Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
178. Restoran kaki lima.


Leo duduk tegak, barulah Anna menyingkir dari atas tubuh Leo.


"Apakah kepala kak Leo ada terluka?" tanya Anna memastikan.


"Tidak Nona, disini banyak rumput, jadi tidak akan terluka!" kata Leo.


Leo pun bangkit dari duduknya, lalu mengibas celana dan kemejanya dengan tangannya.


Menyingkirkan tanah dan daun rumput yang menempel.


"Sepertinya tidak macet lagi!" kata Anna melihat kejalan.


"Apakah Nona masih mau makan disini?" tanya Leo.


"Makan di tempat lain saja!" sahut Anna.


"Baiklah, Ayo!"


Merekapun kembali naik ke mobil.


Leo perlahan membawa mobil sambil memperhatikan tempat makan yang enak.


"Sepertinya di situ enak kak!" sahut Anna menunjuk restoran kaki lima yang terlihat banyak pengunjungnya.


"Iya, Ayo..kita coba makan disitu, pasti enak karena banyak pelanggannya!" kata Leo.


Perlahan Leo memarkirkan mobilnya.


Lalu merekapun turun, berjalan dengan mengambil jarak.


Jalan terasa begitu padat, banyak pejalan kaki dan pelanggan yang akan masuk untuk makan ke tenda restoran kaki lima tersebut.


Sehingga Anna kesulitan untuk mengikuti langkah Leo yang sudah masuk ke dalam tenda.


Sementara dia masih di luar berusaha untuk masuk, menghindari pelanggan lain agar tidak bersentuhan dengannya.


Leo menoleh ke belangnya untuk melihat Anna.


Dia terkejut Anna tidak ada di belakangnya, Leo jadi panik melihat Anna tidak terlihat di sekitarnya.


Leo bergegas keluar lagi untuk mencari Anna.


Mencari Anna di antara kerumunan pejalan kaki dan pelanggan yang begitu banyak memasuki tenda.


Leo akhirnya melihat Anna yang terlihat bersusah payah untuk masuk, sepertinya berusaha agar tidak bersentuhan dengan banyaknya orang yang lalu-lalang.


Leo bergegas menghampiri Anna, dan begitu dekat Leo langsung memegang tangan Anna.


Tanpa merasa canggung lagi Leo menarik Anna mendekat padanya, dan Anna pun menyambut pegangan tangan Leo.


Anna merapatkan tubuhnya pada Leo, memegang tangan Leo dengan erat.


Perlahan Leo menuntun Anna masuk ke dalam tenda, dan mencari meja yang masih kosong.


Untung saja dua kursi kosong, dua di depan mereka sudah ada yang duduk.


Jadilah mereka duduk di meja yang sama dengan sepasang kekasih duduk di depan mereka.


"Nona mau pesan apa?" tanya Leo mengambil buku menu.


Memberikannya pada Anna untuk memilih menu yang diinginkan Anna.


Anna melihat buku menu, lalu memilih beberapa menu yang diinginkannya.


Leo pun memesan yang sama seperti Anna.


Sekitar lima belas menit pesanan mereka pun datang.


Anna begitu mencicipi makan yang mereka pesan, ternyata memang sangat enak, pantasan pelanggannya begitu banyak.


"Enak!" ujar Anna.


"Iya, rasanya begitu pas!" sahut Leo.


Mereka menikmati makan mereka.


Dan mereka sangat puas dengan makan malam yang lezat kaki lima tersebut.


Dan waktunya mereka pulang karena sudah selesai makan malam.


Leo akan membayar makan malam mereka, tetapi dia tidak ingin meninggalkan Anna.


"Ayo Nona!" kata Leo menunggu Anna untuk bangkit.


Leo menunggu Anna bangkit dan mendekat padanya, tapi saat Anna akan berjalan mendekat pada Leo, tiba-tiba ada seseorang yang lewat tanpa sengaja menyenggol Anna.


Dan otomatis Anna jadi oleng, dengan reflek Leo menangkap Anna.


Anna masuk kedalam dekapan Leo, dan Anna langsung memegang lengan Leo.


Tidak tahu entah kenapa Leo tidak merasa canggung merangkul bahu Anna.


Dan Anna pun diam saja dirangkul Leo.


Akhirnya Leo merangkul Anna agar jalan mereka bersama beriringan, supaya jangan tersesat lagi seperti tadi.


Mereka terlihat sama-sama nyaman dengan tindakan Leo yang spontan tersebut, Anna diam saja tidak berusaha untuk melepaskan tangan Leo merangkulnya.


Mereka berhasil keluar setelah Leo membayar makan malam mereka.


Semakin malam ternyata lokasi tersebut semakin ramai saja.


Setelah di luar tenda Leo menggenggam tangan Anna, dan dibalas Anna dengan genggaman erat juga pada tangan Leo.


Bersambung......