Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
206. Jos dan Lidia akhirnya sah menjadi suami-istri.


Dan hari H pun tiba, Jos dan Lidia menandatangani akta pernikahan mereka.


Disaksikan kedua orang tua Lidia, Bernard, Viona, Leo, Anna dan beberapa Bodyguard Bernard lainnya.


Setelah itu melakukan Pemberkatan di gereja yang sama dengan Tuannya Bernard dan juga Leo.


Lidia terlihat sangat cantik sekali mengenakan gaun pengantin dengan ekor panjang, dengan mahkota berlian yang sangat indah.


Jos tidak berkedip melihat istrinya saat turun dari mobil pengantin, dan berjalan merangkul lengan Ayahnya menuju kearahnya didepan pintu gereja.


Istrinya sangat cantik sekali, membuat Jos seakan tidak percaya dapat menikah dengan Lidia.


Ayah Lidia menyerahkan tangan putrinya kepada Jos, dan Jos menerima tangan Lidia dengan gugup.


Senyuman Lidia dibalik tudung pengantin terlihat sangat manis sekali, membuat jantung Jos berdegup bahagia.


Lidia kemudian merangkul lengan Jos memasuki gereja.


Langkah mereka diatas karpet merah perlahan memasuki gereja untuk melakukan Pemberkatan.


Didalam gereja sebagian undangan dan para Bodyguard Bernard yang datang menyaksikan pernikahan Jos berdiri begitu melihat Jos dan Lidia memasuki gereja.


Semua wajah-wajah tersebut terlihat begitu terpesona takjub melihat Lidia yang begitu cantik, dan Jos yang tampan dengan setelan jas morning dress.


Pendeta telah menanti mereka diatas altar untuk melakukan Pemberkatan.


Sama seperti Leo, karena gugup Jos ada salah pengucapan, dan mengulang kembali.


Dan akhirnya mereka pun dinyatakan sah sebagai suami-istri oleh Pendeta, dan dipersilahkan untuk mencium pasangannya.


Jos membuka tudung pengantin Lidia, dan terlihatlah wajah cantik istrinya yang membuat jantung Jos berdebar kencang.


Perlahan Jos menunduk untuk mengecup bibir Lidia yang sangat disukainya.


Cup!


Jos mengecup bibir Lidia, dan disambut Lidia membalas kecupan Jos.


Terdengar suara tepukan yang riuh dari semua saksi yang melihat mereka telah sah menjadi sepasang suami-istri.


Ibu Lidia menangis terharu melihat putrinya akhirnya menikah, dan dia juga begitu bangga pada putrinya tersebut bisa mendapatkan seorang suami yang baik dan juga gentleman.


Ayah Lidia mengelus punggung istrinya agar tidak terlalu hanyut dengan rasa terharunya, sudah dandan cantik-cantik nanti make-upnya jadi luntur.


Setelah acara Pemberkatan selesai, merekapun kemudian menuju lokasi resepsi yang diadakan di sebuah gedung hotel.


Jos memilih acara resepsi pernikahannya tidak jauh dari lokasi gereja, agar Lidia tidak terlalu lelah karena mereka seharian akan mengadakan acara pernikahan mereka.


Jos memberikan lengannya digandeng Lidia setelah turun dari mobil pengantin masuk kedalam gedung hotel.


Di dekat podium, telah tersedia meja khusus pengantin untuk makan bersama dengan keluarga.


Dan disana telah menunggu orang tua Lidia beserta Bernard dan istrinya, Viona.


Disebelah meja pengantin terlihat kue pengantin yang sangat besar diletakkan diatas meja.


Semua bertepuk tangan saat mereka memasuki aula hotel, dan naik menuju kursi khusus bagi mereka.


Setelah itu, acara resepsi pun berlangsung dengan meriah.


Ayah Lidia begitu bersemangat mengundang banyak rekan bisnis dan kerabat lainnya.


Begitu juga dengan Bernard, mengundang rekan bisnis yang mengenal baik siapa Jos.


Malampun beranjak, resepsi berganti dengan acara foto bersama.


Membuat Lidia sangat lelah.


Jos menyadari kalau istrinya sangat lelah, karena Lidia selalu merapatkan tubuhnya pada Jos untuk bersandar karena kakinya sudah capek berdiri.


" Sayang, duduk saja...jangan ditahan, nanti kakimu lecet " kata Jos memapah Lidia untuk duduk.


" Masih banyak yang ingin berfoto dengan kita...kutahan sebentar lagi, aku masih kuat " kata Lidia merangkul lengan Jos.


" Baiklah, aku akan menggendong mu nanti saat akan pulang ke rumah kita " bisik Jos ditelinga Lidia.


" Iya, aku mau...aku sayang sama Josku, kamu membuatku jadi tidak lelah lagi Josku " bisik Lidia juga ditelinga Jos.


Lalu Lidia mengecup pipi Jos dengan sayang.


Wajah Jos langsung merona mendapat ciuman dari Lidia, dia malu dilihat banyak tamu undangan yang akan berfoto dengan mereka.


Tamu undangan senyum-senyum melihat kemesraan mereka.


" Istrinya begitu cantik dan kelihatannya sangat mencintai suaminya "


" Iya, mereka sangat serasi...dan kelihatannya istrinya sangat mendominasi suaminya "


" Bagus itu, biar suaminya tidak bisa berpaling pada wanita lain...aku juga akan mengajari putriku agar lebih agresif lagi pada suaminya "


Bisik-bisik tamu undangan para Ibu-ibu terdengar saat akan berfoto bersama dengan Jos dan Lidia.


Tentu saja mendengar itu, wajah Jos semakin membenarkan perkataan Ibu-ibu tersebut mengenai istrinya.


Lidia selalu tidak terduga, dan itu membuat Jos sangat suka dan bertambah mencintai istrinya tersebut.


Bersambung......