Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
192. Wajah yang datar.


Leo merasa malam kencan mereka malam ini terlalu cepat berlalu, dia masih ingin berduaan dengan Anna.


Mobil Leo akhirnya sampai didepan pintu gerbang rumah Anna.


Leo membuka sabuk pengaman nya, lalu turun akan membukakan pintu untuk Anna.


Leo memegang tangan Anna saat akan turun dari mobil, dan menutup kembali pintu mobil.


Anna melangkah kedepan pintu pagar rumahnya dan diikuti Leo dari belakang.


Sebuah mobil dengan lampunya yang begitu terang menyenter mereka, dan perlahan mendekat kearah mereka.


Anna melindungi matanya karena silau oleh lampu mobil tersebut, dan Leo pun membantu Anna untuk menutup mata Anna.


Mobil tersebut berhenti didekat mereka, dan lampu mobil pun tidak menyala lagi.


Pintu mobil terbuka dan keluarlah seorang pria lanjut usia.


" Papa!" sahut Anna terkejut melihat pria tersebut ternyata Ayahnya.


" Anna!" sahut pria itu juga terkejut melihat Anna.


" Papa dari mana?" tanya Anna seraya berjalan mendekati Ayahnya.


Leo tidak berani bergerak ditempatnya, dia melihat Ayah Anna masih terlihat tampan walau sudah lanjut usia.


" Papa baru pulang dari bertemu klien...kalau kamu dari mana? terus itu siapa?" tanya Ayah Anna melihat kearah Leo, wajah Ayah Anna terlihat datar dan kesannya dingin.


Anna mendekat pada Leo, dan kemudian menggenggam tangan Leo.


Ayah Anna sontak melihat tangan putrinya tersebut yang memegang tangan Leo.


" Kenalkan Pa...ini Leo kekasihku " kata Anna dengan bangga pada Ayahnya.


" Ha..halo Tuan, salam kenal...saya Leo " sahut Leo gugup, punggungnya terasa mulai berkeringat.


Ayah Anna memandang Leo lekat-lekat dan kemudian putrinya yang bergelayut manja pada Leo.


" Kenapa kamu tidak pernah kenalkan pacarmu pada Papa selama ini Anna?" tanya Ayah Anna masih dengan wajah datarnya.


" Eh...itu, aku baru saja nembak kak Leo hari ini Pa" kata Anna dengan santainya.


" Ayo bicara didalam rumah saja...bawa masuk dia " kata Ayah Leo, lalu berbalik masuk kembali ke dalam mobil.


" Ayo kak " kata Anna menarik tangan Leo untuk masuk kembali ke mobil Leo.


Pintu gerbang rumah Anna perlahan terbuka secara otomatis, dan mobil Ayah Anna pun masuk ke pelataran halaman rumah.


Leo pun perlahan membawa mobilnya masuk mengikuti mobil Ayah Anna, dan parkir disebelah mobil Ayah Anna.


Leo merasa semakin gugup akan bertemu dengan kedua orang tua Anna, dia mencoba untuk tetap tenang.


Leo dan Anna memasuki ruang tamu, tangan Anna menggenggam tangan Leo dan menariknya untuk duduk disofa didepan Ayahnya.


" Suamiku...kamu sudah pulang?" sahut Ibu Anna dari ruang dalam, " Eh...ada tamu, siapa pria tampan ini?"


Ibu Anna heboh melihat Leo.


" Mama duduk...jangan berisik!" sahut Ayah Anna kepada istrinya.


Ibu Anna pun duduk disebelah Ayah Anna, tapi matanya terus memandang kearah Leo.


Mata Ibu Anna langsung berbinar-binar melihat tangan putrinya menggenggam tangan Leo.


Dia langsung tahu apa yang terjadi saat ini, dia mendapat Menantu.


Senyum senang tersungging dibibir Ibu Anna.


Jadi lelaki ini yang diceritakan Anna tadi sore, ternyata putriku sangat pandai dalam memilih pria tampan! bisik hati Ibu Anna begitu senangnya.


" Siapa yang lebih dahulu nembak?" tanya Ayah Anna setelah diam beberapa saat dengan wajahnya yang masih tetap datar.


" Aku " jawab Anna dengan cepat, dia tidak malu mengatakan kalau dia yang lebih agresif dari pada Leo.


" Kamu...siapa namamu?" tanya Ayah Anna menatap Leo dengan datar.


" Le..Leo Tuan " jawab Leo gugup, keringat dingin sudah mengalir di punggungnya.


" Jangan panggil Tuan, panggil saja Papa Mertua " sahut Ayah Anna, masih dengan wajahnya yang datar.


Leo tercekat ditempatnya.


Apa Ayah Anna menerimanya? hati Leo merasa tidak percaya.


" Apakah kamu menerima cinta putriku dengan tidak terpaksa?" tanya Ayah Anna datar.


" Saya mencintai Anna dengan tulus...sebenarnya saya juga ingin menembak Anna, tapi saya takut tidak diterima Anna...ternyata pemikiran saya salah...di..dia jadi lebih dulu nembak saya " ujar Leo semakin gugup, wajah datar Ayah Anna membuat keringat dingin dipunggung Leo semakin banyak mengalir.


" Besok segera buat surat nikah ke catatan sipil, dan langsung adakan Pemberkatan..lalu malamnya adakan resepsi sekaligus...jangan tunggu lama lagi, besok pagi harus mulai dikerjakan " kata Ayah Anna, lalu membuka kancing kerah kemejanya satu dan kemudian melonggarkan dasinya.


Dia merasa sesak nafas setelah mengatakan apa yang baru saja dikatakannya.


Sebenarnya dia tadi begitu bahagia melihat putrinya mengenalkan Leo sebagai kekasihnya.


Akhirnya putrinya memiliki kekasih, dan agar pria tampan didepannya ini tidak bisa lari.


Dia harus cepat-cepat menikahkan putrinya kepada pria tampan ini.


Bersambung.....