Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
68. Auranya sangat menakutkan.


Bernard tidak memperdulikan suara-suara bisikan yang mengagumi dirinya tersebut, dia lebih fokus pada istrinya.


Dia memilih beberapa set perhiasan yang menurutnya sangat cocok untuk Viona, dan sesuai dengan kulit putih istrinya.


Semua mata wanita begitu cemburu melihat perhiasan yang sangat mahal dibelikan Bernard untuk istrinya, tanpa peduli dengan harganya yang begitu mahal.


Mereka mencibir tidak senang, mereka merasa selama ini begitu sangat bodoh sekali.


Tidak memperhatikan, ternyata Bernard adalah seorang Miliarder. Miliarder pendiam, dan diam saja dihina bahkan dicemooh semua orang.


Dan semua juga tahu kalau Bernard ditolak Naira kakaknya Viona menjadi pengantinnya, dan Viona dengan sukarela menyodorkan dirinya menggantikan kakaknya menjadi pengantin Bernard.


Sungguh sangat beruntung.


Semua para wanita meradang prustasi melihat Viona dimanjakan oleh Bernard.


Bernard masih terus merangkul pinggang istrinya dengan posesif, seolah Viona takut hilang.


Pemandangan itu tentu membuat para wanita semakin cemburu, mereka merasa ingin sekali yang menjadi Viona adalah diri mereka.


Setelah membayar perhiasan, Bernard membawa istrinya keluar dari toko tersebut untuk melihat perhiasan lain lagi ke toko lainnya.


Dia tidak mempedulikan tatapan mata para wanita yang begitu lapar ingin menerkam nya.


"Aku ingin sekali menegur Tuan Bernard, aku ingin mendengar suaranya!" seru seorang wanita yang tampak seperti cacing kepanasan tidak bisa diam ingin mendekat kearah Bernard.


Dengan nekat dia tanpa rasa tidak tahu malu, bergegas menghampiri Bernard.


"Halo Tuan Bernard, kenalkan saya Dory, senang melihat Tuan ada disini, saya ingin berkenalan dengan anda!" katanya sambil tersenyum manis sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Dia merasa tindakannya itu sudah sangat sopan, pasti Bernard tidak marah.


Tapi, ternyata dia salah besar.


Bernard menatapnya sangat tajam.


Sontak lutut wanita tersebut langsung gemetar ketakutan, aura Bernard sangat menakutkan.


Tidak tahu entah dari mana datangnya, seorang Bodyguard menghalau wanita tersebut agar menjauh dari Bernard dan Viona.


Dan itu sangat jelas didengar wanita tersebut, lututnya semakin gemetar, kakinya lemas.


Suara Bernard sangat keren, jantungnya sudah hampir mau copot.


Dengan tubuh lemas dia diseret oleh Bodyguard Bernard pergi menjauh dari sana.


Dan dia tidak bisa berdiri lagi karena kakinya sudah seperti agar-agar, dia jatuh terduduk dilantai berkarpet Mall.


Teman-temannya datang menghampiri wanita tersebut, mereka heran melihat wanita yang menghampiri Bernard itu, kenapa tampak seperti mau pingsan.


"Ada apa? apakah ada yang sakit?" tanya mereka.


"Suaranya..." katanya dengan suara bergetar.


"Suara? suara siapa?" tanya mereka bingung.


"Tuan Bernard, suaranya sangat keren, begitu maskulin...jantungku sudah mau copot tidak percaya mendengarnya!" kata wanita tersebut dengan suara bergetar, tangannya ikut bergetar juga karena begitu senangnya.


"Astaga..!" yang lain jadi ikut-ikutan gemetar kesenangan.


Hemm, dasar wanita aneh semuanya.


Viona tenang saja melihat para wanita tersebut mengagumi suaminya, dia tahu wanita-wanita itu baru menaruh minat setelah mengetahui indentitas asli suaminya.


Seorang Miliarder pemilik gedung mewah, bukan agen Mafia Bodyguard.


Hanya dia sendiri yang mengetahui siapa sebenarnya suaminya, jadi dia tenang saja tidak menaruh cemburu pada wanita-wanita tersebut.


Dan suaminya juga tidak perduli dengan para wanita yang dulu telah merendahkan nya.


"Suamiku, kita sudah beli lima set perhiasan, sepertinya cukup, jangan terlalu banyak, sangat mahal!" kata Viona, dia takut uang Bernard habis.


"Tidak apa-apa istriku, nanti kita beli lemari etalase untuk ditaruh di walk in closet untuk menyimpan perhiasanmu, mari pilih lagi!" kata Bernard menarik tangan istrinya tersebut untuk memilih kembali perhiasan yang disukai Viona.


Bersambung.....