Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
75. Phobia, gangguan kecemasan.


Bernard membawa Viona ke dalam kamar mandi, lalu membantu istrinya tersebut untuk mandi.


Rencananya hari ini Bernard akan pergi untuk memantau kembali Resort ditepi pantai.


Dan Viona akan ketempat kerjanya untuk mengajukan permohonan pengunduran diri atas saran Bernard.


Bernard tidak mengijinkan Viona untuk bekerja lagi.


Bernard mengatakan kalau Viona adalah Nyonya rumah Bernard, jadi tidak perlu bekerja lagi.


Apapun yang diinginkan Viona akan dipenuhi nya, tinggal katakan saja mau apa, pasti akan dikabulkan nya.


Bernard mengantarkan istrinya terlebih dahulu ketempat kerjanya, baru setelah itu Bernard pergi ke pantai.


"Hubungi nanti aku, biar Jos datang untuk menjemput!" kata Bernard pada istrinya.


"Iya" jawab Viona mengangguk.


Bernard turun untuk membukakan pintu buat Viona.


Dan saat Bernard akan pergi, rasanya dia berat untuk berpisah dari istrinya tersebut.


Padahal mereka akan bertemu lagi nanti sore, tapi Bernard merasa perasaannya tidak enak.


Ini mungkin karena mereka selalu pergi bersama kemanapun semenjak mereka menikah.


Jadi rasanya sepi dan seperti ada yang kurang tanpa Viona duduk disampingnya.


Bernard membuka pintu mobilnya, lalu dia turun kembali, dan mengejar Viona yang akan masuk ke gedung kantornya.


Viona sangat terkejut merasakan seseorang memeluk dirinya dari belakang.


"Suamiku?" kata Viona setelah mencium bau orang tersebut, ternyata suaminya yang memeluknya.


"Ada apa?" tanyanya heran, dia memegang tangan suaminya yang tengah memeluknya tersebut.


"Aku merasa tidak bisa pisah walau sebentar pun darimu istriku!" gumam Bernard ditelinga Viona.


Viona membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.


Lalu membalas pelukan suaminya, memeluk tubuh kekar suaminya dengan erat.


"Bagaimana kalau kamu menunggu aku mengurus pengunduran diri dulu, baru kita pergi ke pantai!" kata Viona memberi usul, dia merasa suaminya sudah terbiasa selalu bersama dengannya, jadi dia merasa sepi walau berpisah sebentar saja.


Dan mungkin juga karena selama ini dia biasa hidup sendiri tanpa ada orang yang peduli padanya.


Dan begitu ada yang peduli dan cinta padanya, dia jadi merasa takut untuk berjauhan dengan orang tersebut walau hanya sebentar.


Dan bisa jadi ini adalah semacam penyakit Phobia, gangguan kecemasan, takut berjauhan dengan orang yang disayanginya.


Viona mengelus punggung suaminya dengan lembut, menenangkan perasaan suaminya yang gelisah.


Bernard merasa usul istrinya tersebut bagus juga, dia akan menunggu sebentar lalu mereka bisa pergi bersama untuk melihat proyek Resort di pantai.


Bernard menunggu Viona didalam mobil, dan Viona pergi menyelesaikan urusannya sebentar.


Saat Viona masuk ke gedung kantornya, seorang lelaki menghampiri nya.


"Hai Viona..!" tegur lelaki tersebut.


Viona memandang lelaki itu, dia merasa tidak kenal dengan pria itu.


"Kamu lupa sama aku ya, tadi malam kita baru bertemu.." kata pria tersebut sembari tersenyum manis.


Oh, lelaki yang bersama Irina itu! pikir Viona akhirnya mengingat lelaki tersebut.


Viona langsung waspada pada lelaki itu, dia tidak boleh terlalu meladeni pria tersebut untuk berbicara.


"Maaf, saya tidak kenal!" kata Viona melanjutkan langkahnya.


Dia bergegas menuju lift.


Untung saja ada yang baru keluar dari lift, Viona buru-buru masuk kedalam lift.


"Sebentar Viona..tunggu!" panggil pria tersebut mengejar Viona yang masuk kedalam lift.


Viona dengan cepat menekan tombol lift.


Begitu pria itu hampir meraih pintu lift, pintu lift pun tertutup.


Viona bernafas lega didalam lift.


Kenapa dia ada disini? pikir Viona.


Apa jangan-jangan dia kerja di sini ya? pikir Viona lagi.


Bersambung....