Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
70. Kenapa panas sekali?


Viona tidak menyangka adik tiri Bernard sangat membenci suaminya, dia semakin menaruh rasa sayang pada suaminya itu.


Dua jam lebih mereka berbelanja, kaki Viona terasa pegal juga berjalan kesana kemari melihat barang-barang yang membuat orang ingin membeli dan membeli lagi.


Dan mereka pun akhirnya pulang.


Malamnya mereka pergi menghadiri undangan pesta Anniversary rekan bisnis Bernard.


Bernard selalu terpana melihat penampilan istrinya, yang selalu cantik memakai gaun apapun.


Malam ini pesta yang diadakan rekan bisnis Bernard ternyata mengundang banyak tamu, bahkan beberapa aktris juga ada yang diundang.


Dan lagi-lagi Bernard menjadi pusat perhatian para undangan, para penjilat seperti biasa selalu merapat pada Bernard mencari perhatian.


Dan Bernard menanggapi mereka dengan dingin, tidak terlalu berminat pada mereka.


Dia datang hanya sekedar menunjukkan diri saja, tidak ada maksud untuk mencari pebisnis agar berbisnis padanya.


Beberapa selebriti wanita mencoba untuk mendekati Bernard, mereka begitu bersemangat ingin mengenal Bernard lebih dekat.


Dan Bernard tetap tidak begitu tertarik dengan keramahan para wanita cantik tersebut.


Dia hanya pengagum istrinya saja, jadi dia tidak ingin membuat istrinya cemburu ataupun marah dengan meladeni para wanita cantik yang tidak tahu malu itu.


Seorang pria seumuran Bernard mendekati Bernard yang selalu terus di dekat istrinya.


"Halo Tuan Bernard, lama tidak bertemu, saya tidak percaya anda telah menikah!" sapa pria tersebut.


Bernard mengerutkan keningnya, merasa tidak mengenal pria itu.


"Saya teman satu kelas dengan Irina sewaktu kita masih duduk disekolah menengah atas!" kata pria itu menjelaskan.


"Saya tidak ingat!" kata Bernard menggeleng.


"Anda orangnya tertutup, tidak suka bergaul, tentu saja tidak mengenal saya!" katanya tersenyum.


Bernard diam saja tidak menanggapi pria tersebut, dia merasa pria itu sangat aneh.


Matanya sesekali melirik Viona, membuat Bernard tidak suka.


Bernard memeluk pinggang istrinya erat-erat, dia merasa pria tersebut mengagumi kecantikan dan sepertinya ada rasa tertarik pada istrinya.


Ini membuat Bernard ingin meninju wajah pria tersebut.


"Istri anda cantik juga Tuan, dan masih muda lagi!" kata pria itu memuji Viona.


Dan sontak membuat wajah Bernard menggelap, dia benar-benar sangat tidak suka ada pria lain memuji istrinya, dan bahkan didepan hidungnya.


Dia merasa pria tersebut mempunyai maksud tertentu, tidak tahu pada siapa, dirinya atau istrinya.


"Oh iya, Irina juga diundang, dia ada disini!" kata pria tersebut seraya mengedarkan pandangannya disekitar ruangan pesta tersebut mencari sosok Irina.


Perasaan curiga Bernard semakin kuat, dia merasa bakalan ada yang tidak beres.


Sementara itu Viona merasa risih melihat pria tersebut selalu mencuri pandang padanya.


Dan sesekali tersenyum padanya.


Bernard sudah mengepalkan tangannya dengan erat sampai memutih, dia sudah tidak tahan ingin melayang kan tinjunya ke wajah pria tersebut.


Dan Irina tampak datang menghampiri mereka, dia tersenyum melihat Bernard.


"Tidak disangka kita bisa bertemu disini, ternyata kalian diundang juga ya?" sahutnya dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari bibirnya.


Bernard diam saja tidak menanggapi, dia diam-diam sudah memberi kode dengan tangannya pada seseorang.


Bernard merasa ada yang aneh dengan dua orang didepannya itu.


Seorang pelayan yang bertugas membawa makanan ringan dan minuman anggur, lewat didekat mereka.


Menawarkan makanan dan minuman yang dibawanya diatas nampan pada mereka berempat.


Irina mengambil satu gelas berkaki panjang berisi minuman anggur tersebut, dan menawarkannya pada Bernard.


Bernard tidak menanggapi tawaran Irina, yang akhirnya Irina minum sendiri untuk dirinya.


Pelayan tersebut menawarkan camilan dessert pada Viona, dan Viona menerimanya.


Setelah Pelayan itu pergi, Bernard mengambil satu gelas anggur dari nampan Pelayan lainnya yang lewat dari sampingnya.


Irina dan teman prianya mencoba mengajak Bernard untuk mengobrol, tapi Bernard tetap tidak menanggapi.


Dia ingin pergi dari hadapan kedua orang tersebut.


"Oh iya, apakah Viona ingin kekamar kecil? apakah tidak keberatan untuk menemani aku kekamar kecil?" tanya Irina pada Viona.


"Tidak!" Bernard yang menjawab, "Sudah cukup basa-basinya! kami mau pergi!"


Bernard membawa istrinya menjauh dari kedua orang yang mencurigakan tersebut.


Setelah mereka menjauh dan berbaur lagi dengan undangan lainnya, tiba-tiba Viona merasa tubuhnya sangat panas.


"Suamiku, kenapa terasa panas sekali ya?" tanyanya, wajahnya tampak sudah mulai memerah.


Bernard menatap wajah istrinya yang mulai memerah, instingnya langsung bereaksi, merasakan kalau ada yang tidak beres.


Bersambung.....