
Lidia menarik handuk yang membalut rambutnya, sekali tarik rambut panjang Lidia tergerai dengan indah ke punggungnya.
Membuat Lidia tambah cantik di pandangan mata Jos, sangat mempesona.
"Josku sedang apa?" tanya Lidia melihat Jos yang tengah memegang ponsel.
"Melihat chat ucapan selamat pengantin baru dari teman-temanku" kata Jos, lalu menutup ponsel tersebut dan meletakkannya keatas nakas.
Jos membuka laci nakas, dan mengeluarkan sesuatu dari sana.
"Mari ku oles lecet di kakimu sayang.." sahut Jos lembut.
"Oh, iya!" Lidia kemudian mengangkat kakinya keatas tempat tidur.
Jos menaruh kaki Lidia ke atas pahanya, lalu jemarinya dengan lembut memgoles lecet di tumit Lidia.
Tumit Lidia terlihat memerah.
"Mudah-mudahan besok pagi tidak memerah lagi" kata Jos meletakkan kembali obat tersebut kedalam laci nakas.
Setelah menutup laci, Jos kembali meraih kaki Lidia.
Dengan lembut tangannya memijit pergelangan kaki Lidia, dia merilekskan kaki Lidia yang pegal.
"Enak" gumam Lidia menikmati pijatan tangan Jos pada pergelangan kakinya.
Lidia memejamkan mata sambil tersenyum menikmati pijatan Jos pada kakinya.
Tangan Jos perlahan naik mengurut betis Lidia, betis Lidia yang kecil tenggelam dalam jemari Jos yang besar.
Lidia tersenyum senang merasakan pijatan tangan Jos pada betisnya.
"Bagaimana, apakah sudah terasa enakan kakinya?" tanya Jos masih dengan lembut memijat betis Lidia.
"Iya, terasa ringan tidak pegal lagi" ucap Lidia dengan manjanya.
Wajah Jos kembali memerah medengar suara manja istrinya tersebut, membuat dia begitu senang Lidia bermanja-manja dengannya.
Lidia menarik kakinya dari tangan Jos, lalu memeluk Jos dengan erat.
Meletakkan pipinya bersandar didada Jos yang bidang, dan tangan Jos memeluk pinggang Lidia.
Jos meletakkan dagunya di puncak kepala Lidia, memeluk tubuh mungil istrinya semakin rapat padanya.
" Josku wangi sekali" gumam Lidia mengendus leher Jos yang terbuka.
Lidia membenarkan duduknya, dan lalu naik kepangkuan Jos.
Bokong Lidia duduk dipaha Jos, dan semakin merapat kan tubuhnya ketubuh Jos.
"Aku tidak menyangka akhirnya kita menikah Josku, aku senang sekali...Kekasihku sekarang telah menjadi suamiku" gumam Lidia tersenyum manis menatap mata Jos.
Lidia melingkarkan tangannya memeluk leher Jos, lalu mendekatkan wajahnya kewajah Jos.
Hidung mereka bersentuhan, dan kening mereka saling menempel.
"Iya sayang...Aku juga begitu bahagia, rasanya bagaikan mimpi, aku mempunyai seorang istri dan mempunyai keluargaku sendiri" kata Jos bergetar.
Lidia membenamkan wajahnya kebalik leher Jos, dan memeluk tubuh Jos dengan erat.
Jos juga melakukan hal yang sama, membenamkan wajahnya kebalik leher Lidia.
Tangan Jos mengelus punggung Lidia dengan lembut.
"Josku, apa tidak gatal kelopak mawar ini kita tidur diatasnya?" tanya Lidia melepaskan pelukannya, lalu memandang kelopak mawar yang bertebaran diatas sprei tempat tidur.
Jos juga ikut memandang mawar tersebut.
"Sepertinya tidak sayang, mereka telah membuang durinya" gumam Jos.
"oh, begitu ya" gumam Lidia, lalu kembali melihat wajah Jos.
Mata Lidia menelusuri wajah Jos, senyumannya yang manis terus saja mengembamg dibibirnya.
Jemari Lidia yang kecil menelusuri wajah Jos.
Mengelus pipi Jos dengan lembut, lalu membelai rahang Jos.
Mata Jos tidak lepas menatap mata Lidia dengan nanar. Jantungnya berdegup kencang.
Jos merasa punggungnya berkeringat dingin, ini malam Pengantin mereka, dan akan melakukan sesuatu pada istrinya yang cantik tersebut.
Benar-benar membuat Jos semakin gugup.
Jemari Lidia yang mengelus wajahnya begitu lembut, dia sangat menyukainya.
"Aku juga mencintaimu sayang, kamu adalah hadiah yang istimewa di hidupku" gumam Jos, tangannya masih terus mengelus punggung Lidia dengan lembut.
Jemari Lidia perlahan mengelus kening Jos.
"Tutur kata yang manis dan sopan, membuat aku semakin mencintaimu Josku" suara gumaman Lidia serak.
Jari telunjuknya turun perlahan menelusuri hidung mancung Jos yang tinggi, dan mengecupkan bibirnya diujung hidung tersebut.
"Dan, kita pasti akan memiliki bayi yang tampan juga sepertimu Josku"
"Iya sayang, aku senang kamu yang akan mengandung bayiku" suara Jos bergetar.
"Ya, aku akan memberikan Josku banyak bayi..kamu ingin punya bayi berapa Josku?" tanya Lidia masih terus mengembangkan senyuman manisnya, giginya yang putih terlihat sangat cantik berbaris rapi.
Jemari telunjuk Lidia perlahan turun membelai bibir Jos.
"Terserah padamu sayang" gumam Jos semakin berdebar merasakan jemari Lidia mengelus bibirnya.
"Baiklah" bisik Lidia parau.
Lidia sudah tidak tahan lagi ingin mengecup bibir Jos yang terlihat menggoda, menurut Lidia.
Lidia menarik wajah Jos, memeluk rahang Jos dalam telapak tangannya yang kecil.
Kaki Lidia terbuka diantara tubuh Jos, duduk dipaha Jos dengan santai menikmati aroma tubuh Jos yang terhirup hidung Lidia.
Perlahan Lidia mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Jos, dan bibir itu pun menyentuh bibir Jos.
Lidia memejamkan matanya mengecup bibir Jos, dan dia merasakan tangan Jos perlahan membelai punggungnya yang masih mengenakan bathrobe.
Lalu tangan Jos perlahan menjalar kedepan, membuka tali bathrobe.
Dan tangan Jos dengan bebas menelusuri rusuk Lidia dengan perlahan, menikmati kulit lembut Lidia ditelapak tangannya.
"Josku" gumam Lidia dengan serak, elusan tangan Jos membuat Lidia meremang.
Perlahan tangan Jos menyentuh dada Lidia, meremas nya dengan lembut.
Jos menggeram senang, dada Lidia sangat lembut dan kenyal.
Terasa sangat nyaman dalam remasan tangannya yang besar, ini benar-benar gila!
Jos sangat menyukainya.
Benda itu berbeda dibalik baju Lidia, dengan memakai pakaian terlihat begitu kecil.
Tapi, setelah penghalangnya dibuka, dada Lidia begitu sangat membengkak dalam tangan Jos yang besar.
Ini sangat nyaman, tidak disangka Jos, dia memiliki istri yang ternyata sangat seksi.
Dan sangat menggoda, Jos menggeram begitu bahagia meramas dada istrinya yang kenyal dan padat.
Memperdalam ciuman mereka, mencari lidah Lidia, lalu memilihnya dengan lembut.
Perlahan Lidia menelusuri bibirnya kerahang Jos, mengecup rahang tegas Jos dengan lembut.
Lalu menjulurkan lidahnya menelusuri leher Jos, menyesap leher Jos dengan penuh kelembutan.
Menggigitnya pelan diceruk leher Jos, ini sangat menyenangkan.
Lidia sangat menyukai apa yang dilakukannya pada Jos.
"Josku...Sayang, aku mencintaimu" gumamnya serak ingin merasakan setiap inci tubuh Jos yang liat.
Lidia semakin turun menelusuri dada kekar Jos yang liat, dada itu begitu keras dengan otot yang menonjol.
Lidia sangat menyukai setiap inci tubuh suaminya tersebut.
Malam ini mereka akan bergadang untuk menumpahkan rasa cinta mereka yang mendalam, Lidia benar-benar ingin membuat suaminya melayang dan menyukai ciumannya.
Lidia menyesap dada Jos yang menonjol, memainkan lidahnya dipuncak ujung dada Jos yang kekar.
"Sayang, Lidiaku..kamu benar-benar tidak terduga sayang, dari mana kamu belajar melakukan ini semua sayang?" gumam Jos seraya membelai kepala Lidia dengan penuh sayang.
"Insting Josku, aku tergerak sendiri ingin menikmati tubuh Josku yang maskulin" gumam Lidia serak.
Lidia menyesap ujung dada Jos satu lagi, dan memainkan lidahnya disana.
Membuat Jos mendongakkan kepalanya mendesah tanpa sadar.
"Ahh!"
Bersambung......