
Bernard membawa Viona untuk duduk di kursi, sementara dia tetap berdiri disamping istrinya.
Bernard memandang Ramses dan Paul, tatapannya terlihat sangat tajam.
Ramses dan Paul seketika menciut, tubuh mereka gemetar.
Sial! dasar Antonius bersaudara ini! mereka menipu kami! maki Ramses mengetatkan gerahamnya menahan amarah.
"Katakan!" ujar Bernard pada Morgan, dia terlihat sangat tenang.
Ting!
Tiba-tiba pintu lift terbuka, dan muncullah William Ayah mereka.
Sontak membuat Morgan dan Andreas terkejut.
Kenapa Papa datang kemari? pikir Morgan dan Andreas.
"Ada apa ini! kenapa kalian ada disini?" tanya William pada kedua putranya Morgan dan Andreas.
"Papa, kenapa bisa datang kemari?" tanya mereka juga.
"Ada yang menghubungi Papa untuk datang ke mari membahas urusan bisnis!" kata William.
Bernard yang berdiri disebelah istrinya terlihat tenang.
Sementara Viona agak gelisah, di genggamnya tangan suaminya dengan erat.
William memandang Bernard, dia juga terkejut melihat Bernard ada di sana.
Suasana tampak hening sesaat.
"Ayo katakan!" sahut Bernard mengulang perkataannya tadi.
William terkejut mendengar nada bicara Bernard yang dingin dan mendominasi.
Morgan terlihat jadi gugup, karena Ayahnya ada disini.
"Aku hanya ingin menyampaikan padamu, agar bisa bersikap pada kami sebagai anggota keluargamu, kami lagi terkena krisis, perusahaan Papa sahamnya sudah semakin anjlok karena kasus Lidia, jadi....!"
"Apa urusannya denganku?" tanya Bernard dengan datar.
Wajah William langsung berubah begitu tahu apa yang terjadi disini.
"Morgan apa maksudmu?!" tanya William pada Morgan, pria paruh baya itu jadi malu pada Bernard.
Dia telah menghina dan mengusir Bernard dari keluarga Antonius, kedua putranya itu sungguh memalukan mencoba menjilat ludah mereka sendiri.
Morgan tidak mendengarkan pertanyaan Ayahnya, dia kemudian menyerang Bernard dengan kata-kata.
"Kamu harusnya tahu, kalau kamu itu masih anggota keluarga Antonius! apa kamu tega melihat kami saudaramu jatuh bangkrut begini!" sahut Andreas dengan nada kencang.
"Oh begitukah? dan bahkan berniat akan membunuhku juga?" tanya Bernard dengan dinginnya.
"Tidak! kata siapa! itu bohong!" kata Morgan panik.
"Benarkah? apakah bukan kamu yang memerintahkan mencoba untuk mencelakai istriku?" kata Bernard dengan tekanan nada yang begitu tajam.
"Tidak itu bohong!" sahut Morgan lagi, dia mencoba tetap tenang.
"Mereka siapa?" tunjuk Bernard kearah Ramses dan Paul.
"Mereka pengawal kami, kami sekarang menyewa jasa pengawal untuk melindungi kami!" kata Morgan dengan begitu percaya dirinya.
"Benarkah?" tanya Bernard dengan nada datar dan dingin.
"Iya benar!" angguk Morgan cepat.
Tunggu sebentar lagi kamu akan ketakutan ku buat, dan tidak akan bisa bicara lagi karena ketakutan! bisik hati Morgan dengan sinis nya.
"Sejak kapan kita menyewa jasa pengawal Morgan! aku tidak ada memerintahkan untuk menyewa Bodyguard!" sahut William murka pada Morgan.
Morgan langsung berubah begitu Ayahnya marah, dia mendekati Ayahnya tersebut.
"Papa, dengar...Papa pasti dijebak seseorang untuk datang kesini melihat keributan yang kami buat, tapi tenang Pa, mereka ku sewa untuk menakut-nakuti Bernard agar dia tidak bisa melawan lagi!" bisik Morgan pada Ayahnya.
"Sungguh keterlaluan kalian, memalukan! kalian bertindak tanpa persetujuan dariku, apa kalian tidak tahu ini akan berimbas dengan perusahaan kita?!" kata William sangat marah pada Morgan.
Morgan tidak mendengarkan apa yang dikatakan Ayahnya tersebut, dia merasa usahanya sudah mau berhasil.
"Bernard, aku ingin kamu membagi asetmu sebagian pada kami untuk hutang budi Mamaku telah mengurus mu sedari kecil!" kata Morgan mulai menunjukkan sikap liciknya.
Bernard diam saja mendengarkan ocehan Morgan tersebut.
Dia tampak tidak tertarik sedikit pun apa yang dikatakan oleh Morgan.
Sementara Ramses dan Paul merasa tubuh mereka sudah mulai gemetar.
Mereka merasa kalau Morgan pembual besar, sungguh menjengkelkan.
Bersambung.....