadi membenci darah dagingku sendiri, membuangnya tanpa rasa kasihan, kamu buat aku jadi membenci anakku sendiri!!" teriak William.
"Dia bukan anakmu! dia anak haram! dia tidak layak dikasihani, Ibunya telah merusak nama baik suamiku!!" kata Lisa berteriak histeris.
Plakk!!
Lagi-lagi William melayangkan tamparannya ke pipi Lisa.
Wajah Lisa memerah dan terasa kebas akibat tamparan William.
"Bernard adalah anak kandungku! itu akibat dari perbuatanmu, hingga Bella jadi menanggung penderitaannya seorang diri! bagaimana dengan Morgan, bukankah dia anak haram mu?!" teriak William dengan emosinya yang sudah meledak-ledak.
"Tidakkk! Morgan adalah putramu, dia bukan anak haram!!" jerit Lisa histeris.
Plakkk!!
Lagi-lagi William menampar Lisa.
Bersambung.....