
Anna memakai kemeja Leo setelah membersihkan badan, tubuhnya terasa sangat ringan setelah bersih.
Kemeja Leo terlihat besar dikenakan Anna, tangannya tenggelam didalam lengan baju Leo.
Anna keluar dari kamar mandi, di kamar Leo tidak ada terlihat.
Anna mengelap ujung rambutnya yang basah, lalu berjalan kemeja rias.
Melepaskan beberapa pin yang menempel di rambutnya, lalu menyisir rambutnya agar kembali seperti semula.
Pintu kamar terbuka, tampak Leo muncul dari luar kamar dan masuk kedalam kamar, dia tampak telah berganti baju dengan baju piyama.
Langkah Leo menghampiri Anna yang duduk didepan meja rias menyisir rambutnya.
" Mari kubantu sayang " Leo mengambil sisir dari tangan Anna.
Lalu menyisir rambut Anna dengan pelan dan hati-hati, dan meletakkan sisir kembali ke atas meja rias setelah selesai menyisir rambut Anna.
" Ayo..kita tidur " Leo mengangkat Anna.
Membopongnya naik ketempat tidur, membaringkan tubuh Anna dengan hati-hati ditempat tidur.
Menarik selimut menutup tubuh mereka berdua, lalu mereka pun memejamkan mata.
Tidak sampai lima menit mereka pun tertidur.
Esok paginya Leo terlebih dahulu bangun, sudah kebiasaannya lebih awal bangun pagi.
Dia merasakan tubuhnya begitu berat, dan tangannya satu memeluk sesuatu yang terasa nyaman dalam pelukannya.
Perlahan mata Leo terbuka, matanya melihat langit-langit kamarnya.
Pandangannya masih sedikit kabur, dia mengerjapkan matanya untuk memfokuskan pandangannya.
Melihat interior dan dekorasi kamar, Leo langsung tahu bahwa ini adalah kamarnya di Villa.
Lalu matanya melihat kearah dadanya yang terasa berat, dan sontak dia terkejut.
Kepala seorang wanita berbaring didadanya, dan memeluk disekitar rusuknya.
Leo mengerjap-ngerjapkan matanya, apa yang terjadi? pikir Leo masih belum mengerti dengan situasi yang ada diatas tempat tidurnya.
Glek! Leo tanpa sadar menelan air ludahnya gugup, wajahnya mendadak pucat.
Dan dia tersadar kalau tangannya memeluk pinggang wanita yang tertidur diatas dadanya tersebut.
Leo tidak berani bergerak ditempatnya, badannya membeku tidak tahu mau berbuat apa.
Leo melepaskan pelukannya di pinggang wanita tersebut, dan otomatis membuat tubuh wanita itu merosot turun dari tubuhnya.
Sepertinya mulai bangun juga, tapi ternyata tidak.
Wanita itu tertidur lagi dengan posisi wajah menghadap kearah Leo, dan tubuhnya tidak tertutup selimut lagi.
Begitu Leo melihat wajah wanita tersebut, sontak membuat Leo semakin terkejut.
" Nona Anna?...eh tidak...dia..! " barulah Leo tersadar apa yang sebenarnya terjadi, kenapa bisa ada wanita tidur diatas tempat tidurnya sambil memeluk tubuhnya.
Dia sudah menikah semalam, dengan wanita pujaan hatinya yang baru saja ditembaknya.
Leo menegakkan tubuhnya untuk bangkit dari tidurnya, duduk tegak memandang istrinya yang masih tidur dengan nyenyaknya.
Leo menepuk jidatnya begitu memori tentang pernikahannya semalam diingatnya, dia tersenyum sendiri merasa seperti orang pikun.
Leo pun tertawa kecil menertawakan dirinya yang beberapa menit lalu lupa ingatan.
Wanita ini adalah istrinya, Anna yang dicintainya.
Leo memandang istrinya tersebut yang terlihat cantik walaupun sedang tidur.
Perlahan tangan Leo mengelus pipi Anna, perasaan bahagia yang dialaminya semalam datang lagi setelah dia mengingat, kalau wanita cantik yang tidur ditempat tidurnya saat ini sambil memeluknya tubuhnya tadi adalah istrinya.
Istri yang sangat dicintainya.
Ini bagaikan mimpi, dia sudah menikah.
Mata Leo menatap posisi tubuh istrinya yang lagi tidur tersebut terlihat menggoda, kaki dan pahanya yang putih terpampang dengan jelas.
Anna yang memakai kemejanya, hanya bisa menutupi tubuhnya sampai sebatas diatas lutut saja.
Karena posisi Anna tidur, otomatis kemeja itu jadi agak naik sedikit keatas, sehingga hampir memperlihatkan bagian daerah sensitifnya.
Dan pemandangan itu sungguh sangat menggoda.
Tanpa sadar Leo menelan air ludahnya, wajahnya memerah karena melihat bentuk tubuh istrinya yang sangat indah.
Jantung Leo berdegup kencang, dia seperti orang linglung melihat istrinya yang berbaring bagaikan seorang peri cantik.
Rambutnya yang tergerai indah diatas tempat tidur, sangat indah, ini sungguh pemandangan yang sangat mempesona.
Tubuh Leo bereaksi melihat istrinya yang tidur dengan cantiknya.
Perlahan tangan Leo membelai pipi Anna lagi, lalu mengelus kepala Anna dengan lembut.
Bibirnya tersenyum bahagia.
Bersambung.....