Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
185. Pria luar biasa..


Leo mengantarkan Anna sampai depan rumahnya.


" Aku akan menjemput Nona jam tujuh malam" kata Leo saat Anna akan memencet bel pintu gerbang rumah Anna.


" Baik kak " jawab Anna mengangguk sembari tersenyum.


Leo belum mau beranjak dari tempatnya berdiri, dia menunggu Anna masuk dulu baru dia akan pergi.


Pintu perlahan terbuka secara otomatis, dan Anna pun masuk.


Barulah Leo bergerak masuk kembali kedalam mobil setelah Anna masuk kedalam rumahnya.


Sepanjang jalan pikiran Leo sangat gugup memikirkan Dinner mereka nanti malam, hanya mereka berdua.


Dada Leo berdebar-debar memikirkan Anna.


Leo berpikir setelah pulang mengantar Anna kemarin dari salon, malam itu mereka terlihat begitu sangat dekat.


Dan saat Anna memeluknya tanpa sengaja saat mereka terjatuh, pikirannya selalu memikirkan Anna.


Merasakan tubuh Anna dalam pelukannya, terasa sangat nyaman dan menyenangkan.


Kadang dia berpikir ada apa dengan dirinya, apakah aku menyukai Nona Anna? pikir Leo.


Saat tubuhnya berdekatan dengan tubuh Anna ada reaksi yang tanpa sadar dia rasakan, keinginan ingin berdekatan dengan Anna terasa sekali begitu kuat.


Leo tanpa sadar memegang dadanya yang berdebar-debar, membayangkan wajah Anna membuat hatinya berbunga-bunga.


Malam ini dia akan manfaatkan sebaik-baiknya kebersamaan mereka bersama.


Setelah Dinner mereka akan berencana untuk menonton flim.


Tanpa sadar sudut bibir Leo menyunggingkan senyuman, dia tidak sabar menanti malam segera datang.


Sementara itu dirumah Anna, dia sudah sibuk memilih pakaian yang akan dia kenakan untuk Dinner nanti malam bersama dengan Leo.


Dia akan tampil cantik, agar Leo hanya memandangnya saja malam ini.


Dan dia juga ada niat terselubung untuk mengungkapkan perasaannya pada Leo.


Setelah mengacak-acak isi lemari, akhirnya Anna mendapatkan satu pakaian yang cocok untuk dipakainya malam ini.


Anna menghempaskan tubuhnya ketempat tidur dengan lega karena telah menemukan baju untuk dia pakai malam nanti.


Dan saat dia terbangun hari sudah mau menjelang jam lima sore.


" Astaga..ini sudah jam berapa?" Anna jadi kalang kabut buru-buru bangkit dari tidurnya.


Anna bergegas membersihkan kamarnya yang berantakan, dan bergegas membersihkan diri.


Sebelum jam tujuh malam Anna sudah selesai berpakaian dan berdandan, dan dia pun menunggu kedatangan Leo.


" Mau kemana, kenapa cantik sekali?" tanya Ibu Anna, " kamu sudah punya pacar ya?"


" Ehemm...lagi tahap pengejaran " kata Anna dengan santainya.


" Wah...putri Mama sudah ada kemajuan, pria tampan mana yang akhirnya berhasil memikat hati putriku ini " Ibu Anna senyum-senyum memandang Anna.


" Pria yang luar biasa...kalau dia sudah jatuh cinta padaku, baru aku akan kenalin pada Mama dan Papa " kata Anna masih dengan santainya sambil membenarkan bentuk baju dan rambutnya.


" Baiklah...Mama akan menantikan mengenal calon menantu Mama " kata Ibu Anna tersenyum.


Terdengarr suara klakson diluar gerbang rumah mereka, Anna langsung berdiri dengan cepat.


" Aku pergi dulu Ma.." ujar Anna seraya bergegas pergi.


Anna begitu gugup saat membuka pintu pagar rumah mereka, dia menghela nafas dulu baru setelah itu keluar.


Tampak Leo telah berdiri menunggu Anna disamping mobilnya.


Leo menelan ludahnya tanpa sadar melihat penampilan Anna, dia terpana melihat betapa cantiknya Anna dengan gaun terusan sebatas lutut.


Pinggang Anna terlihat ramping mengenakan gaun tersebut, sangat indah dan imut.


" Kak Leo " panggil Anna.


" Oh...iya, ayo " Leo mengerjapkan matanya tersadar mendengar suara Anna.


Leo membuka pintu mobil untuk Anna.


Dan beberapa saat kemudian mobil meluncur menuju pinggir kota.


Bersambung.....