
Lidia merasakan kalau kakinya memang semakin berdenyut.
"Dokter? apakah Dokter mau datang kemari sudah malam begini?" tanya Lidia merasa tidak mungkin memanggil Dokter datang ke pantai tersebut, apa lagi ini sudah mulai larut malam.
"Disini ada klinik umum 24 jam, tidak perlu dipanggil dari kota!" jawab Jos.
"Oh..!" Lidia dan Anna sama-sama tertegun, tidak menyangka ternyata Resort milik suami Viona benar-benar lengkap.
Tadi juga mereka ada melihat mini market di Resort tersebut.
"Saya pergi dulu!" kata Jos undur diri untuk pergi memanggil Dokter untuk memeriksa kaki Lidia.
Tinggallah Leo untuk sementara menemani mereka.
Leo melirik kearah Anna, dia melihat hidung Anna memerah karena terbentur tulang punggungnya.
Dia ingat dikamar tersebut selalu tersedia kotak P3K.
Leo berjalan menuju lemari kecil disudut kamar tersebut, dia membuka di bagian atas lemari.
Ternyata benar, ada kotak P3K.
Leo membawanya keatas meja sofa, lalu memeriksa apakah ada obat cream lebam didalam kotak tersebut.
Dan sangat beruntung, ternyata cream tersebut ada didalam kotak P3k.
"Ini..pakailah Nona!" Leo menyerahkan cream tersebut pada Anna.
"Untuk apa?" tanya Anna bingung.
"Untuk hidung anda, itu terlihat memerah!" kata Leo, seraya menunjuk hidungnya sendiri.
Anna memandang Leo yang menunjuk hidung pria itu sendiri, gadis itu pun mengerti apa maksud dari Leo.
Anna kemudian menyentuh hidungnya, memang ada terasa sakit.
Anna menerima obat tersebut dari tangan Leo.
"Terimakasih" ucap Anna.
Anna kemudian berjalan menuju meja rias, lalu mengoles hidungnya yang terlihat memerah.
Dia tidak menyangka, tubuh Leo begitu keras, seorang Bodyguard ternyata memiliki fisik yang begitu kekar.
Anna melirik kearah Leo melalui cermin, terlihat Leo berdiri tegak tidak jauh dari sofa.
Dia berdiri layaknya seorang pengawal, berpakaian formal lengkap dengan dasi hitamnya.
Terlihat canggung.
Anna menutup kembali obat cream yang dipakainya.
"Biar kan saya yang menyimpannya Nona!" kata Leo mengambil kotak P3k dari tangan Anna.
"Terimakasih" ucap Anna.
Anna kemudian duduk disamping Lidia, dia melihat kaki Lidia memang terlihat mulai membengkak.
"Mudah-mudahan tidak ada patah tulang!" kata Anna.
Tidak berapa lama pintu kamar terbuka, dan Jos datang bersama seorang Dokter wanita.
Dokter tersebut kemudian memeriksa pergelangan kaki Lidia.
"Untung lah tidak begitu parah, saya akan oles obat dan gips kaki anda Nona, tolong jangan kena air dulu untuk sementara ya, dan kalau bisa tolong jangan dibawa jalan dulu untuk sementara, kalau tidak kaki anda nanti semakin membengkak!" kata Dokter memberi arahan.
"Baik Dok!" jawab Lidia.
"Mari saya bantu naik ketempat tidur Nona!" kata Jos menawarkan bantuan lagi.
Lidia kemudian dibopong Jos untuk naik ke tempat tidur, dengan pelan meletakkan gadis itu diatas tempat tidur.
"Terimakasih" ucap Lidia setelah Jos meletakkan dirinya ke atas tempat tidur.
Dokter kemudian mulai memberi obat pada kaki Lidia, dan kemudian membungkus pergelangan kaki Lidia dengan gips.
"Jangan lupa untuk diminum obatnya sesuai aturan, agar bengkaknya hilang!" kata Dokter setelah selesai membuat gips pada kaki Lidia.
"Terimakasih Dok!" sahut Jos saat Dokter akan meninggalkan kamar tersebut.
"Bagaimana rasanya setelah dioles obat, apa terasa ngilu lagi?" tanya Anna pada Lidia.
"Tidak lagi, ngilu nya telah berkurang"
"Syukurlah!" sahut Jos merasa lega setelah mendengar apa yang dikatakan Lidia.
"Baiklah, kalau begitu selamat istirahat, ini kunci kamar kalian Nona!" kata Leo menyerahkan kartu akses pada Anna.
"Terimakasih" Anna menerima Cardlock tersebut dari tangan Leo.
"Besok pagi saya akan datang untuk melihat anda lagi Nona, dan kalau mau bantuan apa, katakan saja pada saya!" kata Jos pada Lidia.
"Iya, baik, terimakasih Jos!" sahut Lidia.
"Sama-sama Nona, kami permisi dulu, selamat beristirahat" kata Jos membungkukkan badannya sedikit dengan sopan.
Kemudian Jos dan Leo meninggalkan kamar Lidia dan Anna.
Bersambung.....