
Besoknya Bernard bangun lebih awal, karena asisten sekaligus Bodyguard nya, Jos, telah menemukan bukti tentang pria tadi malam yang bersama Irina.
Viona masih tidur nyenyak dibawah selimutnya, dia sepertinya sangat capek sekali karena aktivitas mereka tadi malam.
Bernard menemui Jos diruang kerjanya.
"Katakan!" kata Bernard sembari duduk di kursi.
"Ini laporan mengenai indentitas pria tersebut Tuan" Jos menyerahkan laporannya pada Bernard.
Bernard menerima map tersebut, lalu memeriksa indentitas pria tersebut.
"Ternyata dia bukan teman sekelas Irina!" dengus Bernard tertawa sinis.
"Dari hasil informasi yang saya dapat, dia adalah pria yang bekerja ditempat Nyonya, dia adalah pengagum Nyonya, dia diam-diam menyukai Nyonya!"
"Jangan mimpi untuk mendekati istriku!" kata Bernard mencibir.
"Dan Nona Irina diam-diam menyelidiki masa lalu Nyonya, dari informasi yang saya dapat, Nona Irina mendapat info bahwa Nyonya sewaktu kuliah dulu suka memperhatikan seorang pria dari jauh, dan Nyonya dikatakan selalu menghabiskan waktunya di cafe didepan gedung Antares memperhatikan pria tersebut!"
"Gedung Antares?" gumam Bernard.
Bukankah itu gedung yang pertama kali ku bangun? pikir Bernard.
Apakah itu aku? pikirnya lagi.
"Dan juga dikatakan, kalau Nyonya pernah mengambil foto pria tersebut dari jarak jauh menggunakan ponselnya"
Bernard membeku mendengar perkataan asisten nya tersebut. Foto? bisik hatinya.
"Jadi Nona Irina akan menggunakan pria tersebut untuk memfitnah Nyonya, bahwa lelaki yang suka diperhatikan nya dimasa lalu adalah pria tersebut, jadi tadi malam mereka mencoba untuk menjebak Nyonya"
"Sungguh licik, ingin memisahkan aku dengan istriku, sangat menjijikkan, jangan pernah mimpi untuk bisa berhasil!" geram Bernard sangat dingin.
"Tapi Nona Irina tidak bisa mendapatkan info mengenai siapa pria yang suka diperhatikan oleh Nyonya di cafe tersebut!" kata Jos.
"Kamu urus dia, aku tidak mau tahu dia harus hilang dari pandanganku, asingkan dia keluar negeri, aku tidak ingin dia ada di sekeliling ku lagi berkeliaran!" kata Bernard.
"Baik Tuan!" angguk Jos.
"Dan mengenai pria tersebut, perhatian dulu dia, kalau dia mencoba untuk mendekati istriku, singkirkan juga dia!"
"Baik Tuan!" angguk Jos patuh.
Jos kemudian keluar dari ruang kerja Bernard.
Bernard memasukkan indentitas pria yang ingin menggoda istrinya tersebut ke dalam laci mejanya.
Kemudian Bernard merenung.
Dia pun bergegas naik ke kamar nya, dia ingin mengetahui masa lalu istrinya.
Perlahan dia mengambil ponsel istrinya tersebut.
Dia melihat ponsel itu masih ponsel model lama.
Bernard membuka ponsel tersebut, terkunci.
Dia mencoba membuka dengan mengetik tanggal lahir istrinya, tidak bisa, gagal!
Dia mencoba pakai tanggal pernikahan mereka, gagal!
Mencoba pakai tanggal pertama kali datang ke Mansion, gagal!
Bernard mencoba berbagai nomor yang kemungkinan menjadi kata sandi ponsel istrinya tersebut.
Semua gagal.
Terakhir dia mencoba tanggal lahirnya, dan..berhasil!
Ponsel Viona terbuka.
Bernard mematung memegang ponsel istrinya tersebut, dia tidak percaya istrinya menggunakan tanggal lahirnya untuk kata sandi ponselnya.
Bernard tersenyum memandang istrinya yang masih terlelap dibawah selimut.
Sebegitu cintanya kah istriku padaku?
Bernard berjalan ke tepi tempat tidur, dia membungkuk mengecup kening istrinya dengan sayang.
Mengelus pipi istrinya dengan lembut.
Kemudian dia mulai beraksi untuk melihat isi ponsel istrinya tersebut.
Dia mencari galeri.
Kemudian ditekannya menu galeri, dan dia melihat banyak foto di sana.
Dan dia tidak percaya, Bernard menemukan foto dirinya.
Fotonya saat muda dulu, saat usianya masih dua puluh enam tahun.
Jadi memang benar, ternyata istrinya adalah penguntit dirinya.
Bernard tidak mempercayai apa yang dilihatnya, begitu banyaknya foto dirinya diambil istrinya dari berbagai posisi.
Bersambung......