Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
146. Kaki Lidia keseleo.


Jos tanpa sadar memeluk Lidia, karena keseimbangan tubuhnya tidak stabil saat menangkap tubuh Lidia.


Jadi dia harus menarik Lidia ke dekapannya, agar mereka tidak terjatuh berdua ke pasir.


Begitu posisi mereka tegak kembali, spontan Jos tersadar apa yang telah diperbuatnya.


"Maaf Nona..saya telah lancang memeluk anda!" Jos cepat-cepat melepaskan tubuh Lidia, dia begitu malu dan semakin canggung.


"Tidak apa-apa, terimakasih sudah menolong, kalau tidak aku pasti terjatuh tadi!" kata Lidia tersenyum memandang Jos, agar Jos tidak merasa bertambah canggung padanya.


"Apakah kaki anda terluka?" tanya Jos memandang kaki Lidia.


"Tidak! kakiku baik-baik saja!" kata Lidia memperhatikan kakinya.


"Bagaimana kalau kita duduk dulu di kursi itu!" sahut Anna menunjuk satu kursi panjang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Mereka pun kemudian berjalan menuju kursi panjang itu, dan untungnya bisa menampung empat orang untuk duduk.


"Pantai ini pasti lebih indah disiang hari, bisa terlihat dengan jelas pemandangan laut sampai ujung sana!" kata Lidia menatap laut lepas.


"Iya benar, dan aku ingin berenang!" kata Anna tersenyum senang.


"Apakah Jos dan Leo bisa menemani kami besok?" tanya Lidia menoleh memandang kearah Jos.


"I..iya, bisa Nona!" kata Jos setengah kurang yakin.


"Terimakasih, kami sangat menantikan esok hari, berjemur di pantai, dan berenang sepuasnya, sudah lama tidak liburan, senangnya...akhirnya dapat liburan juga!" kata Lidia dengan nada senang, dia menghirup udara pantai dalam-dalam.


"O ya, apakah kalian harus selalu berpakaian formal seperti ini?" tanya Anna.


Mereka melihat Bodyguard Bernard selalu memakai pakaian formal, padahal disaat santai seperti ini pun harus berpakaian formal.


"Kami tidak ada waktu untuk libur Nona, disaat seperti ini kami juga bekerja!" kata Leo.


"Wah, hidup kalian tidak ada untuk bersantai ya?" tanya Lidia.


"Sekarang ini kan lagi santai!" jawab Jos.


"Oh, iya ya!" Lidia tersenyum, dia lupa ini mereka lagi santai.


"Pekerjaan kalian pasti berat, dan mengundang bahaya, pasti sulit bergaul dan mencari pendamping!" kata Anna.


Jos dan Leo tidak menjawab, mereka diam tidak menanggapi perkataan Anna.


Lidia dan Anna saling pandang, mereka jadi malu banyak bertanya pada kedua Bodyguard tersebut.


Mereka kemudian kembali diam satu sama lain.


Lidia merasa kalau Jos dan Leo merasa segan berbicara dengan mereka, karena mereka teman istri Bos mereka.


Jadi tidak ingin mencoba akrab pada mereka, kalau mencoba untuk akrab, itu berarti mereka mengganggap diri mereka telah lancang.


Karena itu mereka terlihat bersikap sopan pada dirinya dan Anna.


Lama mereka duduk di kursi tersebut.


Akhirnya Anna dan Lidia mengatakan akan kembali ke kamar untuk beristirahat.


Dengan patuh Jos dan Leo bangkit berdiri, dan mempersilahkan Lidia dan Anna untuk berjalan terlebih dahulu.


Tapi saat Lidia berdiri dan mencoba untuk berjalan, tiba-tiba gadis itu meringis kesakitan.


Kakinya terasa ngilu, mungkin keseleo karena tersandung tadi.


"Kenapa Nona?" tanya Jos melihat Lidia sepertinya menahan sakit.


"Tidak apa-apa! hanya ngilu sedikit saja" kata Lidia.


Dia mencoba untuk berjalan lagi.


"Aduh!" Lidia jadi meringis, ternyata memang kakinya keseleo.


Terasa sangat sakit sekali.


"Mari saya periksa Nona!" kata Jos, "Coba anda duduk kembali di kursi "


" Baik " kata Lidia.


Jos berjongkok untuk memeriksa kaki Lidia.


"Maaf Nona, saya akan memegang kaki anda untuk melihat apakah kondisi lukanya parah" kata Jos masih canggung.


"Iya tidak apa-apa Jos, silahkan!"


Jos memegang kaki Lidia, dia memeriksa pergelangan kaki Lidia dan mencoba menekankan.


Kaki Lidia terlihat kecil dalam pegangan tangan Jos yang besar.


"Aduh!!" Lidia merasakan sakit sekali.


"Kaki anda bengkak Nona, tidak bisa untuk dibawa berjalan!" kata Jos melepaskan kembali kaki Lidia keatas pasir dengan hati-hati.


"Jadi bagaimana aku bisa kembali ke kamar?" kata Lidia sedih.


"Saya akan bantu anda Nona, maaf kalau saya lancang!" kata Jos.


"Tidak Jos, aku tidak masalah, kamu bantu aku yang sangat berterimakasih!" kata Lidia.


"Mari saya gendong anda Nona!" Jos berjongkok, menyodorkan punggungnya untuk dinaiki Lidia.


Bersambung.....