
Morgan, Andreas dan Lidia sontak membuang muka mereka, wajah mereka memerah melihat Ibu mereka sewaktu muda ternyata liar juga.
Tapi, tunggu dulu! lelaki yang mencium Ibu mereka kenapa terlihat sangat mirip dengan Morgan?
"Papa, pria itu kenapa terlihat mirip sekali dengan kak Morgan?" tanya Andreas.
"Iya benar!" angguk Lidia.
Sementara Morgan diam saja, dia tidak berani bersuara. Dia terkejut melihat wajah pria tersebut.
William masih tetap memandang layar laptop dengan nanar, dia tidak mempercayai apa yang dilihatnya.
Lelaki itu! Jangan katakan kalau Morgan bukan anakku? pikir William, tangannya terkepal bergetar menahan amarah.
Sementara Lisa sudah sangat pucat, bibirnya pucat seputih kertas.
Tubuhnya gemetar, siap-siap akan menerima amarah dari William.
Ujung kukunya dia gigit menahan rasa gugup dan gemetar.
"Katakan padaku semua ini, apa kamu selama ini telah membohongiku!" kata William bersikap untuk tenang.
Lisa melemparkan tubuhnya berlutut dihadapan William, menundukkan wajahnya dalam-dalam ke lantai.
"Suamiku, itu hanya jebakan, aku tidak melakukannya!!" kata Lisa histeris.
"Apa kamu tidak melihat video barusan?" tanya William masih bersikap tenang, tapi didasar hatinya dia sudah mau meledak.
"Eh..!" Lisa tidak bisa menjawab, diangkatnya kepalanya.
William memutar laptop menghadap kearah Lisa.
Kemudian William kembali memutar rekaman tersebut.
Mata Lisa terbelalak begitu terkejutnya.
Dia merasa telah menghancurkan rekaman itu empat puluh tahun lalu.
"Apakah dia kekasihmu? Ayahnya Morgan?" tanya William masih dengan tenang, dia mengepalkan tangannya dengan kuat.
William tidak menyangka telah ditipu istrinya selama ini, jadi kehamilannya waktu itu bukan hasil perbuatannya.
Lisa semakin gugup, dan tubuhnya semakin gemetar.
Siapa yang telah berkhianat padanya, dia sudah menghabiskan begitu banyak uang untuk membungkam mulut mereka.
Sialan! sia-sia hasil kerjanya selam ini, hancur semua! bisik hati Lisa dengan kesal.
Karena Lisa tidak kunjung menjawab, William pun berteriak dengan suara kencang.
"Maafkan aku suamiku, aku dijebak!" sahut Lisa menangis, dia kembali berlutut pada William.
"Dijebak? terlihat jelas kalau kalian sangat menikmati kebersamaan kalian, dan orang itu terlihat sangat mirip dengan Morgan!!" teriak William.
"Tidak! bukan seperti begitu suamiku!!" sahut Lisa.
"Coba lihat kelanjutan video tersebut!!" teriak William lagi.
Mata Lisa semakin melebar terbelalak melihat rekaman tersebut, dia merasa kalau semua rekaman itu sudah dihancurkan nya.
Dia terlihat membuka pintu kamar bersama lelaki yang mirip dengan Morgan, mereka terlihat sangat mesra sambil berangkulan.
Dan selanjutnya dia tidak sanggup melihat lagi, adegan diatas ranjang.
Lisa langsung mematikan rekaman tersebut.
"Tidak suamiku, itu pengaruh alkohol, aku tidak sadar waktu itu!!" kata Lisa dengan pilu, suaranya terdengar memelas disertai air matanya yang mengalir di pipinya.
"Kamu menjebak ku!!" teriak William, "Menjijikkan, aku telah ditipu selama ini! dasar tidak tahu malu!!"
Morgan yang dari tadi diam melihat rekaman tersebut, akhirnya angkat bicara.
"Apakah pria itu Ayahku, Ma?" tanyanya.
"Tidak! Papamu adalah Papa William!!" sahut Lisa panik.
"Tapi dia terlihat sangat mirip denganku!" kata Morgan.
"Tidak! tidak! Papamu adalah Papa William!" kata Lisa histeris.
"Aku tidak percaya!" kata William.
"Benar suamiku, Morgan anak kita!" kata Lisa dengan memelas.
"Kalau kamu tidak jujur, aku akan cari tahu sendiri!" kata William seraya bangkit berdiri.
"Jangan suamiku!" teriak Lisa pucat.
"Ayo kita tes DNA!! " William menarik tangan Morgan.
"Tidak jangann!!" teriak Lisa tiba-tiba.
William tidak mendengarkan teriakan Lisa, dia sudah semakin curiga pada istrinya tersebut.
Bersambung......