
Setelah Bernard selesai membawa Viona berbelanja perhiasan.
Bernard membawa Viona ke lantai sepuluh Mall Gold Star, khusus tempat penjualan sepatu pria dan wanita merk terkenal.
Dan tidak terduga, mereka bertemu dengan adik tiri Bernard tengah membeli sepatu, disalah satu toko sepatu tersebut.
Lidia Antonius adik tiri Bernard, model yang lagi naik daun bersama temannya, tidak menyangka tanpa di sengaja bisa bertemu disini.
"Wah...lihat siapa itu, bukankah itu kakak tirimu Bernard yang kabarnya ternyata orang kaya?" tanya temannya pada Lidia Antonius.
Lidia adik tiri Bernard tidak menjawab, dia hanya mencibir kan bibirnya merasa tidak senang dengan kehadiran Bernard.
Bernard tidak memperdulikan adanya adik tirinya yang ternyata berbelanja juga diMall tersebut.
Bernard membawa istrinya memilih model sepatu yang diinginkan istrinya.
"Ck..baru saja menjadi orang kaya, sudah sombong, pura-pura tidak melihat orang lain yang sudah dikenalnya, sungguh terlalu!" cibir Lidia Antonius tiba-tiba merasa tidak tahan melihat Viona yang cuek tidak memperhatikannya.
Bernard membawa Viona ke bagian ruang pas, untuk mencoba beberapa sepatu yang telah dipilih istrinya.
Dia tidak memperdulikan ocehan Lidia adik tirinya, yang sepertinya mulai panas hati karena ketidak pedulian mereka padanya.
Lidia Antonius sangat kesal dengan sikap dingin Bernard dan Viona.
Dia merasa tidak dianggap sama sekali oleh Bernard dan Viona.
"Memang kacang lupa kulitnya, merasa tidak memiliki marga Antonius, sungguh ironis!" sahut Lidia dengan mencibir ketus, sengaja dengan suara yang agak keras agar orang-orang mendengar perkataannya.
Pengunjung toko otomatis menoleh memandang Lidia Antonius mendengar perkataannya tersebut, mereka menatap Lidia dengan kening berkerut.
"Bukankah mereka yang mengusir Tuan Bernard dari keluarga Antonius?" bisik-bisik terdengar menanggapi perkataan Lidia Antonius tersebut.
"Iya, aku dengar beritanya Tuan Bernard sudah dikeluarkan dari kartu keluarga Antonius, tapi kenapa Lidia bilang Tuan Bernard masih memiliki marga Antonius?" tanya yang lain berbisik.
Wajah Lidia Antonius memerah mendengar bisikan para pengunjung tersebut, dia tidak menyangka malah dia yang kena sindir.
"Tahu apa kalian, jangan sembarangan mempercayai berita yang belum tentu benar, banyak berita yang palsu!" sahutnya lantang, merasa tidak senang dengan perkataan para pengunjung toko tersebut.
"Tapi bukankah Ayah anda yang mengatakannya sendiri di kolom berita Hotel Group Antonius?" tanya pengunjung toko lainnya.
"Aku keluarga Antonius yang lebih tahu dari pada kalian yang hanya mendengar berita saja!!" sahut Lidia Antonius memandang para pengunjung dengan tatapan mata yang marah.
"Astaga! inikah putri bungsu keluarga Antonius, seorang model yang tengah naik daun itu?" tanya pelanggan toko lainnya dengan mimik wajah yang tidak percaya.
"Katanya model, kenapa bicaranya sangat angkuh?" tanya pelanggan yang lain juga tidak percaya.
"Jangan-jangan dia bisa terkenal karena sogokan, sungguh tidak sesuai dengan yang didepan kamera!"
"Iya benar, didepan kamera sangat sopan dan santun, ternyata kenyataannya tidak seperti itu, astaga!" kata yang lain sembari menggeleng kepala.
"Apakah seperti ini didikan keluarga Antonius pada putrinya, sangat angkuh!" kata yang lainnya.
Lidia Antonius begitu marah mendengar cibiran para pelanggan toko tersebut, dia menarik tangan temannya yang dari hanya diam saja.
Dengan wajah yang kesal dan marah, dia meninggalkan toko itu.
Dia tidak ingin berbelanja lagi.
Dia tidak tahu ada beberapa orang telah merekam adegannya yang sedang marah-marah.
Dan jari jemari para perekam video itu dalam hitungan detik telah mengapluodnya ke media sosial mereka.
Bersambung....