Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
184. Rencana Dinner.


Tangan Lidia masih terus merangkul leher Jos, dan tidak memperdulikan tatapan para pelanggan restoran padanya.


" Ayo kita masuk " kata Lidia.


" Baik, ayo turunlah..." kata Jos melepaskan tangannya yang memeluk pinggang Lidia.


" Tidak mau " Lidia menggeleng.


Lidia masih menggelantung dileher Jos, tubuhnya yang pendek membuat ujung sepatunya tidak menginjak lantai.


Dan dia semakin naik menggelantung pada leher Jos.


Mungkin karena sudah terbiasa mengangkat beban berat kalau lagi latihan, Jos tidak merasakan kalau tubuh Lidia berat.


" Bagaimana mau masuk kalau kamu tidak turun?" kata Jos dengan suara lembut.


Lidia semakin menaikan tubuhnya keatas memeluk leher Jos.


Dan tiba-tiba kaki Lidia melingkar di seputar pinggang Jos, alhasil Lidia jadi seperti koala bergelayut ditubuh Jos.


Beberapa pelanggan restoran senyum-senyum melihat tingkah Lidia tersebut.


" Ayo masuk " kata Lidia tersenyum, lalu membenamkan wajahnya kebalik leher Jos.


Dia terlihat seperti anak kecil yang menggelantung dipelukan Ayahnya.


Lidia begitu senang sekali dapat memeluk Jos dengan cara aneh seperti ini, dan juga sangat suka mencium aroma tubuh Jos.


Wajah Jos yang sudah sangat merah, terpaksa menuruti kemauan Lidia, dia juga sangat senang Lidia bermanja-manja dengannya seperti anak kecil.


Jos memeluk pinggang Lidia, lalu berjalan memasuki ruang VVIP.


Jos membuka pintu ruang VVIP, dan masuk kedalam ruangan tersebut dengan memeluk Lidia didalam dekapannya.


Viona dan Anna terbelalak kaget melihat Lidia yang bergelayut manja pada Jos seperti anak kecil.


Mulut mereka sampai menganga tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Sementara Lidia cuek saja dengan reaksi kedua sahabatnya tersebut.


Perlahan Jos menurunkan Lidia setelah sampai dikursi mereka berdua.


Sementara Bernard dan Leo tidak begitu merespon apa yang mereka lihat, mereka terlihat santai saja.


" Kamu lagi sakit ya?" tanya Anna.


Anna tidak bisa berkata-kata apa lagi begitu Lidia menjawab dengan santai, begitu juga dengan Viona, dia tidak tahu kalau Lidia ternyata punya sisi yang manja.


Lidia memandang Jos yang duduk disebelahnya dengan senyuman paling termanisnya, lalu menyentuh tangan Jos dibawah meja dan menggenggamnya dengan erat.


Jos menoleh memandang Lidia, tampak senyuman Lidia yang manis membuat hati Jos berbunga.


Jos membalas remasan tangan Lidia dengan lembut, dia begitu bahagia bisa memiliki kekasih yang manis seperti Lidia.


Tidak berapa lama makanan pembuka mereka pun datang, dan disajikan kedepan mereka masing-masing.


Dan mereka pun mulai menikmati menu pertama sambil mengobrol santai.


Dan setelah menu pertama selesai, menu kedua datang dan begitu selanjutnya sampai makanan penutup, Dessert.


Mereka terlihat begitu akrab mengobrol, tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan.


Dan akhirnya makan siang pun selesai, dan waktunya untuk pulang.


Karena Bernard tadi datang bersama Jos, terpaksa Bernard dan Viona membawa Lidia bersama mereka untuk diantar Jos pulang.


Dan Leo yang akan mengantar Anna pulang.


Sekarang Leo bersama Anna berada di dalam mobil, dan mobil bergerak perlahan meninggalkan pelataran parkir restoran.


" Nanti malam mau makan kemana kak?" tanya Anna membuyarkan keheningan mereka.


" Eh..!" Leo kaget mendengar pertanyaan Anna.


Leo berpikir sebentar untuk menjawab pertanyaan Anna tersebut.


" Terserah Nona saja " kata Leo akhirnya.


" Bagaimana kalau kita makan direstoran tepi danau dipinggir kota?" usul Anna dengan wajah yang bersemangat seraya badannya dia putar menghadap kearah Leo.


Leo tahu restoran yang dimaksud Anna, restoran tersebut terkenal dengan suasana outdoornya yang indah dengan pemandangan danau yang indah juga.


Suasana restoran tepi danau sangat cocok untuk Dinner bagi sepasang kekasih, dekorasi dan suasananya sangat romantis.


Leo mengangguk setuju apa yang diusulkan Anna tersebut.


Bersambung.....