Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
100. Lidia Antonius ternyata pelakor.


Andreas melihat kakaknya senyum-senyum sendirian, sepertinya dia tahu apa yang membuat kakaknya itu terlihat senang.


Dia pun ikut tersenyum juga, dia mendukung rencana kakaknya tersebut.


Dari semenjak mereka dipermalukan di pesta waktu itu, mereka berdua menyusun rencana akan mengalahkan Bernard.


Menyewa jasa Bodyguard untuk membungkam Bernard, agar Bernard tidak berani melawan mereka.


Mereka tahu Bernard tidak pernah melawan mereka dan bahkan jarang berbicara, jadi sepertinya akan gampang kalau dibungkam.


Mereka berencana menakut-nakuti Bernard agar mau menuruti kemauan mereka.


Dan Ayah mereka pasti akan bangga pada mereka berdua.


Morgan kembali ke ruang makan, dan kembali melanjutkan sarapannya.


"Kalian berdua, jangan melakukan hal-hal yang membuat keluarga kita bahan gunjingan orang lagi!" kata William memperingati kedua putranya tersebut.


"Iya Pa!" jawab Morgan dan Andreas.


"Hari ini bantu Papa untuk mengurus masalah adik kalian Lidia, tentang masalah video Lidia yang viral harus diklarifikasi, kalau tidak Lidia tidak bisa lagi menginjakkan kakinya di dunia model!" kata William.


"Salah sendiri, makanya jangan marah-marah didepan banyak orang, jadinya kena rekam!" kata Andreas.


"Kamu ya! bukannya menghibur adiknya, ini malah mengejek!" sahut Lisa memarahi Andreas.


Andreas hanya angkat bahu cuek.


Istri Morgan dan Andreas hanya bisa diam saja mendengarkan perkataan lima orang didepan mereka.


Mereka sebagai menantu tidak boleh menyela disaat Tuan rumah duduk dimeja makan.


"Selidiki lagi sampai dapat pelakunya, kalau Bernard dan istrinya yang melakukannya, aku ingin mereka minta maaf didepan umum!" kata William kepada kedua putranya tersebut.


"Baik Pa!" jawab mereka serentak.


Sementara itu di rumah Bernard.


Bernard menerima laporan dari Jos bahwa Ayahnya mencoba menyelidiki lagi masalah video viral adik tirinya.


"Kamu cari siapa yang mengekspos video itu sebelum mereka menemukannya, lalu buat konferensi pers agar orang tersebut mengatakan yang sebenarnya!" kata Bernard pada Jos.


Setelah Jos pergi, Bernard merenung memikirkan masalah keluarga Ayahnya yang mencoba melawannya.


Dia harus menyelesaikan masalah ini sampai tuntas, dan membuat mereka bungkam tidak mengganggu dia lagi.


Dia ingin hidup tenang bersama istrinya.


Bernard berencana akan membawa Viona berlibur keluar negeri kalau masalah ini selesai.


Dan akan memeriksa kesehatan istrinya, karena selama bersamanya banyak kejutan yang membuat Viona shock.


Dua jam kemudian Jos melaporkan hasil yang bagus pada Bernard.


Ternyata yang mengekspos video viral Lidia Antonius adalah rekan seprofesi nya di dunia modeling juga.


Jumpa pres pun disiarkan secara langsung.


Ternyata Lidia Antonius dengan temannya tersebut ada masalah pribadi yang membuat mereka bermusuhan.


Lidia Antonius menggoda kekasih wanita tersebut dan merebutnya.


Didepan para sesama model dan didepan kamera Lidia Antonius dikenal sebagai wanita yang baik, ramah dalam bertutur kata dan sangat sopan.


Karena itulah dia bisa naik daun.


Tapi satu sifat Lidia yang tidak bagus adalah bila Lidia Antonius menginginkan sesuatu yang disukainya, dia akan berupaya untuk mendapatkannya.


Pertama kali melihat pria yang menjadi kekasih temannya tersebut, dia sangat berdebar-debar ingin selalu berdekatan dengan pria itu.


Memang sungguh lancang, menginginkan milik orang lain.


Temannya tersebut tentu saja jadi membenci Lidia Antonius, hingga mereka bermusuhan.


Dan saat dia melihat adegan di Mall Gold Star waktu itu, otomatis dia sangat bersyukur ternyata bisa untuk mengekspos sifat asli dari Lidia Antonius kesemua orang.


Dan berhasil!


Lidia Antonius dibenci banyak orang, dan karirnya sebagai model pun terancam.


Bersambung.....