
Bernard keluar dari kamar mandi, dia terlihat segar setelah selesai mandi.
Tubuhnya yang kekar terlihat masih basah.
Viona mengambil handuk kering yang dia ambil dari walk in closet, menarik tangan suaminya untuk duduk didepan cermin.
Kemudian Viona mengelap rambut basah Bernard dengan lembut, memutarnya dan menggosoknya dengan hati-hati.
Bernard tersenyum merasakan tangan kecil istrinya begitu lembut mengelap rambutnya, terasa enak mengelus dan menggosok kepalanya.
Viona mengambil hairdryer, lalu mengeringkan rambut Bernard dengan hairdryer.
Kepala Bernard terasa ringan setelah rambutnya kering.
"Aku juga mau membersihkan badan, bau asap!" kata Viona.
Viona meletakkan hairdryer diatas meja rias, lalu pergi membersihkan diri ke kamar mandi.
Bernard bangkit dari depan cermin, dia membuka tirai kaca tembok yang dijadikan jendela, yang menghadap kelaut.
Kemudian dia memastikan lampu kamar, kamar terlihat temaram dengan bantuan pancaran cahaya lampu dari luar kamar melalui kaca tembok kamar.
Jadi dia tidak akan membuka lampu tidur di nakas.
Kamar mereka tidak akan terlihat kedalam kamar kalau dilihat dari luar, karena itu dia akan membiarkan tirai terbuka.
Mereka akan menikmati indahnya laut sambil berbaring diatas tempat tidur.
Bernard naik ketempat tidur masih dengan mengenakan handuk, dia malas untuk berpakaian.
Viona keluar dari kamar mandi, mengenakan bath robe dan menggulung rambutnya dengan handuk.
Dia melihat kamar mereka terlihat remang-remang karena lampu kamar telah dimatikan suaminya.
Viona melihat Bernard telah membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, tapi masih mengenakan handuk.
Bernard menyanggah kepalanya dengan kedua tangannya dibawah kepalanya, sehingga dadanya yang bidang terlihat sangat jelas berotot.
Dan perutnya yang sixpack juga terlihat jelas berbentuk, karena lengannya naik keatas dijadikan bantal dibawah kepalanya.
"Suamiku, kenapa kamu tidak pakai baju, apa tidak dingin?" tanya Viona mendekati tempat tidur.
"Tidak sayang, ke marilah!"
Bernard melepaskan tangannya yang menyanggah kepalanya.
Lalu di ulurkan nya tangannya untuk meraih Viona agar mendekat padanya.
Viona melangkah mendekati pinggiran tempat tidur, dan menyambut uluran tangan suaminya.
Menempatkan Viona berbaring disampingnya dengan menyanggah kepala Viona diatas dadanya.
"Coba lihat kesana!"
Bernard menunjuk kearah kaca tembok kamar yang kain tirainya sudah dibuka.
"Wahh, terlihat indah! kita bisa melihat laut sambil tiduran ditempat tidur!" kata Viona takjub.
"Kamu suka?"
"Iya aku suka, indah sekali!"
Viona menegakkan kepalanya untuk melihat dengan jelas lautan diluar sana.
Terlihat ombak bergulung ke pantai, dan suara deburan ombak tersebut juga terdengar samar-samar.
Bernard tersenyum senang melihat wajah istrinya yang terlihat bahagia.
Bernard menarik handuk yang melilit rambut istrinya tersebut, dan rambut panjang Viona pun tergerai jatuh begitu indahnya.
Bernard melemparkan handuk tersebut ke sembarang arah, tangannya dengan lembut mengelus rambut panjang Viona.
Melilitkan rambut istrinya diantara jemarinya, membawanya ke depan hidungnya, lalu menghirup aroma wangi dari rambut indah Viona.
Viona kembali meletakkan kepalanya keatas dada Bernard yang bidang.
Bernard mengecup ujung kepala Viona dengan lembut, lalu tangannya melingkari tubuh istrinya.
Memeluk tubuh mungil istrinya, dan mengelus punggung istrinya dengan penuh sayang.
Tangan Viona melingkar ke sekitar rusuk Bernard, memeluk suaminya dengan sayang juga.
Tangan Viona mengelus kulit rusuk Bernard yang polos, terasa nyaman di telapak tangan Viona.
Tangan kecil Viona tidak berhenti menikmati kulit liat Bernard yang terasa nyaman.
Perlahan jemarinya turun kebawah rusuk Bernard, mengelus perut sixpack suaminya yang berotot.
Terasa keras di telapak tangan Viona, tapi dia menyukainya.
Bernard memejamkan matanya menikmati belaian tangan istrinya yang begitu lembut diatas perutnya.
Tangan Bernard masih tetap mengelus rambut lembut istrinya, dan sesekali mengecup puncak kepala istrinya tersebut.
Bersambung.....