Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
95. Musuh.


Bernard melangkahkan kakinya dengan cepat masuk kedalam rumah Anna.


Viona terkejut melihat siapa kiranya orang yang memencet bel pintu rumah Anna.


"Suamiku!" sahutnya tidak percaya, lalu dengan cepat bangkit dari sofa.


Dengan langkah panjang Bernard menghampiri Viona, dan kemudian menariknya masuk kedalam dekapannya.


Bernard memeluk Viona dengan begitu eratnya.


Membenamkan wajahnya ke balik leher Viona.


Viona pun membalas pelukan Bernard dengan erat juga.


"Istriku, maafkan aku!" gumam Bernard dengan suara bergetar.


"Iya kak" kata Viona mengeratkan pelukannya.


Mereka pun berpelukan seperti itu beberapa saat.


Setelah merasa puas memeluk Viona, Bernard kemudian melepaskan pelukannya, lalu memandang wajah Viona.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanyanya sembari melihat tubuh Viona dari atas kepala sampai bawah kaki.


"Iya tidak apa-apa, aku baik-baik saja!" jawab Viona.


"Ayo pulang!" kata Bernard, lalu menggenggam tangan Viona keluar dari rumah Anna.


"Eh...!" Anna gelagapan dengan sikap dingin Bernard, Bernard pergi membawa Viona begitu saja tanpa menoleh dan permisi padanya.


Viona hanya bisa melirik Anna saja dengan isyarat matanya untuk pamit pada Anna.


Di luar ternyata telah menunggu beberapa mobil hitam.


Bernard membawa Viona masuk ke dalam mobilnya, Jos seperti biasa membukakan pintu mobil untuk kedua Majikannya itu.


Setelah Bernard dan Viona masuk, Jos menutup kembali pintu mobil.


Kemudian Jos pun membawa mobil tersebut.


Begitu juga dengan beberapa mobil hitam lainnya yang ada di sana.


Anna yang menyaksikan barisan mobil tersebut meninggalkan jalan didepan rumahnya, hanya bisa melongo saja tidak mempercayai apa yang dilihatnya.


Ternyata Bernard benar-benar seorang Miliarder, kaki Anna lemas.


Dia akan menceritakan kejadian hari ini nanti pada teman mereka Lidia.


Di dalam mobil Bernard masih menggenggam tangan Viona.


Viona memandang wajah suaminya tersebut, dia melihat ada luka didekat pelipisnya.


Bernard menoleh memandang Viona.


"Iya, baik" Bernard mengangguk, "Apakah kamu terkejut istriku?" tanya Bernard.


Viona langsung mengerti apa yang ditanyakan oleh Bernard.


Viona tersenyum.


"Sedikit, aku harus terbiasa, kedepannya pasti aku akan melihat yang lebih dari ini lagi" kata Viona.


Bernard mengelus kepala Viona, lalu menarik tengkuknya.


Dikecupnya kepala istrinya dengan sayang.


Mobil mereka pun memasuki jalan menuju gunung.


Tiba-tiba terlihat sebuah mobil meluncur dengan kencang dari arah depan mereka.


Dengan reflek Jos membanting stir ke sisi jalan menghindari mobil yang hampir menabrak mobil Bernard.


Bernard spontan memeluk Viona kedalam dekapannya.


Dan melindungi kepala Viona ke dadanya.


Mobil yang hampir menabrak mobil Bernard tersebut berhenti disisi jalan.


Dan dari arah depan datang lagi sebuah mobil yang melaju dengan kencangnya, Jos dengan cepat menekan pedal gas untuk maju ke depan, menghindari mobil yang datang tiba-tiba akan menabrak mereka lagi.


Mobil yang ingin menabrak mereka tersebut membentur pagar jalan, lalu meluncur tanpa bisa berhenti masuk ke dalam hutan.


Mobil tersebut kemudian berhenti setelah membentur pohon besar.


Bernard melindungi Viona dalam dekapannya, dia mulai waspada.


Sepertinya musuhnya sudah tidak tahan lagi ingin segera menyingkirkannya.


Sepertinya mereka sudah mengintai Mansion Bernard, semenjak dia meninggalkan Mansion kemarin.


Mereka tidak bisa menyelinap masuk kedalam Mansion, karena keamanan Mansion bisa membuat mereka jadi tawanan.


Bernard telah merancang sistem keamanan Mansion nya, akan membuat musuh bila menyelinap masuk tidak akan bisa keluar lagi dari sana.


Mobil beberapa Bodyguard yang mengikuti mereka dari belakang berhenti disisi jalan.


Jalan menuju gunung adalah wilayah Bernard, musuh tidak akan bisa lolos kali ini.


Bersambung....