
Anna berjalan ke arah Viona yang sedari tadi diam saja menyaksikan kakaknya Naira seperti orang yang kehilangan akal, ribut masalah soal Viona yang menjadi pengganti Naira menjadi pengantin Bernard.
"Kamu tidak kenapa-napa kan?" tanya Anna khawatir pada Viona.
"Tidak apa-apa, Ayo!" kata Viona.
Leo menunggu Viona dan Anna diruang tunggu khusus pelanggan VVIP.
Selang satu jam berlalu Viona dan Anna masih berada di ruang perawatan tubuh.
Sebelumnya Viona sudah mengatakan akan di salon mana untuk merawat diri pada suaminya Bernard.
Bernard yang protektif selalu ingin tahu kemana dan di mana istrinya pergi, dan Viona yang terlalu sayang dan cinta pada suaminya tersebut, dengan polos memberitahukan semuanya ingin ke mana dan mau apa dia.
Dan di sinilah Bernard datang tanpa sepengetahuan Viona, dan Leo pun terkejut melihat Tuannya tiba-tiba muncul di ruang tunggu khusus VVIP.
Dengan reflek dia bangkit dari duduknya, dan sedikit membungkukkan tubuhnya dengan sopan.
"Tuan.." panggil Leo.
"Apakah mereka sudah mau selesai?" tanya Bernard, berjalan ke salah satu sofa dan kemudian duduk.
"Kurang tahu Tuan, baru satu jam mereka melakukan perawatan!" lapor Leo, "Tadi ada sedikit keributan dengan kakaknya Nyonya"
"Siapa?" Bernard langsung menunjukkan kekhawatiran mendengar laporan Leo tersebut.
"Nona Naira, Tuan!" jawab Leo.
Bernard memijit pelipisnya, dia jadi merasa kesal mendengar nama Naira disebut.
"Nyonya tidak kenapa-napa kan?" tanya Bernard.
"Tidak Tuan!" kata Leo menggeleng kan kepalanya.
Bernard menghela nafas lega.
"Bagus!" katanya puas.
Karena Bernard datang dan menunggu di ruang tunggu tersebut, Leo jadi tidak berani untuk duduk di sofa juga.
Bernard melirik Leo yang berdiri tidak jauh darinya, sepertinya segan padanya untuk duduk kembali di sofa.
Sontak membuat Leo menoleh pada Bernard, sepertinya Tuannya tersebut memberi kode padanya.
"Jangan sungkan, duduklah kembali, kita tidak tahu berapa lama lagi mereka selesai merawat diri, kamu tidak mungkin harus berdiri terus di situ!" sahut Bernard.
"Terimakasih Tuan" ucap Leo.
Kemudian kembali duduk di sofa.
Bernard memiliki anak buah yang patuh, mereka semua sangat setia padanya.
Bernard ingat, dulu saat Kakek Peter melimpahkan segalanya untuk memimpin perkumpulan bawah, Leo saat itu masih muda dan sangat kurus.
Bernard bertemu dengan Leo hampir pingsan di jalan dengan tubuh yang penuh dengan bekas pukulan, saat itu umur Bernard baru dua puluh lima tahun bertemu dengan Leo.
Dan Leo saat itu berumur dua puluh dua tahun, Leo seorang pemuda yang pendiam dan penurut.
Bernard menolong Leo yang tidak makan hampir tiga hari, Leo yang kurus sangat memprihatinkan, nyaris tidak terselamatkan.
Leo di telantarkan oleh Ibunya yang telah menikah lagi, Ayah tiri Leo kerap menindas dan menyiksa Leo.
Leo sangat berterima kasih pada Bernard karena telah menolongnya, dan ingin menjadi kuat seperti Bernard.
Kakek sangat kasihan melihat tubuh ringkih Leo untuk mengikuti pelatihan menjadi seorang Bodyguard, tetapi Leo dengan tekad bulat tetap ingin menjadi seorang Bodyguard.
Awalnya, Kakek Peter ingin menempatkan Leo di bagian dapur sebagai juru masak di pulau.
Tapi Leo menunjukkan tekadnya ingin menjadi seorang Bodyguard, dan memang kemajuan Leo benar-benar membuahkan hasil.
Tubuhnya yang kurus tinggi, perlahan menjadi berisi dan kekar dengan pelatihan yang sungguh-sungguh.
Bernard menempatkan Leo di pulau untuk memantau pelatihan para Bodyguard.
Dan saat Bernard menikah, barulah dia memanggil Leo untuk menjadi pengawal pribadi Viona, dan pengawas para Bodyguard nya di Mansion kastil.
Pintu ruang tunggu terbuka, tampak seorang Pelayan salon masuk membawa nampan berisi kopi dan camilan untuk Bernard dan Leo.
Setelah meletakkan nampan dan meletakkan secangkir kopi di depan Bernard, Pelayan tersebut kemudian meninggalkan ruang tunggu khusus VVIP tersebut.
Bersambung.....