Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
96. Siapapun yang berani menyentuh istriku akan mati!


Mobil yang tadi meluncur kedalam hutan, tiba-tiba meledak.


Semua terkejut melihat mobil tersebut meledak.


Sepertinya mobil itu telah dipasang bom.


Berarti tujuan mereka tadi ingin menabrak mobil Bernard untuk diledakkan.


Tubuh Viona yang berada dalam dekapan Bernard bergetar hebat, dia begitu terkejut melihat kejadian tersebut.


Dia merasa tidak percaya, dia melihat secara langsung mobil meledak.


Karena jarak mereka yang jauh serpihan mobil tersebut tidak mengenai mobil mereka.


Mobil yang pertama tadi yang gagal menabrak mobil Bernard terlihat akan melarikan diri.


Dor!


Sebuah tembakan terdengar.


Seorang Bodyguard Bernard menembak ban mobil yang akan melarikan diri tersebut.


Mobil meluncur menghantam pagar jalan.


Para anak buah Bernard berlari mendekati mobil tersebut, sambil siaga menodongkan senjata mereka, kalau-kalau orang yang ada didalam mobil tersebut mencoba untuk melarikan diri.


Dengan alat khusus, kaca mobil dipukul dengan keras, dan kaca pun retak.


Dengan sekali tendangan kaca mobil hancur.


Anak buah Bernard membuka pintu mobil itu.


Di dalam mobil, tampak tiga orang pria meringis kesakitan.


Pria di kursi pengemudi tampak sudah pingsan dengan kepala terluka karena benturan yang cukup keras dipagar jalan.


Dua orang lainnya tidak terluka begitu parah, mungkin karena benturan tadi mereka sepertinya mengalami patah tulang.


Mereka ditarik keluar dari dalam mobil.


Bernard keluar dari mobil, dan mengatakan pada Viona untuk tetap didalam mobil saja.


Dengan patuh Viona mengangguk.


Bernard menghampiri kedua pria yang masih hidup tersebut.


"Katakan! siapa yang menyuruh kalian!" sahut Bernard dengan tekanan nada yang begitu dingin tapi mengancam.


Kedua pria tersebut diam tidak menjawab, sebagai bawahan mereka pasti selalu patuh dengan Tuan mereka.


"Cepat katakan!" kata Bernard lagi berusaha untuk bersabar.


Tidak ada yang menjawab.


Bernard menarik kerah baju seorang pria tersebut, memandang wajah pria tersebut dengan tatapan tajam.


"Katakan!" kata Bernard dengan tekanan yang sangat tajam, dia sudah hilang kesabaran.


Tidak ada jawaban.


Bukk!


Satu tinju melayang ke rahang pria tersebut, dan darah segar muncrat dari mulutnya karena tinju Bernard yang kuat.


"Katakan!" kata Bernard lagi tetap dengan nada yang begitu tajam.


Kesabarannya benar-benar sudah hilang.


Bukk!


Pria tersebut meringis kesakitan, tapi dia tetap bungkam.


Bukk!


Satu tendangan yang sangat kuat mendarat ke perut pria tersebut, dan tubuh pria tersebut terpental beberapa langkah kebelakang.


Dan sekali lagi dia memuntahkan darah. Dan ambruk dengan tubuh yang lemas.


Bernard mendekati pria yang satu lagi, dia mendongakkan kepala pria tersebut dengan menarik rambutnya kebelakang.


"Katakan! siapa orangnya!" Bernard dengan tatapan tajam berteriak pada pria itu.


Pria tersebut juga tidak mau buka mulut.


Bernard tersenyum pysco, wajahnya semakin dingin dan terlihat sudah tidak tahan akan menghajar pria tersebut.


Bukk!


Bukk!


Tinjunya yang kuat mendarat ke wajah pria tersebut dan tendangan yang begitu keras mendarat ke tubuh pria itu.


Kedua pria tersebut tersungkur dengan lemas, dan mereka tetap bungkam.


Bernard memberi perintah pada anak buahnya agar membawa ketiga orang tersebut untuk dijadikan sandera.


Dia ingin tahu siapa sebenarnya musuhnya.


Mencoba menginginkan dia mati, maka tunggu serangan balik dari dia.


Siapapun itu, dia akan hadapi.


Ketiga orang tersebut kemudian diikat, dan dimasukkan kedalam mobil.


"Aaaa...!" tiba-tiba Bernard mendengar suara teriakan Viona.


Tidak tahu sejak kapan dan dari mana datangnya, seorang pria bisa menyelinap ke mobil Bernard.


Dan menyandera Viona dengan memiting tangan Viona kebelakang punggungnya.


Ternyata ketiga pria yang berhasil mereka sandera tersebut hanya untuk mengalihkan perhatian saja.


Bukan main terkejutnya Bernard, dan juga para Bodyguardnya, mereka tidak percaya melihat Viona bisa jadi sandera.


Kenapa mereka bisa kecolongan.


Wajah Bernard terlihat sangat gelap, dia mengepalkan tangannya dengan erat.


Dia melihat istrinya tersebut kesakitan.


Brengsek! siapapun yang berani menyentuh istriku akan mati!


Mata Bernard memerah karena emosi tingkat tinggi.


Dia berlari menuju pria yang menyandera istrinya tersebut.


"Jangan mendekat! kalau kau coba mendekat, aku akan membunuhnya!" sahut pria tersebut mengancam dengan menodongkan pisau ke leher Viona.


Melihat itu, darah Bernard semakin mendidih.


Wajah mode pysco nya terlihat menyeringai sangat menyeramkan, dia tersenyum sinis dengan mata yang merah.


Bersambung....